Home › Politik › Anggota Komisi IX DPR Dukung Penguatan Fasilitas dan SDM Kesehatan di Kulon Progo
Anggota Komisi IX DPR Dukung Penguatan Fasilitas dan SDM Kesehatan di Kulon Progo
Keterangan Foto: Add Rezki Pratama. Foto : Humas DPR RI. TD.YS
KULON PROGO, Tabloid Diksi – Anggota Komisi IX DPR RI Ade Rezki Pratama mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat. Ia mendorong pemerintah pusat turut memperkuat layanan kesehatan di daerah tersebut melalui revitalisasi fasilitas kesehatan, penambahan alat kesehatan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) kesehatan.
Hal itu disampaikan Ade saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI ke Kabupaten Kulon Progo, Jumat (4/9/2026).
- Baca juga:
Ade mengapresiasi kebijakan Pemkab Kulon Progo yang mengalokasikan hampir Rp14 miliar setiap tahun dari APBD untuk memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Menurutnya, komitmen tersebut turut tercermin dari capaian Universal Health Coverage (UHC) Kulon Progo yang telah mencapai 99,15 persen. Dari capaian tersebut, tingkat keaktifan kepesertaan tercatat sebesar 93 persen dengan cakupan lebih dari 455 ribu masyarakat.
“Kami mengapresiasi goodwill dari pemerintah Kabupaten Kulon Progo, kepala daerah, yang sudah mengalokasikan hampir Rp14 miliar setiap tahunnya dalam rangka memberikan perlindungan sebagai penerima bantuan iuran yang beralokasi dari APBD Kabupaten Kulon Progo,” ujar Ade.
Ia menilai capaian UHC tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kesehatan, khususnya kepada masyarakat miskin, kurang mampu, dan kelompok rentan.
Karena itu, Ade mendorong pemerintah pusat memberikan dukungan lebih besar terhadap Kulon Progo. Dukungan tersebut, antara lain, dapat diwujudkan melalui revitalisasi fasilitas kesehatan, penambahan alat kesehatan, serta pemberian beasiswa bagi putra-putri daerah yang menempuh pendidikan di bidang kesehatan.
“Reward-nya dalam bentuk program atau revitalisasi atau tambahan alat-alat kesehatan serta beasiswa bagi para sumber daya manusia kesehatan yang berasal dari putra-putri Kulon Progo sendiri,” tegas legislator Fraksi Gerindra tersebut.
Selain penguatan layanan, Ade menyoroti pentingnya pemutakhiran dan pembersihan data kepesertaan BPJS Kesehatan agar penerima manfaat benar-benar sesuai sasaran. Data hasil pemutakhiran tersebut nantinya menjadi bagian dalam formulasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Menurut Ade, pembaruan data harus dilakukan secara berkala dengan melibatkan berbagai sumber, mulai dari data keluarga yang dihimpun melalui RT dan RW, data kependudukan dari Dukcapil, hingga data Badan Pusat Statistik (BPS).
“Pada hari ini kita bermaksud dan bertujuan agar proses ini dapat berjalan sebagaimana mestinya dan pembaharuan data juga dilakukan setiap bulannya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Kulon Progo Ernawati Sukeksi mengatakan pihaknya turut membantu proses reaktivasi kepesertaan PBI Jaminan Kesehatan (PBI JK) bagi masyarakat yang kepesertaannya dinonaktifkan.
Proses reaktivasi dilakukan berdasarkan usulan dari kalurahan yang kemudian diverifikasi Dinsos PPPA sebelum diterbitkan rekomendasi. Untuk kasus yang bersifat mendesak, reaktivasi dapat diproses dalam hitungan jam hingga maksimal 24 jam.
“Untuk masyarakat yang kondisinya urgen, kita layani agar reaktivasi bisa dilakukan hanya dalam hitungan jam ataupun maksimal satu hari atau 24 jam,” kata Ernawati.
Ade juga meminta Kementerian Kesehatan memberikan perhatian kepada daerah yang memiliki komitmen kuat dalam mengalokasikan APBD untuk jaminan kesehatan masyarakat.
Menurutnya, dukungan pemerintah pusat diperlukan agar komitmen pemerintah daerah tidak hanya mampu memperluas cakupan kepesertaan, tetapi juga berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
Ia berharap penguatan fasilitas kesehatan, ketersediaan alat kesehatan, serta peningkatan kapasitas SDM kesehatan di Kulon Progo dapat terus dilakukan sehingga masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang semakin optimal. ***






Komentar Via Facebook :