Home › Hukum › Kapolda Riau Buka-bukaan di Malaysia: 17.525 Hektare Karhutla Terbakar, 49 Tersangka Dijerat
Kapolda Riau Buka-bukaan di Malaysia: 17.525 Hektare Karhutla Terbakar, 49 Tersangka Dijerat
Keterangan Foto: Kapolda Riau Buka-bukaan di Malaysia: 17.525 Hektare Karhutla Terbakar, 49 Tersangka Dijerat. Dok. Humas.TD/Azhar
JOHOR BAHRU,Tabloid Diksi — Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan membawa persoalan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Riau hingga ke meja kepolisian Malaysia. Dalam pertemuan dengan jajaran Polis Johor dan Melaka, Selasa (8/9/2026), Herry memaparkan secara terbuka kondisi Karhutla Riau, strategi pencegahan hingga penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam rangkaian Mesyuarat Dua Hala Keselamatan Sempadan pada 7-9 September 2026. Forum ini menjadi momentum memperkuat komunikasi dan kerja sama keamanan Indonesia-Malaysia, termasuk menyikapi ancaman Karhutla yang dampaknya berpotensi melintasi batas wilayah.
- Baca juga:
Di hadapan jajaran kepolisian Malaysia, Herry menegaskan penanganan Karhutla di Riau dilakukan secara gotong royong. Sekitar 3.030 personel dari berbagai unsur dikerahkan, diperkuat kendaraan operasional, peralatan pemadaman, alat berat, drone serta perlengkapan keselamatan.
“Riau bekerja secara serius dan bergotong royong dalam menangani Karhutla. Lebih dari tiga ribu personel dari berbagai unsur bekerja di lapangan, didukung sarana darat, udara dan teknologi,” kata Herry.
Herry menjelaskan, perang melawan Karhutla tidak boleh baru dimulai setelah api membesar. Polda Riau bersama pemerintah daerah, Kodam XIX Tuanku Tambusai dan seluruh unsur terkait telah memperkuat pencegahan jauh sebelum memasuki periode rawan kebakaran.
Langkah tersebut dilakukan melalui sosialisasi larangan membuka lahan dengan cara membakar, pemasangan plang peringatan, patroli kawasan rawan, pemantauan titik api, pelibatan masyarakat hingga pemanfaatan teknologi deteksi dini.
Kesiapan menghadapi kebakaran juga diperkuat dengan 19 sumur bor, 1.390 embung air, 1.988 sekat kanal dan 313 menara pantau.
“Kami bekerja dari hulu sampai hilir. Bukan hanya ketika api muncul kemudian kita memadamkan. Pencegahan, edukasi, deteksi dini dan kesiapan seluruh unsur dilakukan sejak awal, kemudian dilanjutkan dengan pemadaman, pendinginan hingga penegakan hukum,” tegasnya.
Namun di balik berbagai langkah tersebut, angka Karhutla Riau masih menjadi perhatian. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, luas lahan yang terbakar tercatat mencapai 17.525,80 hektare.
Polda Riau juga memastikan penanganan tidak berhenti pada pemadaman. Penegakan hukum dilakukan terhadap pihak yang diduga bertanggung jawab atas kebakaran.
Hingga kini, Polda Riau dan jajaran telah menangani 45 perkara Karhutla dengan 49 tersangka, dengan luas lahan yang terkait perkara mencapai sekitar 2.958,04 hektare.
“Penegakan hukum tetap kami lakukan secara tegas. Pesannya jelas, tidak boleh ada pihak yang mengambil keuntungan dengan cara merusak lingkungan dan membakar hutan maupun lahan,” ujar Herry.
Perhatian Polda Riau juga diarahkan pada dampak Karhutla terhadap masyarakat dan personel di lapangan. Pembagian masker, pemeriksaan kesehatan, trauma healing, posko kesehatan hingga dukungan oksigen dilakukan sebagai bagian dari perlindungan masyarakat terdampak.
Dalam forum tersebut, Herry turut menjelaskan arah angin dan potensi sebaran asap di sejumlah wilayah Indonesia. Informasi tersebut dinilai penting karena secara geografis Riau berdekatan dengan Semenanjung Malaysia.
“Riau dan Malaysia berada dalam satu kawasan yang sangat dekat. Karena itu, persoalan lingkungan juga membutuhkan komunikasi dan keterbukaan,” katanya.
Pertemuan ini dihadiri Ketua Polis Johor CP Dato’ Ab Rahaman Bin Arsad, Ketua Polis Melaka DCP Datuk Wira Dzulkairi Bin Mukhtar, Timbalan Ketua Polis Johor DCP Hoo Chuan Huat serta jajaran kepolisian Johor dan Melaka.
Kapolda Riau hadir bersama Dirreskrimsus Kombes Ade Kuncoro Ridwan, Dirreskrimum Kombes Hasyim Risahondua, Dirpolairud Kombes Apri Fajar Hermanto dan Dirresnarkoba Kombes Putu Yudha Prawira. Konsul Jenderal Republik Indonesia di Johor Bahru Sigit Suryantoro Widyanto juga turut hadir.
Pesan yang dibawa Herry ke forum tersebut tegas: Karhutla bukan sekadar persoalan api, tetapi ancaman lingkungan dan kemanusiaan yang membutuhkan kerja bersama lintas wilayah.






Komentar Via Facebook :