https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Komisi II DPR Dorong Pembahasan RUU Pemilu Tak Sekadar Kejar Target •   Dugaan Pencabulan 4 Anak di Kampar Terungkap, Polisi Tangkap Guru Ngaji •   BEM UHTP dan PeHR Tanam Pohon di Okura Hidupkan Green Policing •   HUT ke-81 Korps Brimob Polri, Warga Kampar Dapat Pengobatan dan Cek Kesehatan Gratis
Home › Politik › Hadapi Kekeringan, DPR Dorong Sinergi Kementan dan Pemda Perkuat Irigasi
Politik
Pulau Jawa & Madura

Hadapi Kekeringan, DPR Dorong Sinergi Kementan dan Pemda Perkuat Irigasi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:57 WIB,  
Penulis : Yudi Setiawan
Hadapi Kekeringan, DPR Dorong Sinergi Kementan dan Pemda Perkuat Irigasi

Keterangan Foto: Anggota Komisi IV DPR RI Herry Dermawan saat melakukan kunker ke MTI CA. Foto : Humas DPR RI. TD.YS

JAKARTA, Tabloid Diksi — Anggota Komisi IV DPR RI Herry Dermawan mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mengantisipasi dampak kekeringan terhadap sektor pertanian.

Hal itu disampaikan Herry saat ditemui di tempat pemeriksaan Karantina, Multi Terminal Indonesia Common Area (MTI CA), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (2/10/2026).

    Baca juga:
  • RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Segera Dibawa ke Paripurna DPR

  • Komisi VIII Pastikan Biaya Pelunasan Haji 2027 Lebih Ringan

  • DPR Siap Bahas RUU Perampasan Aset

Herry menanggapi data Kementerian Pertanian yang mencatat sekitar 50 ribu hektare sawah di Indonesia terdampak kekeringan. Menurutnya, pemerintah sebenarnya telah menyiapkan sejumlah program untuk mendukung ketersediaan air bagi lahan pertanian, di antaranya melalui pembangunan irigasi perpompaan dan irigasi perpipaan.

Namun, pelaksanaan program tersebut di daerah dinilai masih perlu diperkuat, terutama dari sisi koordinasi dan penyerapan.

“Jadi tinggal komunikasi. Sebenarnya pemerintah sudah siap, tapi pelaksanaannya belum. Di kementerian mungkin juga ada masalah irigasi perpompaan, terus irigasi perpipaan, di samping irigasi tersier,” ujar Herry.

Ia menjelaskan, irigasi perpompaan dilakukan dengan mengambil sumber air menggunakan pompa. Sementara irigasi perpipaan memanfaatkan sistem pemompaan yang kemudian menyalurkan air melalui jaringan pipa.

Menurut Herry, persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah tingkat penyerapan kedua program tersebut yang dinilai belum sesuai harapan.

“Kalau irigasi tersier kan harus ada sumber air yang besar. Kalau irigasi perpompaan itu ngebor. Kalau irigasi perpipaan juga begitu, ngebor, namun dialihkan dengan pipa. Kemungkinan daya serapnya, penyerapan dua program itu sangat tidak seperti yang kita harapkan,” jelasnya.

Herry menilai persoalan tersebut bukan hanya berkaitan dengan kesiapan pemerintah pusat, tetapi juga komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah kabupaten dan provinsi, kata dia, perlu lebih aktif menyampaikan kebutuhan wilayahnya kepada Kementerian Pertanian agar program yang telah disiapkan dapat direalisasikan sesuai kondisi di lapangan.

“Ini kan nantinya komunikasi antara yang di bawah dengan yang di atas. Dari kabupaten, Dinas Pertanian Kabupaten, provinsi, sama Kementan. Nah, ini yang perlu kita tingkatkan. Kalau persiapannya sudah, di awal tahun itu sudah disiapkan semua,” katanya.

Ia menegaskan pemerintah pusat tidak dapat membangun seluruh kebutuhan infrastruktur pertanian tanpa adanya usulan dari pemerintah daerah. Karena itu, daerah diminta tidak ragu menyampaikan kebutuhan dan kendala yang dihadapi di lapangan.

“Cuma mungkin pelaksanaannya di daerah, karena pusat juga enggak berani bangun tanpa ada permintaan daerah. Sebaiknya daerah mungkin mau minta ke pusat juga ada halangan yang apa, itu enggak tahu, nanti kita akan bahas,” ujar Herry.

Menurut Herry, berbagai hambatan yang menyebabkan rendahnya penyerapan program irigasi perlu dibahas bersama untuk menemukan solusi. Sinergi pusat dan daerah dinilai menjadi kunci agar program penyediaan air bagi lahan pertanian dapat berjalan optimal.

