Home › Nasional › BNPB Catat Empat Kejadian Bencana di Tiga Provinsi, Puluhan Warga Terdampak
BNPB Catat Empat Kejadian Bencana di Tiga Provinsi, Puluhan Warga Terdampak
Keterangan Foto: Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi. Dok. BNPB/TD-YS
JAKARTA, Tabloid Diksi – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode 31 Oktober hingga 1 November 2026. Bencana tersebut meliputi angin puting beliung, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta banjir.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D., menyampaikan bahwa laporan kejadian dihimpun berdasarkan pemantauan Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB sejak Sabtu (31/10) pukul 07.00 WIB hingga Minggu (1/11) pukul 07.00 WIB.
- Baca juga:
"Sejumlah kejadian bencana dilaporkan terjadi di beberapa daerah, di antaranya angin puting beliung di Kabupaten Lampung Timur, karhutla di Kabupaten Luwu dan Kolaka Timur, serta banjir di Kabupaten Banyumas," ujar Berton dalam keterangan resminya, Minggu (1/11/2026).
Angin puting beliung menerjang Dusun 4, Desa Ratna Daya, Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, Jumat (30/10) sekitar pukul 16.00 WIB. Peristiwa yang terjadi saat hujan disertai angin tersebut berdampak terhadap 12 kepala keluarga (KK).
Sebanyak 12 rumah warga mengalami kerusakan dan dua fasilitas umum turut terdampak. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
"BPBD Kabupaten Lampung Timur bersama unsur TNI, Polri, pemerintah desa, Satpol PP, dan masyarakat telah melakukan pendataan serta kaji cepat terhadap dampak kerusakan. Hingga Sabtu (31/10), kondisi di lokasi dilaporkan kondusif," jelasnya.
Sementara itu, karhutla melanda lahan kosong milik warga di Desa Karang-karangan, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Jumat (30/10) sekitar pukul 16.20 WITA.
Kebakaran diperkirakan menghanguskan lahan seluas empat hektare. Kondisi lahan yang kering disertai angin cukup kencang menyebabkan api cepat merambat.
"Tim pemadam kebakaran bersama masyarakat dan unsur terkait melakukan pemadaman serta pendinginan untuk mencegah api meluas. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.30 WITA. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," ungkap Berton.
BNPB juga mencatat kebutuhan sejumlah peralatan pendukung penanganan karhutla di lapangan, antara lain pompa punggung, pompa jinjing, tangki air portabel, peralatan pemukul api, pakaian pelindung, sepatu bot, helm, kacamata, dan masker.
Di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, banjir terjadi pada Jumat (30/10) setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut. Genangan melanda Desa Wangon, Kecamatan Wangon, dan Desa Gerduren, Kecamatan Purwojati.
Keterbatasan kapasitas saluran drainase turut menjadi faktor terjadinya genangan. Sebanyak sembilan KK atau 32 jiwa terdampak, dengan sembilan rumah warga mengalami dampak banjir. Tidak ada korban jiwa.
"BPBD Kabupaten Banyumas telah melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan aparat setempat. Hingga Sabtu (31/10), kondisi banjir berangsur surut. Warga juga mulai membersihkan rumah masing-masing, sementara koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dilakukan untuk penanganan saluran drainase," katanya.
Kejadian karhutla lainnya dilaporkan terjadi di Desa Woiha, tepatnya di belakang Sekolah Luar Biasa (SLB), Kecamatan Tirawuta, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara.
Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 1,5 hektare kebun milik warga yang ditanami kelapa sawit berusia kurang dari satu tahun dan tanaman sagu. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
"BPBD Kabupaten Kolaka Timur telah berkoordinasi dengan pihak terkait dan melakukan asesmen di lokasi kejadian. Berdasarkan laporan terakhir hingga Sabtu (31/10), api berhasil dipadamkan," terang Berton.
Menanggapi sejumlah kejadian tersebut, BNPB mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan risiko bencana hidrometeorologi.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta menjaga kebersihan dan kelancaran saluran drainase guna mengurangi risiko banjir," imbaunya.
Berton juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan kejadian bencana maupun titik api kepada BPBD setempat serta mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi BNPB dan BPBD.






Komentar Via Facebook :