https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Diskominfo Kampar Terima Kunjungan Diskominfo Pariaman, Bahas Standarisasi Kemitraan Media •   Bupati Asmar Jajaki Investasi dan Pasar Ekspor Sagu Meranti ke Jepang •   Rapikan Barisan APH di Bengkalis, Kapolres dan Kajari Garansi Kepastian Hukum •   Polda Riau Bongkar Sindikat Pupuk Ilegal 45,8 Ton, 926 Karung Palsu Siap Tipu Petani Sawit
Home › Daerah › Bupati Asmar Jajaki Investasi dan Pasar Ekspor Sagu Meranti ke Jepang
Daerah
Kepulauan Meranti

Bupati Asmar Jajaki Investasi dan Pasar Ekspor Sagu Meranti ke Jepang

Kamis, 05 November 2026 | 16:36 WIB,  
Penulis : Yudi Setiawan
Bupati Asmar Jajaki Investasi dan Pasar Ekspor Sagu Meranti ke Jepang

Keterangan Foto: Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn.) H. Asmar saat menghadiri Sagu Business Forum 2026 yang digelar Kementerian Perindustrian RI di Jakarta, Kamis (5/11/2026). MC Meranti/TD-YS

MERANTI, Tabloid Diksi – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus berupaya meningkatkan nilai ekonomi komoditas sagu melalui pengembangan industri pengolahan dan perluasan pasar. Salah satu langkah yang dilakukan Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn.) H. Asmar, yakni menjajaki peluang investasi dan kerja sama perdagangan dalam Sagu Business Forum 2026 di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Forum yang digelar Kementerian Perindustrian RI di Aula Gedung Garuda tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku industri, investor, peneliti, serta mitra perdagangan dari Indonesia dan Jepang.

    Baca juga:
  • Diskominfo Kampar Terima Kunjungan Diskominfo Pariaman, Bahas Standarisasi Kemitraan Media

  • MAN IC Siak Raih Dua Penghargaan pada Madrasah Award 2026 Riau

  • Camat Langgam Resmi Tutup Turnamen Sepak Bola Desa Tambak Cup IV, Ini Daftar Juara

Kegiatan itu turut dihadiri Menteri Perindustrian RI Muhammad Sarmuji, Konselor Kedutaan Besar Jepang Keisuke Hosonuma, perwakilan Japan External Trade Organization (JETRO), Jakarta Japan Club (JJC), serta sejumlah asosiasi dan pelaku usaha sektor sagu.

Bupati Asmar hadir bersama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepulauan Meranti Marwan, Sekretaris Mifta, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sukri, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Yusran, serta perwakilan Bappeda Meranti, Robert.

Asmar menyampaikan, keikutsertaan Meranti dalam forum tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi sagu sekaligus membuka komunikasi dengan calon investor dan mitra usaha. Menurutnya, kekayaan bahan baku yang dimiliki daerah perlu diikuti dengan penguatan industri pengolahan agar menghasilkan produk bernilai tambah.

Ia mengatakan, pemerintah daerah memperoleh dukungan dan apresiasi dari Kementerian Perindustrian terhadap upaya pengembangan sagu yang selama ini dilakukan.

"Alhamdulillah, kita mendapat banyak dorongan dan arahan langsung dari Bapak Menteri. Beliau juga berkesempatan mengunjungi stan Meranti dan memberikan apresiasi terhadap apa yang telah kita lakukan dalam mengembangkan potensi sagu," ujar Asmar.

Selain mempromosikan produk unggulan daerah, Asmar juga melakukan komunikasi dengan sejumlah pengusaha, termasuk pelaku usaha dari Jepang. Penjajakan tersebut diarahkan pada peluang investasi, perdagangan, dan pemasaran sagu Meranti ke luar negeri.

Menurutnya, Jepang merupakan salah satu pasar yang potensial karena selama ini menjadi tujuan ekspor pati sagu Indonesia.

"Kita sudah berkomunikasi dengan beberapa pengusaha dari luar Meranti. Harapan kita, bagaimana sagu Meranti ke depan bisa diekspor langsung ke luar negeri, sekaligus menarik investor untuk berinvestasi dan menjalin kerja sama dalam pengembangan serta pemasaran sagu," jelasnya.

Asmar berharap peluang yang dibangun melalui forum tersebut dapat berkembang menjadi kerja sama nyata. Dengan demikian, Meranti tidak hanya dikenal sebagai penghasil bahan baku, tetapi juga mampu memasarkan produk olahan sagu secara langsung ke pasar internasional.

