https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Komisi II DPR Dorong Pembahasan RUU Pemilu Tak Sekadar Kejar Target •   Dugaan Pencabulan 4 Anak di Kampar Terungkap, Polisi Tangkap Guru Ngaji •   BEM UHTP dan PeHR Tanam Pohon di Okura Hidupkan Green Policing •   HUT ke-81 Korps Brimob Polri, Warga Kampar Dapat Pengobatan dan Cek Kesehatan Gratis
Home › Politik › Karhutla Meluas, Deddy Sitorus Minta Pemerintah Kerahkan Seluruh Sumber Daya
Politik
Pulau Jawa & Madura

Karhutla Meluas, Deddy Sitorus Minta Pemerintah Kerahkan Seluruh Sumber Daya

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 17:02 WIB,  
Penulis : Yudi Setiawan
Karhutla Meluas, Deddy Sitorus Minta Pemerintah Kerahkan Seluruh Sumber Daya

Keterangan Foto: Anggota Komisi II DPR RI, Deddy Sitorus. TD/YS

JAKARTA, Tabloid Diksi - Anggota Komisi II DPR RI Deddy Sitorus mendesak pemerintah pusat segera mengambil alih penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan.

Menurut Deddy, eskalasi karhutla membutuhkan mobilisasi sumber daya secara maksimal dan terkoordinasi. Penanganan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah daerah yang saat ini menghadapi keterbatasan anggaran.

    Baca juga:
  • RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Segera Dibawa ke Paripurna DPR

  • Komisi VIII Pastikan Biaya Pelunasan Haji 2027 Lebih Ringan

  • DPR Siap Bahas RUU Perampasan Aset

“Saya mendorong pemerintah pusat segera mengambil alih penanganan karhutla secara sistematis dan melakukan mobilisasi sumber daya secara maksimal sebelum keadaan berada di luar kendali,” kata Deddy dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/8/2026).

Politisi PDI Perjuangan dari daerah pemilihan Kalimantan Utara itu menilai pemerintah pusat perlu memastikan seluruh sumber daya negara dapat dikerahkan untuk menghadapi peningkatan karhutla.

Ia juga menyoroti kapasitas fiskal Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dinilai belum memadai untuk mengorkestrasi penanganan karhutla secara efektif.

“BNPB juga tidak punya kapasitas fiskal atau pendanaan untuk melakukan orkestrasi yang efektif menangani karhutla saat ini,” ujarnya.

Karena itu, Deddy meminta Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Kementerian Keuangan melakukan asesmen terhadap kapasitas negara dalam menghadapi situasi karhutla. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan ketersediaan anggaran dan sumber daya dalam penanganan bencana.

Deddy mengatakan keterbatasan fiskal juga dialami pemerintah daerah dan pemerintah provinsi. Kondisi tersebut semakin berat setelah adanya pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat.

Menurutnya, keterbatasan anggaran daerah tidak boleh dijadikan alasan untuk membiarkan penanganan karhutla berjalan tanpa dukungan yang memadai.

“Berharap pemerintah daerah melakukan tindakan dalam kondisi ketiadaan anggaran itu seperti menunggu bom waktu meledak,” tegasnya.

Deddy menyebut eskalasi karhutla di wilayah Kalimantan dan Sumatra berlangsung secara bertahap sehingga belum sepenuhnya mendapat perhatian publik. Padahal, dampaknya telah dirasakan masyarakat, terutama terhadap kesehatan dan aktivitas ekonomi.

Berdasarkan data BNPB yang disampaikannya, sepanjang semester pertama 2026 kebakaran telah melanda sedikitnya 26.000 hektare lahan dan masih terus meluas.

Kualitas udara di sejumlah daerah juga dilaporkan mengalami penurunan hingga melampaui ambang batas. Konsentrasi PM2.5 disebut telah mencapai lebih dari 150 µg/m³ di sejumlah wilayah, antara lain Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Riau.

Kondisi tersebut turut meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Selain berdampak pada kesehatan masyarakat, karhutla juga mengganggu aktivitas ekonomi, distribusi logistik, transportasi, serta produktivitas perkebunan swasta maupun perkebunan rakyat.

Deddy menilai kondisi karhutla tahun ini lebih serius dibandingkan periode 2023–2025. Situasi tersebut diperparah oleh kekeringan ekstrem yang disebut berkaitan dengan fenomena El Nino.