“Yang paling penting sinergi itu. Karena peralatannya dan lain sebagainya sudah disiapkan oleh pemerintah,” pungkasnya. ***

Editor : Munazlen Nazir

TOPIK TERKAIT

Komisi IVDPR RIHerry Dermawan
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Politik

    Kapolri Baru Didorong Reformasi Kultural, Hapus Kultur ‘No Viral No Justice’

    Jumat, 02 Okt 2026 | 16:18 WIB
  • Politik

    Komisi III DPR Akan Kawal Kepemimpinan Kapolri Baru

    Kamis, 01 Okt 2026 | 18:18 WIB
  • Politik

    DPR Tetapkan Komisi IV Sebagai Mitra Kerja Badan Otorita Pantura Jawa

    Kamis, 01 Okt 2026 | 18:12 WIB
  • Politik

    DPR Setujui Perpanjangan Waktu Pembahasan RUU Desain Industri

    Kamis, 01 Okt 2026 | 18:07 WIB
  • Politik

    DPR RI Sahkan ABPN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Ditargetkan 6 Persen

    Selasa, 29 Sep 2026 | 18:10 WIB

Terpopuler

  • #1

    Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Siak Kecil, Polisi Kejar Pelaku hingga Jambi

    Rabu, 23 Sep 2026 - 11:30 WIB
  • #2

    Pria 21 Tahun Ditemukan Meninggal Tergantung di Ruko Apotek Rama Farma Kampar

    Kamis, 24 Sep 2026 - 15:54 WIB
  • #3

    Sertijab di Mapolda Riau, AKBP Fahrian Tinggalkan Bengkalis dan AKBP Eko Rubiyanto Jadi Kapolres Baru

    Sabtu, 26 Sep 2026 - 13:48 WIB
  • #4

    Desil Warga Berubah, Pemko Pekanbaru Sediakan Posko Pengaduan di Setiap Kelurahan

    Sabtu, 26 Sep 2026 - 16:20 WIB
  • #5

    Satgas PKH Tegaskan Penertiban Hutan Bukan Anti-Usaha, 6 Personel Disiapkan turun ke Kampar

    Rabu, 23 Sep 2026 - 18:33 WIB
  • #6

    Sembako untuk Warga Muara Fajar, Polsek Rumbai Barat Gandeng JB Yayasan Bina Sosial

    Selasa, 29 Sep 2026 - 12:15 WIB
  • #7

    Pemerintah Tuntaskan Utang Obligasi BLBI Rp218,3 Triliun

    Rabu, 23 Sep 2026 - 18:48 WIB
  • #8

    Perubahan APBD Riau 2026 Diajukan, Belanja Capai Rp8,378 Triliun dan Pemprov Bentuk Satgas OPAD

    Rabu, 23 Sep 2026 - 20:11 WIB
  • #9

    HUT ke-81 TNI, Polisi Datang Bawa Tumpeng: Pesan Kapolsek Payung Sekaki soal Soliditas TNI-Polri

    Senin, 05 Okt 2026 - 17:15 WIB

HUKRIM

  • Dugaan Pencabulan 4 Anak di Kampar Terungkap, Polisi Tangkap Guru Ngaji

    Dugaan Pencabulan 4 Anak di Kampar Terungkap, Polisi Tangkap Guru Ngaji

    Kamis, 08 Okt 2026 | 16:21 WIB
  • Antar Somasi Berujung Dugaan Kekerasan, Advokat Muda Pekanbaru Lapor Polisi

    Antar Somasi Berujung Dugaan Kekerasan, Advokat Muda Pekanbaru Lapor Polisi

    Rabu, 07 Okt 2026 | 19:36 WIB
  • Dua Pengedar Ditangkap di Tapung Hilir, Polisi Sita 22 Paket Sabu dan Ganja

    Dua Pengedar Ditangkap di Tapung Hilir, Polisi Sita 22 Paket Sabu dan Ganja

    Selasa, 06 Okt 2026 | 19:32 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • APBN 2026-2027 Tak Andalkan Dividen Danantara, Menkeu Ungkap Fokus Pemerintah

    APBN 2026-2027 Tak Andalkan Dividen Danantara, Menkeu Ungkap Fokus Pemerintah

    Kamis, 08 Okt 2026 | 10:53 WIB
  • Kapasitas Smelter Nikel Capai 320 Juta Ton, ESDM Evaluasi Kuota Produksi Tambang

    Kapasitas Smelter Nikel Capai 320 Juta Ton, ESDM Evaluasi Kuota Produksi Tambang

    Rabu, 07 Okt 2026 | 18:20 WIB
  • HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    Senin, 31 Agu 2026 | 22:40 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com