Ia menilai, investasi dan perluasan pasar dapat memberikan dampak terhadap peningkatan nilai komoditas, membuka lapangan pekerjaan, mengembangkan usaha masyarakat, serta menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sementara itu, Menteri Perindustrian RI Muhammad Sarmuji menilai Kepulauan Meranti memiliki potensi besar untuk berperan dalam pengembangan industri sagu nasional. Ketersediaan bahan baku dan tradisi pengolahan sagu yang telah lama berkembang menjadi modal penting bagi daerah tersebut.

Sarmuji menjelaskan, pengembangan sagu perlu diarahkan pada peningkatan nilai tambah melalui riset, inovasi, dan hilirisasi. Selain sebagai sumber pangan alternatif, sagu juga berpeluang diolah menjadi beragam produk, seperti mi, beras analog, pasta, biskuit, hingga produk nonpangan.

Pemanfaatannya juga dapat dikembangkan untuk bahan bio-packaging dan bioetanol. Bahkan, limbah hasil pengolahan sagu berpotensi diolah kembali menjadi pakan ternak maupun sumber energi alternatif seperti biogas.

"Sagu merupakan salah satu keunggulan komparatif yang dimiliki Indonesia. Potensinya sangat besar dan harus kita dorong agar menjadi keunggulan kompetitif melalui pengembangan industri, riset, inovasi, dan hilirisasi," ujarnya.

Menurut Sarmuji, pemanfaatan seluruh bagian hasil produksi sagu dapat mendukung penerapan ekonomi sirkular. Dengan pendekatan tersebut, sagu berpeluang menjadi sumber pertumbuhan industri baru yang memberikan manfaat ekonomi lebih luas.

"Jika seluruh potensi ini dapat dimanfaatkan, sagu bukan hanya menjadi komoditas pangan, tetapi juga dapat menjadi sumber pertumbuhan industri baru yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat," jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya diversifikasi pangan agar ketahanan pangan nasional tidak hanya bergantung pada beras. Indonesia memiliki beragam sumber pangan lokal yang dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dalam forum tersebut turut dipaparkan perkembangan pangsa pasar pati sagu Indonesia di Jepang. Pada 2021, kontribusinya tercatat sebesar 2 persen, kemudian naik menjadi 7 persen pada 2022, 8 persen pada 2023, 9 persen pada 2024, dan mencapai 14 persen pada 2025.

Peningkatan tersebut dinilai membuka kesempatan lebih besar bagi produk sagu Indonesia untuk bersaing di pasar global. Namun, perluasan pasar harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas produksi, investasi, teknologi, serta kemampuan industri dalam memenuhi standar internasional.

"Kami mengundang para pelaku industri dan investor Jepang untuk menjajaki berbagai peluang kerja sama dengan industri sagu di Indonesia. Kita ingin potensi besar yang dimiliki daerah dapat dikembangkan menjadi produk unggulan yang memiliki daya saing di pasar internasional," ungkap Sarmuji.

Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian RI, Putu Juli Ardika, menambahkan bahwa pemerintah terus mendorong penguatan industri pengolahan sagu untuk meningkatkan nilai tambah produk dan membangun rantai pasok yang berkelanjutan.

Menurut Putu, Sagu Business Forum 2026 menjadi ruang pertemuan bagi para pemangku kepentingan untuk membangun kemitraan, memperluas pemasaran, serta menjajaki investasi dan kerja sama teknologi antara Indonesia dan Jepang.

Forum tersebut diikuti sekitar 130 peserta, terdiri dari 60 perwakilan Indonesia dan 70 peserta dari Jepang. Peserta berasal dari unsur pemerintah, asosiasi, pengusaha, peneliti, hingga media.

Terdapat tiga agenda utama dalam kegiatan itu, yakni Industrial Forum untuk membahas potensi dan kebijakan pengembangan industri sagu, One-on-One Business Matching sebagai wadah pertemuan langsung antarpelaku usaha, serta Sagu Product Showcase untuk memperkenalkan produk olahan dan inovasi sagu.

Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi salah satu daerah yang mengikuti pameran produk tersebut bersama Kabupaten Seram Bagian Timur, Kepulauan Mentawai, dan Kabupaten Lingga.

Putu berharap pertemuan bisnis yang berlangsung dapat berlanjut menjadi kemitraan jangka panjang, khususnya dalam pengembangan produk, perdagangan, investasi, dan transfer teknologi.

Bagi Kepulauan Meranti, kesempatan ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih konkret. Melalui dukungan pemerintah pusat, keterlibatan investor, serta penguatan industri pengolahan, sagu Meranti diharapkan mampu berkembang menjadi produk bernilai tambah dan memiliki daya saing di pasar internasional.

