Home › Politik › Diplomasi Parlemen Jadi Jembatan UMKM Toba Menuju Pasar Global
Diplomasi Parlemen Jadi Jembatan UMKM Toba Menuju Pasar Global
Keterangan Foto: Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Irene Yusiana Roba. Dok : Humas DPR RI. TD.YS
TOBA, Tabloid Diksi — Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Irene Yusiana Roba, menekankan pentingnya kehati-hatian dalam merumuskan skema kerja sama perdagangan internasional. Langkah ini diperlukan agar kesepakatan perdagangan bebas tidak merugikan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya lebih dari 10 ribu pelaku UMKM di Kabupaten Toba, Sumatera Utara.
“Komitmen BKSAP adalah memastikan setiap kesepakatan dalam forum internasional memberikan dampak positif yang tepat sasaran. Kita masyarakat ASEAN harus benar-benar berhati-hati dalam menentukan skema perdagangan bebas sehingga tidak menggerus pelaku UMKM,” ujar Irene dalam agenda BKSAP Day bertema Diplomasi Parlemen sebagai Strategi Menjembatani Potensi Daerah Menuju Pasar Global di Toba, Senin (26/10/2026).
- Baca juga:
Menurut Irene, BKSAP DPR RI memiliki peran strategis dalam menjalankan diplomasi parlemen atau second-track diplomacy. Melalui pendekatan ini, parlemen menjadi saluran diplomasi rakyat untuk memperjuangkan kepentingan publik sekaligus mendorong lahirnya regulasi dan kebijakan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Kami itu bisa dikatakan second-track diplomacy, bahwa diplomasi parlemen adalah diplomasi rakyat yang berarti kita bela sungguh-sungguh kepentingan rakyat dan menghasilkan peraturan yang berdampak langsung,” jelas politikus Fraksi PDI Perjuangan tersebut.
Irene menegaskan, diplomasi parlemen dapat menjadi instrumen untuk mendorong potensi ekonomi daerah, termasuk Kabupaten Toba, agar mampu bersaing di pasar internasional. Namun, upaya memperluas akses perdagangan global harus dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan kondisi dan kepentingan pelaku usaha lokal.
Karena itu, penyerapan aspirasi masyarakat melalui kegiatan BKSAP Day menjadi bagian penting dalam mempersiapkan posisi Indonesia pada berbagai forum internasional. Aspirasi yang dihimpun diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan perdagangan yang lebih tepat sasaran dan berpihak pada kebutuhan daerah.
“Kita melakukan penyerapan aspirasi di setiap daerah, sehingga bisa kita rangkum dan lihat nanti di dalam forum-forum internasional ataupun pembuatan kebijakan dan undang-undang di DPR RI, sehingga kita bisa melihat itu secara holistik,” pungkasnya. ***






Komentar Via Facebook :