Home › Politik › Bandara Jakarta Terganggu Abu Vulkanik, TB Hasanuddin Dorong Kertajati Jadi Alternatif
Bandara Jakarta Terganggu Abu Vulkanik, TB Hasanuddin Dorong Kertajati Jadi Alternatif
Keterangan Foto: Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin. Foto : Humas DPR RI. TD.YS
JAKARTA, Tabloid Diksi – Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menyoroti gangguan penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak pada sejumlah bandara, termasuk Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma. Kondisi tersebut dinilai menjadi pengingat penting bagi Indonesia untuk memiliki bandara alternatif yang dapat diandalkan dalam situasi darurat.
TB Hasanuddin menilai Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka perlu tetap dipertahankan sebagai bandara internasional. Menurutnya, posisi Kertajati yang berada di Jawa Barat menjadikannya salah satu alternatif strategis ketika bandara-bandara utama di Jakarta mengalami gangguan operasional.
- Baca juga:
“Bandara Kertajati berada di tengah-tengah Jawa Barat dan dapat menjadi alternatif strategis apabila bandara-bandara di Jakarta tidak dapat digunakan,” kata TB Hasanuddin dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria, di Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Gangguan operasional sejumlah bandara terjadi menyusul sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan. Dampaknya turut dirasakan pada sejumlah penerbangan dari dan menuju wilayah terdampak.
TB Hasanuddin menjelaskan, abu vulkanik dapat membahayakan mesin pesawat karena partikel-partikelnya berpotensi masuk ke dalam mesin dan mengganggu kinerja pesawat. Karena itu, keberadaan bandara alternatif dinilai penting untuk menjaga konektivitas udara ketika bandara utama tidak dapat beroperasi secara normal.
“Peristiwa seperti ini bisa terjadi kembali. Karena itu, kita harus memiliki bandara alternatif yang dapat diandalkan,” tutur politikus Fraksi PDI-Perjuangan tersebut.
Atas pertimbangan itu, TB Hasanuddin meminta pemerintah mengkaji kembali rencana pemanfaatan Kertajati sebagai pusat perawatan dan perbaikan pesawat atau Maintenance, Repair and Overhaul (MRO).
Menurutnya, pengembangan fungsi Kertajati harus tetap mempertimbangkan kepentingan strategis nasional, termasuk kebutuhan menyediakan kapasitas cadangan penerbangan ketika bandara utama mengalami gangguan.
“Kalau benar ada rencana Kertajati dijadikan MRO demi kepentingan Amerika, tentu harus dipertimbangkan kembali karena kepentingan strategis Indonesia harus menjadi prioritas,” tegas TB Hasanuddin. ***






Komentar Via Facebook :