Editor : Munazlen Nazir

TOPIK TERKAIT

Kepulauan Meranti Bupati Asmar Sagu Business Forum 2026 Industri Sagu Ekspor Sagu
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Daerah

    Bupati Asmar Usulkan Revitalisasi 72 Sekolah di Meranti Berlanjut pada 2027

    Rabu, 04 Nov 2026 | 19:27 WIB
  • Politik

    Asmar Resmi Pimpin DPC PKB Kepulauan Meranti 2026–2031

    Minggu, 01 Nov 2026 | 22:32 WIB
  • Daerah

    51 SMP Terlibat, Semarak Bulan Bahasa Meranti Angkat Sastra Melayu

    Sabtu, 31 Okt 2026 | 21:11 WIB
  • Daerah

    Pemkab Meranti Siapkan Peremajaan 3.500 Hektare Kebun Kelapa

    Selasa, 20 Okt 2026 | 10:01 WIB
  • Peristiwa

    Satu Korban Pompong Tenggelam di Meranti Ditemukan Meninggal, Pencarian Satu Korban Lain Berlanjut

    Rabu, 05 Agu 2026 | 16:54 WIB

Terpopuler

  • #1

    Dugaan Tambang Ilegal di Kampar Disorot, Polsek Tambang Turun ke Parit Baru

    Kamis, 29 Okt 2026 - 17:28 WIB
  • #2

    17.500 Orang Padati KKR Pemuda Riau, Peserta Membludak, Panitia Evaluasi Gelaran 2027

    Minggu, 25 Okt 2026 - 18:00 WIB
  • #3

    GRANAT Apresiasi Konsistensi Polresta Pekanbaru dalam Pemberantasan dan Pencegahan Narkotika

    Senin, 02 Nov 2026 - 21:13 WIB
  • #4

    Pilkades Siarang-arang Disorot, Warga Mengaku Kehilangan Hak Pilih

    Selasa, 27 Okt 2026 - 01:08 WIB
  • #5

    Dukung Green Policing Polda Riau, Bhabinkamtibmas Payung Sekaki Gandeng Warga Hijaukan Pekanbaru

    Rabu, 28 Okt 2026 - 13:22 WIB
  • #6

    Sikat Habis Narkoba! Razia 6 THM di Pekanbaru Jaring Pekerja Positif Sabu Dini Hari

    Sabtu, 31 Okt 2026 - 13:12 WIB
  • #7

    Polda Riau Gelar Minggu Kasih di GBI Bethany: Polisi Siap Dengar Aspirasi Warga

    Minggu, 25 Okt 2026 - 12:34 WIB
  • #8

    Bersih-Bersih Internal! Kapolda Riau Ancam Pecat Polisi Pengedar Narkoba

    Senin, 02 Nov 2026 - 13:12 WIB
  • #9

    Mahasiswa HMI Geruduk DPRD Riau, Polresta Pekanbaru Kawal hingga Audiensi

    Selasa, 27 Okt 2026 - 19:25 WIB

HUKRIM

  • Rapikan Barisan APH di Bengkalis, Kapolres dan Kajari Garansi Kepastian Hukum

    Rapikan Barisan APH di Bengkalis, Kapolres dan Kajari Garansi Kepastian Hukum

    Kamis, 05 Nov 2026 | 14:58 WIB
  • Polda Riau Bongkar Sindikat Pupuk Ilegal 45,8 Ton, 926 Karung Palsu Siap Tipu Petani Sawit

    Polda Riau Bongkar Sindikat Pupuk Ilegal 45,8 Ton, 926 Karung Palsu Siap Tipu Petani Sawit

    Kamis, 05 Nov 2026 | 12:20 WIB
  • Polisi Bakar Tiga Rakit Emas Ilegal di Kampar Kiri, Pelaku Diminta Jangan Coba-coba Merusak Alam!  ?

    Polisi Bakar Tiga Rakit Emas Ilegal di Kampar Kiri, Pelaku Diminta Jangan Coba-coba Merusak Alam! ?

    Kamis, 05 Nov 2026 | 08:29 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • Mendag Budi Santoso: Manfaat Integrasi Ekonomi APEC Harus Dirasakan UMKM

    Mendag Budi Santoso: Manfaat Integrasi Ekonomi APEC Harus Dirasakan UMKM

    Rabu, 04 Nov 2026 | 21:03 WIB
  • BRAN Rancang Struktur Baru, Tiga Deputi dan Lima Korwil Disiapkan

    BRAN Rancang Struktur Baru, Tiga Deputi dan Lima Korwil Disiapkan

    Rabu, 04 Nov 2026 | 14:22 WIB
  • PIHPS Catat Harga Pangan Nasional, Cabai Rawit Merah Tembus Rp86.900 per Kg

    PIHPS Catat Harga Pangan Nasional, Cabai Rawit Merah Tembus Rp86.900 per Kg

    Rabu, 04 Nov 2026 | 13:10 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com