Home › Hukum › Wanita Mengaku Dari Pihak SPBU Diduga Di F3 Singingi, Tuding Wartawan Tidak Jelas !
Wanita Mengaku Dari Pihak SPBU Diduga Di F3 Singingi, Tuding Wartawan Tidak Jelas !
Istimewah/Int
Kuansing, Riau - Diduga Salah satu SPBU yang berada di F3 Sungai Kuning Kecamatan Singingi di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau didatangi oleh oknum wartawan yang meminta agar antrian minyak dibubarkan. Namun, pihak SPBU yang diketahui berinisial FTR ini berkicau disosial media dengan tidak mengindahkan permintaan tersebut karena tidak ada alasan yang jelas untuk membubarkan antrian.
Seorang wanita, inisial FTR ini, yang mengaku dari pihak SPBU diduga berada di Desa Sungai Kuning Kecamatan Singingi, berkicau di sosial media bahwa "Sejak tahun 2023, kami sudah tidak melakukan praktik isi jerigen lagi. Kami sudah pasang CCTV dan menggunakan barkot untuk mengisi minyak. Jadi, tidak ada lagi masalah dengan antrian."
- Baca juga:
FTR juga menuding bahwa wartawan hanya mencari uang dengan cara yang tidak biasa. "Kami sudah biasa dengan wartawan yang mencari uang dengan cara yang tidak biasa. Mereka tidak peduli dengan kebenaran, hanya ingin mendapatkan uang."
Pihak SPBU mengaku telah mengantisipasi kedatangan wartawan dengan menempatkan 3 orang polisi untuk menjaga keamanan di SPBU. "Kami tidak ingin ada masalah dengan wartawan yang mencari kesalahan."
Pimpinan Redaksi Media yang tergabung ke SPRI Riau, Hasbi GresRiau.com, menolak tudingan bahwa wartawan hanya mencari uang dengan cara yang tidak biasa. "Kami melakukan pekerjaan kami dengan profesional dan berdasarkan kode etik jurnalistik. Kami ingin mengetahui apakah benar ada oknum wartawan yang meminta agar antrian minyak dibubarkan dan apa alasan mereka."
Pihak media meminta klarifikasi jelas dari FTR tentang kejadian yang sebenarnya dan akan terus mengawasi situasi di SPBU di Singingi, Kuansing untuk memastikan kebenaran dan keadilan terungkap.
GresRiau.com meminta Kepolisian Resort Kuantan Singingi melalui Kepolisian Sektor Singingi melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus informasi ini untuk memastikan kebenaran dan keadilan terungkap.
"Kita minta memeriksa saksi-saksi yang terkait dengan kasus ini, termasuk FTR yang mengaku dari pihak SPBU dan oknum wartawan yang meminta agar antrian minyak dibubarkan." Ujar Hasbi.
Lanjut, "berharap pihak APH mengumpulkan bukti-bukti yang terkait dengan kasus ini, termasuk rekaman CCTV dan bukti lainnya yang dapat membantu dalam penyelidikan.
Jika ditemukan bukti bahwa ada oknum wartawan yang melakukan tindakan tidak profesional atau melanggar hukum, "kita minta dengan tegas, untuk APH melakukan penindakan hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku."
"Kami akan terus mengawasi situasi di SPBU di F3 Singingi, Kuansing untuk memastikan bahwa kebenaran dan keadilan terungkap dan tidak ada lagi tindakan tidak profesional atau melanggar hukum yang dilakukan oleh oknum wartawan maupun pihak SPBU, seperti FTR tersebut yang menuding tidak jelas wartawan tanpa dasar." Tutup Pimpinan Gres Riau, Hasbi yang telah terdaftar sebagai Wartawan Kompeten di Dewan Pers, (13/06/2025).






Komentar Via Facebook :