Home › Politik › Tinjau Karhutla di Banjarbaru, DPR Minta Kesehatan Warga Jadi Prioritas
Tinjau Karhutla di Banjarbaru, DPR Minta Kesehatan Warga Jadi Prioritas
Keterangan Foto: Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal saat meninjau karhutla di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Dok : Humas DPR RI. TD.YS
BANJARBARU, Tabloid Diksi — Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Ia meminta pemerintah memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memastikan pelayanan kesehatan dan perlindungan bagi warga terdampak berjalan optimal, terutama bagi kelompok rentan, seperti ibu hamil, bayi, dan anak-anak.
- Baca juga:
“Dampak karhutla ini sangat dahsyat, terutama terhadap kesehatan. Kita terus berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan untuk meminta penanganan dan antisipasi, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu, anak-anak, dan bayi,” ujar Cucun saat meninjau lokasi terdampak karhutla di Banjarbaru, Senin (26/10/2026).
Cucun mengingatkan bahwa paparan asap kebakaran dapat memperburuk kondisi kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta pelayanan kesehatan dan pengobatan bagi warga terdampak diberikan secara maksimal melalui sinergi pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dan Pemerintah Kota Banjarbaru.
Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) tersebut juga menyoroti masih adanya warga, khususnya ibu yang menggendong balita, beraktivitas di luar rumah tanpa menggunakan masker di tengah paparan asap.
Menurutnya, perlindungan masyarakat harus menjadi tanggung jawab bersama. Selain melalui langkah tanggap darurat pemerintah, kepedulian sosial juga diperlukan untuk membantu warga yang terdampak bencana.
“Saya lihat tadi bagaimana ibu-ibu menggendong anak-anaknya tanpa masker. Di wilayah-wilayah terdampak seperti ini, semua kepedulian yang dibutuhkan harus didukung. Bukan hanya gerak tanggap dari pemerintah, tetapi masyarakat yang mampu juga hendaknya saling berbagi dan membantu,” tegas politisi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) tersebut.
Selain penanganan dampak kesehatan, Cucun mendorong pemerintah mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah rawan karhutla. Langkah tersebut dinilai penting untuk membantu menekan perkembangan titik api dan mencegah kebakaran meluas ke wilayah lain.
“Beberapa kali kita minta operasi modifikasi cuaca (OMC) dilakukan supaya titik-titik api ini bisa diminimalisir dan tidak terjadi penyebaran kebakaran yang lebih luas,” tandasnya.
Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan yang disampaikan dalam pemberitaan tersebut, jumlah kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di sejumlah wilayah terdampak karhutla telah mencapai 333.470 kasus.
Angka tersebut menjadi perhatian serius mengingat paparan asap kebakaran dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan dan memperburuk kualitas udara. Dampaknya dirasakan masyarakat di berbagai kawasan terdampak, termasuk Sumatera dan Kalimantan.
Melalui peninjauan tersebut, DPR RI menegaskan komitmennya untuk mengawal penanganan karhutla, terutama dalam memastikan langkah tanggap darurat, perlindungan kesehatan masyarakat, serta koordinasi antarpemerintah berjalan secara terpadu.
Dengan penanganan yang terkoordinasi dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, dampak karhutla diharapkan dapat ditekan, sementara perlindungan terhadap warga terdampak dapat ditingkatkan. ***






Komentar Via Facebook :