Home › Daerah › Kapolres Kampar Pimpin 98 Personel Tembus 50 Km untuk Jinakkan 7 Titik di Medan Terpencil
Kapolres Kampar Pimpin 98 Personel Tembus 50 Km untuk Jinakkan 7 Titik di Medan Terpencil
Keterangan Foto: Kapolres Kampar Pimpin 98 Personel Tembus 50 Km untuk Jinakkan 7 Titik di Medan Terpencil. Dok. Humas.TD/Azhar
KAMPAR, Tabloid Diksi – Tujuh titik api berkobar di kawasan perbukitan terpencil perbatasan Kampar Kiri dan XIII Koto Kampar. Tak mau mengambil risiko api meluas, Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang turun langsung memimpin 98 personel menuju lokasi, Kamis (17/9/2026).
Bukan perkara mudah untuk mencapai kawasan tersebut. Tim harus menempuh perjalanan sekitar 50 kilometer dengan waktu tempuh hingga lima jam. Jalur yang dilalui berupa medan perbukitan terjal dan berbatu cadas.
- Baca juga:
Sesampainya di lokasi, petugas mendapati kebakaran telah menghanguskan sekitar 10 hektare lahan yang tersebar pada tujuh titik. Kondisi semakin sulit karena sumber air berada jauh dan jumlahnya terbatas. Jaringan komunikasi juga tidak tersedia.
Namun operasi pemadaman tetap dilanjutkan. Sebanyak 98 personel gabungan dikerahkan, terdiri atas 53 personel Polres Kampar dan Polsek Kampar Kiri, 28 personel Brimobda Polda Riau, dua personel TNI, 10 personel Manggala Agni dan lima personel RPK PT Ciliandra.
Mereka membawa sembilan kendaraan roda empat, 13 kendaraan roda dua, puluhan gulung selang, 10 nozzle, enam Mini Streker, dua mesin Robin serta 50 jerigen cairan pemadam X-Fire.
Keterbatasan sumber air membuat petugas harus bekerja ekstra. Air diangkut dari sumber yang tersedia menuju lokasi kebakaran, sementara personel lainnya menyisir kawasan untuk memastikan api tidak merambat ke bagian lahan lainnya.
Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang mengatakan operasi tersebut menjadi bukti keseriusan aparat dalam menangani karhutla, termasuk ketika lokasi kebakaran berada jauh di kawasan sulit dijangkau.
"Tidak ada medan yang terlalu jauh dan tidak ada keterbatasan yang boleh mengalahkan niat kami untuk menjaga alam," ujar Boby.
Dia memastikan penanganan tidak berhenti setelah api terlihat padam.
"Api mungkin menyusup ke tempat yang sulit dijangkau, tetapi tekad kami untuk menjangkaunya jauh lebih besar. Kami tidak akan pulang sebelum lahan benar-benar dingin dan aman," katanya.
Setelah berjam-jam berjibaku, tujuh titik api akhirnya berhasil dipadamkan. Kendati demikian, tim belum sepenuhnya meninggalkan lokasi karena masih ditemukan asap yang keluar dari dalam lahan.
Pendinginan terus dilakukan untuk memastikan bara di dalam tanah benar-benar mati. Petugas juga melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab kebakaran dan mengetahui pihak yang bertanggung jawab.
Hingga kini, identitas pemilik lahan masih dalam proses penyelidikan. Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Warga yang menemukan titik api atau asap di kawasan hutan dan lahan diminta segera melaporkannya melalui layanan 110 atau pos keamanan terdekat. Langkah cepat diperlukan agar api tidak kembali meluas dan upaya pemadaman berat yang telah dilakukan tidak sia-sia.






Komentar Via Facebook :