Home › Hukum › Akui Pasokan BBM Bio Solar Dirumah : Pakai Sendiri Untuk Antisipasi !, Pengusaha CPO Panorama Mengeluh Akan Aktifitas Itu !
Akui Pasokan BBM Bio Solar Dirumah : Pakai Sendiri Untuk Antisipasi !, Pengusaha CPO Panorama Mengeluh Akan Aktifitas Itu !
KAMPAR KIRI | TABLOIDDIKSI - Dengan adanya dugaan penampungan BBM Bio Solar terpantau di salah satu rumah warga yang berada di Jalan MAN 3 Kampar Desa Lipat Kain Selatan yang diduga hasil lansiran dari SPBU disekitarnya, diketahui milik inisial KM dan inisial KR.
Saat pantauan langsung awak media (05/10), sebelumnya terlihat 1 (satu) unit Babytank berkapasitas tampung 1000 liter dan jejeran jerigen telah terisi yang disinyalir adalah Bio Solar, serta beberapa unit Babytank berkapasitas 1000 liter terlihat masih kosong.
- Baca juga:
Ironisnya ini terlihat lantang secara terang ditengah pemukiman penduduk, tanpa ada yang menindak tegas berdasarkan aturan dan perundang-undangan di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sebelumnya, berita link :
Menurut sumber mengatakan kepada Tim, "punya orang itu sekeluarga, yang nanti dijual lagi pak. Katanya dijual ke pak kuni di areal PT.PSPI Lipat Kain...mungkin untuk alat beratnya pak."
Ditempat terpisah (06/10/2024), inisial KM secara tidak langsung saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, mengakui bahwa pihaknya tidak merasa adanya dugaan penampungan tersebut.
"Saya tidak merasa yang diduga kan kepada saya, Aktifitas saya hanya muat material batu, berupa pasir dan sertu maksi." Ulas inisial KM, pemilik rumah diduga tempat penampungan BBM Bio Solar.
Namun seiringnya obrolan pesan WhatsApp melalui nomor +62 852-7484-8xxx, bahwa pasokan Bahan Bakar Minyak Bio Solar yang berada dikediamannya tersebut hanyalah untuk penggunaannya sendiri.
"Saya bukan banyak stok BBM, itupun antisipasi kosong stok Pertamina (SPBU-red). Babytank untuk melansir air......" Katanya menepis dugaan yang ditudingkan berdasarkan pantauan langsung oleh awak media, (05/10 kemarin) sembari mempertanyakan maksud dan tujuan awak media.
Ditambah inisial KM, "pantau terus SPBU di lipat kain ini, dan bapak akan tau siap sebenar benarnya yang melakukan pelangsiran BBM yang bapak sangkakan ke saya." Bebernya seakan dirinya belum pelangsir yang sebenarnya atas dugaan penampungan BBM Bio Solar dikediamannya.
Kuat dugaan maraknya aktifitas pelangsiran, pengangkutan, penimbunan dan niaga BBM Subsidi jenis Bio Solar tanpa izin (Illegal-red) diwilayah Kampar Kiri sudah tersistematis hingga terkoordinir rapi tanpa menghiraukan sanksi tegas berdasarkan peraturan serta perundang-undangan diterapkan Negara Republik Indonesia.
Beberapa pekan lalu, sekelompok mahasiswa mengatasnamakan Bapema Riau melakukan aksi atas tudingan dan dugaan penyalahgunaan BBM di SPBU Desa Lipat Kain Selatan Kecamatan Kampar Kiri. Namun, aktifitas yang diorasikan tetap beraktiftias dengan telah tersistematis antara oknum-oknum di SPBU dan warga pelangsir (Illegal-red) jenis BBM Bio Solar.
QR-Barcode MyPertamina dimiliki banyak oleh oknum-oknum di SPBU dan warga pelangsir dalam satu unit kendaraan yang telah dimodifikasi tangki serta adanya tangki berkapasitas 500 Liter hingga 1000 Liter didalam kendaraan yang mondar-mandir bolak balik masuk antrian pompa Bio Solar SPBU guna mendapatkan pasokan BBM Bio Solar untuk disuplay secara illegal (tanpa izin) kembali kepada orang yang telah ada kesepakatan order dengan harga setara BBM Bio Solar Non Subsidi.
Sudut pandang sosial kontrol, aktifitas ditengah masyarakat telah dicoreng akan dugaan penyalahgunaan BBM Bio Solar tersebut. Seperti yang dijelaskan dan diakui salah seorang pengusaha penampungan CPO di Panorama Jalan Lintas Taluk Kuantan-Pekanbaru.
"antrian ngisi solar aja berjam lama nya, yang didahulukan itu mobil pelangsir solar dengan tangki yang udah dirombak kapasitas besar, bahkan kalau truk itu sudah ada Babytank didalam truk nya, ntar sudah ngisi sesuai barcode kembali lagi masuk keantrian berikutnya dengan barcode yang berbeda lagi untuk memenuhi kapasitas tangki yang digunakan kapasitas ratusan liter dikendaraan para pelangsir." Ungkap salah seorang pengusaha penampungan CPO tersebut kepada awak media.
Report : YN24






Komentar Via Facebook :