https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Indeks Harmoni Riau Tembus 7,32, Peringkat 10 Nasional •   BNPB Catat 2.285 Kejadian Bencana di Indonesia, Banjir dan Karhutla Masih Terjadi •   Ismiatun Dorong Posyandu di Meranti Lebih Aktif dan Tingkatkan Kualitas Pelayanan •   Freeport Catat Pemulihan Tambang Grasberg Tembus 67 Persen, Produksi Tembaga dan Emas Freeport Mulai Bangkit
Home › Ekonomi › OCBC Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen, Konsumsi Domestik Jadi Penopang
Ekonomi
Pulau Jawa & Madura

OCBC Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen, Konsumsi Domestik Jadi Penopang

Selasa, 03 November 2026 | 18:34 WIB,  
Penulis : Yudi Setiawan
OCBC Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen, Konsumsi Domestik Jadi Penopang

Keterangan Foto: Chief Economist & Head OCBC Group Research, Selena Ling (kiri) di Jakarta, Selasa (3/11/2026). ANTARA/TD-YS

JAKARTA, Tabloid Diksi – Perekonomian Indonesia diperkirakan masih mampu mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang 2026. OCBC memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,2 persen, dengan konsumsi dan permintaan domestik menjadi faktor utama yang menopang kinerja tersebut.

Proyeksi itu disampaikan Chief Economist & Head OCBC Group Research, Selena Ling, dalam kegiatan OCBC Outlook – ASEAN Opportunity: Business Growth & Wealth Expansion di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

    Baca juga:
  • Kemenhub Bentuk Posko Terpadu Nataru 2026/2027, Pemantauan Transportasi Dimulai 18 Desember

  • Cuaca Ekstrem Tekan Produksi, Harga Cabai Rawit Merah Sempat Tembus Rp124 Ribu per Kg

  • Pajak Digital Mulai Diperbincangkan, DJP Tegaskan Transfer Dana Tak Otomatis Kena PPN

Menurut Selena, kekuatan permintaan dalam negeri menjadi salah satu modal penting bagi Indonesia untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

“Sebagian besar dukungan (pertumbuhan ekonomi pada tahun ini) berasal dari sisi permintaan domestik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, investasi dan konsumsi rumah tangga masih menjadi dua komponen penting dalam menjaga aktivitas perekonomian. Hal tersebut terlihat dari pertumbuhan investasi yang mencapai 6,9 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal II-2026.

Selain itu, belanja infrastruktur, penanaman modal sektor swasta, serta dukungan kebijakan fiskal turut memberikan kontribusi terhadap aktivitas ekonomi nasional.

Kondisi pasar tenaga kerja juga dinilai relatif stabil. Tingkat pengangguran Indonesia tercatat sebesar 4,65 persen pada Mei 2026.

Meski memiliki fondasi domestik yang cukup kuat, Selena mengingatkan bahwa Indonesia tetap perlu memperhitungkan sejumlah risiko eksternal.

Gejolak geopolitik, terutama konflik di kawasan Timur Tengah serta ketegangan Rusia-Ukraina, berpotensi memicu ketidakstabilan harga energi dunia. Dampaknya dapat merembet pada kenaikan biaya transportasi, logistik, hingga harga barang impor.

Tekanan lain datang dari ketidakpastian perdagangan internasional, termasuk kebijakan tarif impor Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi aktivitas perdagangan global.

Di sektor moneter, arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed) juga menjadi perhatian. Pasar memperkirakan adanya kemungkinan kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada pertemuan Desember 2026.

Selena menilai, perkembangan harga energi dan inflasi akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah kebijakan moneter Amerika Serikat selanjutnya.

“Menurut kami, seiring dengan stabilnya harga energi, ada kemungkinan Amerika Serikat akan memasuki masa jeda yang berkepanjangan setelah kenaikan suku bunga di bulan Desember. Namun, mereka akan tetap sangat waspada terhadap tekanan inflasi,” jelasnya.

Sementara di dalam negeri, inflasi Indonesia disebut masih berada dalam rentang sasaran Bank Indonesia, yakni 1,5 hingga 3,5 persen.

Namun, potensi kenaikan harga pangan akibat perubahan kondisi cuaca, termasuk fenomena El Nino, tetap perlu diantisipasi. Kondisi tersebut dapat memengaruhi biaya hidup masyarakat sekaligus kepercayaan pelaku usaha.

Untuk mempertahankan momentum pertumbuhan, Selena menekankan pentingnya kebijakan yang mendukung ketahanan pangan, memperluas akses pembiayaan bagi sektor produktif, serta mempercepat realisasi investasi.

Menurutnya, investasi yang telah direncanakan perlu segera diwujudkan menjadi kegiatan produksi dan kapasitas usaha yang benar-benar beroperasi.

Di sisi lain, Indonesia dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan yang luas, khususnya pada sektor ritel, kesehatan, dan layanan digital.

Minat investasi pada industri manufaktur dan hilirisasi juga membuka kebutuhan baru terhadap kawasan industri, infrastruktur logistik, sistem pembayaran digital, serta ketersediaan pasokan listrik yang andal, termasuk energi terbarukan.

