Home › Daerah › Yuliarso Resmi Jabat Kepala BPBD Pekanbaru, Agung Minta Fokus Tangani Karhutla dan Banjir
Yuliarso Resmi Jabat Kepala BPBD Pekanbaru, Agung Minta Fokus Tangani Karhutla dan Banjir
Keterangan Foto: Yuliarso resmi dilantik sebagai Kepala BPBD Kota Pekanbaru oleh Wali Kota Agung Nugroho di Kompleks Perkantoran Pemerintah Tenayan Raya, Kamis (5/11/2026). MC Pekanbaru/TD-YS
PEKANBARU, Tabloid Diksi – Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mempercayakan jabatan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru kepada Yuliarso. Usai dilantik, pejabat yang sebelumnya memimpin Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) tersebut diminta segera memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, terutama kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta banjir.
Yuliarso dilantik bersama tujuh pejabat eselon II lainnya oleh Wali Kota Pekanbaru di Kompleks Perkantoran Pemerintah Tenayan Raya, Kamis (5/11/2026).
- Baca juga:
Agung berharap Yuliarso dapat menjalankan tanggung jawab barunya dengan baik. Ia menegaskan, penanganan karhutla dan bencana alam menjadi salah satu perhatian pemerintah pusat sehingga diperlukan kesiapan serta koordinasi yang kuat hingga tingkat daerah.
Menurut Agung, pengalaman Yuliarso saat bertugas di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dapat menjadi bekal dalam menjalankan tugas di BPBD. Pengalamannya berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk unsur TNI dan Polri, juga diharapkan mendukung pelaksanaan tugas tersebut.
"Kami berharap Pak Yuliarso bisa segera melakukan komunikasi aktif. Beliau sudah memiliki pengalaman, mulai dari Kadishub, pernah di Satpol PP, Kadispora, dan sekarang kita percayakan di BPBD," ujar Agung.
Selain itu, Agung mengungkapkan BPBD Pekanbaru memperoleh tambahan dukungan anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp10 miliar. Dana tersebut diharapkan dapat menunjang program pencegahan dan penanganan bencana di Kota Pekanbaru.
Ia juga menyebutkan dukungan pemerintah pusat diperkirakan masih berlanjut pada awal tahun mendatang. Karena itu, anggaran yang tersedia diminta dimanfaatkan secara maksimal sesuai kebutuhan penanggulangan bencana.
Sementara itu, Yuliarso menyatakan kesiapannya menjalankan amanah yang diberikan Wali Kota. Ia menilai penanggulangan bencana membutuhkan keterlibatan banyak pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.
Sebagai langkah awal, BPBD akan melakukan pemetaan terhadap kawasan dan titik-titik yang memiliki potensi bencana. Pemetaan tersebut menjadi dasar untuk menentukan langkah antisipasi dan pencegahan, khususnya di wilayah rawan karhutla.
"Kita akan melakukan mapping terkait daerah ataupun titik-titik rawan, terutama karhutla. Setelah pemetaan, tentu kita akan melakukan tindakan-tindakan pencegahan," kata Yuliarso.
Ia menjelaskan, upaya pencegahan akan melibatkan berbagai tingkatan pemerintahan, mulai dari RT, RW, kelurahan hingga kecamatan.
Selain karhutla, BPBD juga akan mengantisipasi ancaman banjir yang dapat terjadi akibat curah hujan tinggi dan menimbulkan genangan di sejumlah wilayah. Menurutnya, karakteristik setiap kawasan perlu menjadi pertimbangan dalam menyusun langkah penanganan.
Untuk memperkuat upaya tersebut, Yuliarso menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor, termasuk dengan pemerintah provinsi, pemerintah pusat, serta jajaran TNI dan Polri.
"Dalam penanganan kebencanaan, kami harus berkolaborasi dengan semua stakeholder, khususnya TNI, Polri, kemudian pemerintah provinsi dan pusat. Kita akan mengelola dukungan yang ada bersama-sama," tutupnya.






Komentar Via Facebook :