Home › Hukum › Asta Cita Presiden! Polres Inhu Ungkap Peredaran Narkoba, 28 Tersangka Ditangkap dalam Sebulan
Asta Cita Presiden! Polres Inhu Ungkap Peredaran Narkoba, 28 Tersangka Ditangkap dalam Sebulan
Sepanjang bulan Oktober 2024, Polres Inhu berhasil menangkap 28 orang tersangka
INDRAGIRI HULU, Tabloid Diksi – Kepolisian Resor (Polres) Indragiri Hulu (Inhu) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum mereka. Sepanjang bulan Oktober 2024, Polres Inhu berhasil menangkap 28 orang tersangka yang terlibat dalam tindak pidana narkotika. Keberhasilan ini menjadi bukti keseriusan Polres Inhu dalam mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia untuk menciptakan Indonesia bebas narkoba.
Pada Selasa (12/11/2024), Polres Inhu menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus narkotika yang terjadi pada bulan Oktober 2024. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Inhu, AKBP Fahrian Saleh Siregar, dan dihadiri oleh Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Inhu, Datuk Seri Ali Fahmi Aziz, serta sejumlah pejabat dan tokoh agama di Kabupaten Inhu.
- Baca juga:
Dalam konferensi pers tersebut, Kapolres Fahrian menjelaskan bahwa dari 28 tersangka yang ditangkap, dua di antaranya adalah perempuan, dan 26 lainnya laki-laki. Selain itu, petugas berhasil menyita barang bukti narkoba yang cukup signifikan, berupa 544,94 gram sabu-sabu, 166,77 gram ganja, dan 199 butir ekstasi.
“Keberhasilan ini tidak lepas dari kerjasama yang baik antara kepolisian dan masyarakat. Kami akan terus berupaya mengungkap dan memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Inhu,” kata Kapolres Fahrian.
Kapolres juga menekankan pentingnya kolaborasi antara seluruh elemen masyarakat dalam upaya pemberantasan narkoba. “Kami mengajak seluruh pihak, mulai dari camat, kepala desa, tokoh agama, hingga tokoh adat, untuk bersama-sama memerangi narkoba demi melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika,” ungkapnya.
Selain itu, Polres Inhu juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak ragu melaporkan peredaran narkoba yang terjadi di lingkungan mereka. “Kami akan menindaklanjuti setiap laporan terkait peredaran narkoba atau keterlibatan oknum dalam tindak pidana narkotika secara transparan dan tanpa tebang pilih,” tegas Kapolres.
Kapolres juga meminta agar seluruh tokoh masyarakat, agama, dan adat aktif memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai bahaya narkoba, serta berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
Kapolres Fahrian mengakui bahwa tantangan terbesar dalam memberantas narkoba di Kabupaten Inhu adalah peredaran narkoba yang terus berkembang dan menyasar kalangan muda. Namun, ia tetap optimistis bahwa dengan dukungan kolaborasi antara kepolisian, pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat, masalah ini dapat ditekan dan diatasi.
“Sebagai bagian dari dukungan terhadap Asta Cita Presiden yang menargetkan Indonesia bebas narkoba, kami akan terus berupaya keras untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat bagi generasi penerus bangsa,” pungkasnya.






Komentar Via Facebook :