https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   GRANAT Apresiasi Konsistensi Polresta Pekanbaru dalam Pemberantasan dan Pencegahan Narkotika •   Kapolri Tegas! Anggota Polri yang Kedapatan Pakai Vape Bakal Disanksi •   Pajak Digital Mulai Diperbincangkan, DJP Tegaskan Transfer Dana Tak Otomatis Kena PPN •   Mulai 2027, Ekspor SDA Indonesia Ditargetkan Lewat Satu Pintu Melalui DSI
Home › Politik › Aria Bima Soroti Lemahnya Eksekusi Penyelesaian Konflik Agraria
Politik
Pulau Jawa & Madura

Aria Bima Soroti Lemahnya Eksekusi Penyelesaian Konflik Agraria

Senin, 14 September 2026 | 18:56 WIB,  
Penulis : Yudi Setiawan
Aria Bima Soroti Lemahnya Eksekusi Penyelesaian Konflik Agraria

Keterangan Foto: Anggota Baleg DPR RI, Aria Bima. Foto : Humas DPR RI. TD.YS

JAKARTA, Tabloid Diksi — Badan Legislasi (Baleg) DPR RI terus mengkaji pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Reforma Agraria, termasuk kemungkinan pembentukan peradilan atau pengadilan agraria. Mekanisme tersebut dinilai perlu dikaji untuk memastikan penyelesaian konflik agraria memiliki kepastian hukum sekaligus mencegah tumpang tindih kewenangan dengan lembaga peradilan yang telah ada.

Anggota Baleg DPR RI, Aria Bima, mengatakan persoalan agraria membutuhkan mekanisme penyelesaian yang tidak hanya menghasilkan putusan, tetapi juga memiliki kekuatan eksekutorial yang jelas. Menurutnya, sejumlah konflik pertanahan masih berlarut-larut karena penyelesaiannya tidak diikuti dengan pelaksanaan putusan yang efektif.

    Baca juga:
  • Sahroni Dukung Kapolri Larang Vape, Dorong MUI Keluarkan Fatwa

  • DPR Kaji Jalur Cepat Pembentukan UU

  • Once Mekel Serahkan Kursi Roda untuk Pelajar Penderita Kanker Tulang

“Ada potensi lemahnya penyelesaian konflik yang memiliki kekuatan eksekutorial. Ini kebetulan saya di Komisi II, banyak hal terkait dengan konflik agraria yang kami tangani, mandek atau berhenti tanpa ada eksekusi yang jelas,” ujar Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Baleg DPR RI bersama sejumlah narasumber terkait RUU Reforma Agraria di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Ia menilai pembahasan RUU Reforma Agraria juga harus mampu menjawab persoalan fragmentasi kewenangan antarlembaga. Karena itu, desain kelembagaan dan mekanisme penyelesaian konflik agraria perlu dirumuskan secara jelas agar tidak menimbulkan ketidakpastian hukum.

Aria Bima kemudian mempertanyakan bagaimana kewenangan eksekutorial lembaga reforma agraria nantinya dikonstruksikan dalam sistem hukum pertanahan nasional, khususnya terkait yurisdiksi Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dan peradilan umum.

Menurutnya, kejelasan hubungan kewenangan tersebut penting untuk mencegah terjadinya tumpang tindih atau overlapping dalam penyelesaian sengketa agraria.

“Bagaimana hubungan tata hukum pertanahan nasional idealnya mengkonstruksikan hubungan antara keputusan eksekutorial dengan yurisdiksi PTUN dan peradilan umum agar tidak memicu ketidakpastian hukum atau overlapping?” tanya politikus Fraksi PDI-Perjuangan tersebut.

Lebih lanjut, Aria Bima mengatakan Baleg juga mempertimbangkan kemungkinan menghadirkan mekanisme peradilan khusus melalui pembentukan pengadilan agraria. Ia meminta pandangan para narasumber mengenai bentuk kelembagaan peradilan yang paling tepat untuk menjamin penyelesaian konflik agraria secara efektif.

Ia menegaskan, pembahasan tersebut tidak boleh berhenti pada persoalan penerbitan putusan. RUU Reforma Agraria harus mampu memastikan adanya mekanisme pelaksanaan putusan yang jelas sehingga penyelesaian konflik pertanahan benar-benar memberikan kepastian hukum bagi masyarakat maupun para pihak yang bersengketa.