Karena itu, ia meminta pemerintah tidak menunggu situasi semakin parah untuk mengambil langkah luar biasa. Pemerintah pusat dinilai perlu segera mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia agar karhutla tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

“Pemerintah pusat harus segera mengambil alih penanganan secara sistematis dan melakukan mobilisasi sumber daya secara maksimal sebelum keadaan berada di luar kendali,” pungkasnya. ***

Editor : Munazlen Nazir

TOPIK TERKAIT

Komisi II DPR RIDeddy SitorusKarhutlaPemerintah Pusat
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Politik

    Karhutla Kalimantan Seperti Setengah "Neraka", DPR Dorong Status Bencana Nasional

    Jumat, 21 Agu 2026 | 17:01 WIB
  • Politik

    Khozin Dukung Larangan Pemda Rekrut ASN Baru

    Kamis, 20 Agu 2026 | 15:44 WIB
  • Ekonomi

    Wako Agung Pimpin Rapat Forkopimda, Harga Ayam hingga Antisipasi Karhutla Jadi Bahasan

    Kamis, 20 Agu 2026 | 07:07 WIB
  • Nasional

    Kementrian LH Terbitkan SE Larangan Pembukaan Lahan dengan Membakar untuk Cegah Karhutla

    Kamis, 13 Agu 2026 | 15:34 WIB
  • Politik

    Komisi II DPR RI Apresiasi Pemerintah Pusat Bantu Pembayaran Gaji PPPK

    Kamis, 13 Agu 2026 | 14:38 WIB

Terpopuler

  • #1

    Pria 21 Tahun Ditemukan Meninggal Tergantung di Ruko Apotek Rama Farma Kampar

    Kamis, 24 Sep 2026 - 15:54 WIB
  • #2

    Sertijab di Mapolda Riau, AKBP Fahrian Tinggalkan Bengkalis dan AKBP Eko Rubiyanto Jadi Kapolres Baru

    Sabtu, 26 Sep 2026 - 13:48 WIB
  • #3

    Desil Warga Berubah, Pemko Pekanbaru Sediakan Posko Pengaduan di Setiap Kelurahan

    Sabtu, 26 Sep 2026 - 16:20 WIB
  • #4

    Sembako untuk Warga Muara Fajar, Polsek Rumbai Barat Gandeng JB Yayasan Bina Sosial

    Selasa, 29 Sep 2026 - 12:15 WIB
  • #5

    HUT ke-81 TNI, Polisi Datang Bawa Tumpeng: Pesan Kapolsek Payung Sekaki soal Soliditas TNI-Polri

    Senin, 05 Okt 2026 - 17:15 WIB
  • #6

    Warga Tampan Terima Sembako dari Polsek Payung Sekaki dan Komunitas BLB

    Selasa, 29 Sep 2026 - 14:55 WIB
  • #7

    Polsek Payung Sekaki Masuk Kampung Cegah Karhutla, Warga Diminta Tak Bakar Lahan

    Senin, 28 Sep 2026 - 15:31 WIB
  • #8

    Dini Hari Polisi Bergerak, Polsek Bukit Raya Bidik Pelaku Curat hingga Curanmor

    Selasa, 29 Sep 2026 - 10:43 WIB
  • #9

    HUT TNI ke-81, Kapolsek Bukit Raya Datang Bawa Kue: Pesannya Tegas, TNI-Polri Harus Solid

    Senin, 05 Okt 2026 - 13:26 WIB

HUKRIM

  • Dugaan Pencabulan 4 Anak di Kampar Terungkap, Polisi Tangkap Guru Ngaji

    Dugaan Pencabulan 4 Anak di Kampar Terungkap, Polisi Tangkap Guru Ngaji

    Kamis, 08 Okt 2026 | 16:21 WIB
  • Antar Somasi Berujung Dugaan Kekerasan, Advokat Muda Pekanbaru Lapor Polisi

    Antar Somasi Berujung Dugaan Kekerasan, Advokat Muda Pekanbaru Lapor Polisi

    Rabu, 07 Okt 2026 | 19:36 WIB
  • Dua Pengedar Ditangkap di Tapung Hilir, Polisi Sita 22 Paket Sabu dan Ganja

    Dua Pengedar Ditangkap di Tapung Hilir, Polisi Sita 22 Paket Sabu dan Ganja

    Selasa, 06 Okt 2026 | 19:32 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • APBN 2026-2027 Tak Andalkan Dividen Danantara, Menkeu Ungkap Fokus Pemerintah

    APBN 2026-2027 Tak Andalkan Dividen Danantara, Menkeu Ungkap Fokus Pemerintah

    Kamis, 08 Okt 2026 | 10:53 WIB
  • Kapasitas Smelter Nikel Capai 320 Juta Ton, ESDM Evaluasi Kuota Produksi Tambang

    Kapasitas Smelter Nikel Capai 320 Juta Ton, ESDM Evaluasi Kuota Produksi Tambang

    Rabu, 07 Okt 2026 | 18:20 WIB
  • HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    Senin, 31 Agu 2026 | 22:40 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com