Home › Politik › Karhutla Memburuk, Pasien RS di Kalteng Melonjak hingga Tiga Kali Lipat
Karhutla Memburuk, Pasien RS di Kalteng Melonjak hingga Tiga Kali Lipat
Keterangan Foto: Konferensi Pers Ketua DPR RI, Puan Maharani terkait karhutla. Dok : Humas DPR RI. TD.YS
JAKARTA, Tabloid Diksi – Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti lonjakan jumlah pasien rumah sakit di Kalimantan Tengah (Kalteng) di tengah memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Ia meminta pemerintah memperkuat infrastruktur dan pelayanan kesehatan guna mengantisipasi peningkatan kebutuhan perawatan masyarakat terdampak.
“Peningkatan pasien di rumah sakit di Kalimantan Tengah menunjukkan krisis kesehatan akibat Karhutla semakin besar. Infrastruktur kesehatan di wilayah ini harus semakin diperkuat,” kata Puan dalam keterangan pers, Senin (26/10/2026).
- Baca juga:
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan jumlah pasien yang masuk rumah sakit di Kalteng meningkat hingga tiga kali lipat seiring memburuknya kualitas udara akibat asap Karhutla.
Lonjakan tersebut diduga berkaitan dengan meningkatnya polusi udara yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dilaporkan mencapai lebih dari 72.431 kasus, dengan jumlah tertinggi tercatat di Kota Palangka Raya.
Salah satu fasilitas kesehatan yang terdampak adalah RSUD dr. Doris Sylvanus di Palangka Raya. Rumah sakit tersebut mulai mengalami kepadatan pasien, meskipun pelayanan masih dapat ditangani.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) disebut telah menyiapkan percepatan distribusi bantuan peralatan medis, termasuk ventilator, ke sejumlah rumah sakit di kabupaten dan kota di Kalteng.
Puan menyambut baik langkah pemerintah dalam menambah dukungan pelayanan kesehatan. Namun, ia menegaskan bahwa bantuan harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing rumah sakit agar dapat segera dimanfaatkan.
“Penguatan tersebut juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan setiap rumah sakit agar bantuan segera dapat digunakan untuk pelayanan,” ujarnya.
Puan juga mendorong Kemenkes bersama dinas kesehatan setempat untuk memperbarui data terkait jumlah pasien, kebutuhan perawatan, tingkat keterisian tempat tidur, serta kemampuan fasilitas kesehatan dalam menerima rujukan.
Menurutnya, informasi tersebut penting untuk menentukan rumah sakit yang paling membutuhkan tambahan dukungan sehingga penyaluran bantuan dapat dilakukan secara tepat dan cepat.
“Rumah sakit yang menerima pasien lebih banyak harus segera memperoleh dukungan yang sesuai dengan kekurangan tenaga, sarana, dan kapasitas perawatannya,” kata Puan.
Selain rumah sakit, Puan meminta pelayanan di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) diperkuat agar warga dapat menjalani pemeriksaan lebih awal dan memperoleh penanganan sesuai kondisi klinisnya.
Ia menekankan bahwa penanganan dampak asap Karhutla juga harus memastikan pelayanan kesehatan lainnya tetap berjalan, termasuk persalinan, tindakan gawat darurat, dan pengobatan rutin.
“Pada saat yang sama, penguatan penanganan dampak asap Karhutla perlu pula menjaga keberlangsungan pelayanan lain, termasuk persalinan, tindakan gawat darurat, dan pengobatan rutin,” tuturnya.
Puan turut mengingatkan pemerintah agar memperhatikan kondisi keluarga terdampak yang menghadapi tekanan berlapis, terutama ketika kebutuhan biaya perawatan meningkat sementara penghasilan berkurang akibat terbatasnya aktivitas ekonomi.
Menurutnya, pemerintah pusat dan daerah perlu menyepakati bentuk dukungan yang berkelanjutan selama situasi darurat berlangsung. Masyarakat harus mendapatkan kepastian mengenai akses bantuan, termasuk ketika anggota keluarga masih membutuhkan perawatan atau belum dapat kembali bekerja seperti biasa.
“Harapan keluarga adalah dapat mendampingi orang yang sakit tanpa kehilangan pijakan untuk menjalani hari berikutnya. Dukungan negara perlu memberi mereka kepastian selama melewati masa sulit ini,” ujarnya.
Puan menegaskan DPR RI akan mengawal tindak lanjut penanganan Karhutla, termasuk upaya mengatasi krisis kesehatan yang dialami masyarakat melalui komisi terkait.
“Kita ingin warga dapat memusatkan perhatian pada pemulihan dengan keyakinan bahwa bantuan dapat diandalkan,” katanya.
Ia juga mengapresiasi tenaga kesehatan, petugas, relawan, dan masyarakat yang terus membantu penanganan Karhutla serta memberikan pelayanan kepada warga terdampak.
“Dukungan dari tenaga kesehatan, petugas, relawan, dan masyarakat dalam penanganan Karhutla harus mendapat dukungan dari negara,” ungkap Puan.
Ia menambahkan, meningkatnya kebutuhan perawatan akibat Karhutla dapat membawa perubahan besar terhadap kehidupan keluarga yang terdampak krisis kesehatan. Karena itu, dukungan pemerintah perlu diberikan secara terarah dan berkelanjutan agar masyarakat dapat melewati masa sulit tersebut. ***






Komentar Via Facebook :