Dengan demikian, pengaturan reforma agraria diharapkan tidak hanya mampu menyelesaikan konflik agraria secara hukum, tetapi juga memastikan setiap keputusan dapat dilaksanakan secara efektif tanpa menimbulkan tumpang tindih kewenangan antarlembaga. ***

Editor : Munazlen Nazir

TOPIK TERKAIT

Bima AryaBaleg DPR RI
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Politik

    Baleg DPR: Jangan Batasi Kawasan Hutan sebagai Objek Reforma Agraria

    Senin, 14 Sep 2026 | 18:41 WIB
  • Politik

    Misbakhun: RUU Keuangan Negara Harus Berpijak pada Kepentingan Nasional

    Senin, 14 Sep 2026 | 18:36 WIB
  • Politik

    Sidang di MK, DPR Tegaskan Pasal 2 KUHP Tetap Menjadi Konstitusional

    Senin, 14 Sep 2026 | 18:29 WIB
  • Peristiwa

    HUT ke-67 Pasukan Pelopor, Brimob Riau Siaga: Dari Gangguan Kamtibmas hingga Kobaran Karhutla

    Senin, 14 Sep 2026 | 13:51 WIB
  • Daerah

    Cegah Karhutla, Kapolsek Batu Hampar Perintahkan Intensif Patroli dan Gandeng MPA

    Senin, 14 Sep 2026 | 13:29 WIB

Terpopuler

  • #1

    Bentuk Generasi Unggul, Polsek Tambang Bersama Densus 88 Gelar Green Policing dan Edukasi Pelajar

    Senin, 19 Okt 2026 - 09:37 WIB
  • #2

    Dugaan Tambang Ilegal di Kampar Disorot, Polsek Tambang Turun ke Parit Baru

    Kamis, 29 Okt 2026 - 17:28 WIB
  • #3

    17.500 Orang Padati KKR Pemuda Riau, Peserta Membludak, Panitia Evaluasi Gelaran 2027

    Minggu, 25 Okt 2026 - 18:00 WIB
  • #4

    Polda Riau Gelar Minggu Kasih di GBI Bethany: Polisi Siap Dengar Aspirasi Warga

    Minggu, 25 Okt 2026 - 12:34 WIB
  • #5

    Dukung Green Policing Polda Riau, Bhabinkamtibmas Payung Sekaki Gandeng Warga Hijaukan Pekanbaru

    Rabu, 28 Okt 2026 - 13:22 WIB
  • #6

    Pilkades Siarang-arang Disorot, Warga Mengaku Kehilangan Hak Pilih

    Selasa, 27 Okt 2026 - 01:08 WIB
  • #7

    Mahasiswa HMI Geruduk DPRD Riau, Polresta Pekanbaru Kawal hingga Audiensi

    Selasa, 27 Okt 2026 - 19:25 WIB
  • #8

    Sikat Habis Narkoba! Razia 6 THM di Pekanbaru Jaring Pekerja Positif Sabu Dini Hari

    Sabtu, 31 Okt 2026 - 13:12 WIB
  • #9

    Demi Senyum dan Kelancaran Aktivitas Warga, Kapolresta Pekanbaru Turun Langsung ke Jalan

    Senin, 19 Okt 2026 - 11:35 WIB

HUKRIM

  • Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas Rp4,63 Miliar, Dua Pejabat Inspektorat Papua Barat Daya Tersangka

    Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas Rp4,63 Miliar, Dua Pejabat Inspektorat Papua Barat Daya Tersangka

    Senin, 02 Nov 2026 | 16:27 WIB
  • Bersih-Bersih Internal! Kapolda Riau Ancam Pecat Polisi Pengedar Narkoba

    Bersih-Bersih Internal! Kapolda Riau Ancam Pecat Polisi Pengedar Narkoba

    Senin, 02 Nov 2026 | 13:12 WIB
  • Tabrakan Beruntun Maut di Perawang: Sopir Land Cruiser Langsung Dijebloskan ke Sel Tahanan

    Tabrakan Beruntun Maut di Perawang: Sopir Land Cruiser Langsung Dijebloskan ke Sel Tahanan

    Minggu, 01 Nov 2026 | 18:04 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • Pajak Digital Mulai Diperbincangkan, DJP Tegaskan Transfer Dana Tak Otomatis Kena PPN

    Pajak Digital Mulai Diperbincangkan, DJP Tegaskan Transfer Dana Tak Otomatis Kena PPN

    Senin, 02 Nov 2026 | 17:04 WIB
  • Mulai 2027, Ekspor SDA Indonesia Ditargetkan Lewat Satu Pintu Melalui DSI

    Mulai 2027, Ekspor SDA Indonesia Ditargetkan Lewat Satu Pintu Melalui DSI

    Senin, 02 Nov 2026 | 16:57 WIB
  • Kemendag Dorong Mahasiswa Jadi Eksportir Muda, Produk Lokal Dibidik Tembus Pasar Global

    Kemendag Dorong Mahasiswa Jadi Eksportir Muda, Produk Lokal Dibidik Tembus Pasar Global

    Minggu, 01 Nov 2026 | 19:55 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com