“Kami memandang semua ini sebagai bidang peluang yang saling melengkapi, (dan) membantu para investor menangkap pertumbuhan Indonesia, sekaligus berkontribusi pada peningkatan produktivitas dan partisipasi yang lebih mendalam dalam rantai pasok ASEAN,” tutup Selena.

Editor : Munazlen Nazir

TOPIK TERKAIT

OCBC Ekonomi Indonesia Pertumbuhan Ekonomi 2026 Selena Ling Investasi
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Nasional

    Polri Gandeng Tokoh Katolik, Kapolri Dorong Kerukunan dan Stabilitas Nasional

    Selasa, 03 Nov 2026 | 18:29 WIB
  • Nasional

    Polri Mutasi 264 Perwira, Gatot Sujono Isi Jabatan Kapusjarah

    Selasa, 03 Nov 2026 | 18:21 WIB
  • Politik

    Komisi III DPR Apresiasi Langkah Polri Tindaklanjuti Polemik Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo

    Selasa, 03 Nov 2026 | 15:53 WIB
  • Ekonomi

    Kemenhub Bentuk Posko Terpadu Nataru 2026/2027, Pemantauan Transportasi Dimulai 18 Desember

    Selasa, 03 Nov 2026 | 15:44 WIB
  • Ekonomi

    Cuaca Ekstrem Tekan Produksi, Harga Cabai Rawit Merah Sempat Tembus Rp124 Ribu per Kg

    Selasa, 03 Nov 2026 | 15:35 WIB

Terpopuler

  • #1

    Bentuk Generasi Unggul, Polsek Tambang Bersama Densus 88 Gelar Green Policing dan Edukasi Pelajar

    Senin, 19 Okt 2026 - 09:37 WIB
  • #2

    Dugaan Tambang Ilegal di Kampar Disorot, Polsek Tambang Turun ke Parit Baru

    Kamis, 29 Okt 2026 - 17:28 WIB
  • #3

    17.500 Orang Padati KKR Pemuda Riau, Peserta Membludak, Panitia Evaluasi Gelaran 2027

    Minggu, 25 Okt 2026 - 18:00 WIB
  • #4

    Dukung Green Policing Polda Riau, Bhabinkamtibmas Payung Sekaki Gandeng Warga Hijaukan Pekanbaru

    Rabu, 28 Okt 2026 - 13:22 WIB
  • #5

    Pilkades Siarang-arang Disorot, Warga Mengaku Kehilangan Hak Pilih

    Selasa, 27 Okt 2026 - 01:08 WIB
  • #6

    Polda Riau Gelar Minggu Kasih di GBI Bethany: Polisi Siap Dengar Aspirasi Warga

    Minggu, 25 Okt 2026 - 12:34 WIB
  • #7

    Sikat Habis Narkoba! Razia 6 THM di Pekanbaru Jaring Pekerja Positif Sabu Dini Hari

    Sabtu, 31 Okt 2026 - 13:12 WIB
  • #8

    GRANAT Apresiasi Konsistensi Polresta Pekanbaru dalam Pemberantasan dan Pencegahan Narkotika

    Senin, 02 Nov 2026 - 21:13 WIB
  • #9

    Mahasiswa HMI Geruduk DPRD Riau, Polresta Pekanbaru Kawal hingga Audiensi

    Selasa, 27 Okt 2026 - 19:25 WIB

HUKRIM

  • Edarkan 25 Gram Sabu, 4 Pelaku Diringkus Polsek Siak Hulu di Kampar-Pekanbaru

    Edarkan 25 Gram Sabu, 4 Pelaku Diringkus Polsek Siak Hulu di Kampar-Pekanbaru

    Selasa, 03 Nov 2026 | 10:22 WIB
  • Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas Rp4,63 Miliar, Dua Pejabat Inspektorat Papua Barat Daya Tersangka

    Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas Rp4,63 Miliar, Dua Pejabat Inspektorat Papua Barat Daya Tersangka

    Senin, 02 Nov 2026 | 16:27 WIB
  • Bersih-Bersih Internal! Kapolda Riau Ancam Pecat Polisi Pengedar Narkoba

    Bersih-Bersih Internal! Kapolda Riau Ancam Pecat Polisi Pengedar Narkoba

    Senin, 02 Nov 2026 | 13:12 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • OCBC Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen, Konsumsi Domestik Jadi Penopang

    OCBC Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen, Konsumsi Domestik Jadi Penopang

    Selasa, 03 Nov 2026 | 18:34 WIB
  • Kemenhub Bentuk Posko Terpadu Nataru 2026/2027, Pemantauan Transportasi Dimulai 18 Desember

    Kemenhub Bentuk Posko Terpadu Nataru 2026/2027, Pemantauan Transportasi Dimulai 18 Desember

    Selasa, 03 Nov 2026 | 15:44 WIB
  • Cuaca Ekstrem Tekan Produksi, Harga Cabai Rawit Merah Sempat Tembus Rp124 Ribu per Kg

    Cuaca Ekstrem Tekan Produksi, Harga Cabai Rawit Merah Sempat Tembus Rp124 Ribu per Kg

    Selasa, 03 Nov 2026 | 15:35 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com