https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Komisi II DPR Dorong Pembahasan RUU Pemilu Tak Sekadar Kejar Target •   Dugaan Pencabulan 4 Anak di Kampar Terungkap, Polisi Tangkap Guru Ngaji •   BEM UHTP dan PeHR Tanam Pohon di Okura Hidupkan Green Policing •   HUT ke-81 Korps Brimob Polri, Warga Kampar Dapat Pengobatan dan Cek Kesehatan Gratis
Home › Politik › Karhutla Kalimantan Meluas, Hetifah : Keselamatan Masyarakat Harus Prioritas
Politik
Pulau Kalimantan

Karhutla Kalimantan Meluas, Hetifah : Keselamatan Masyarakat Harus Prioritas

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 17:25 WIB,  
Penulis : Yudi Setiawan
Karhutla Kalimantan Meluas, Hetifah : Keselamatan Masyarakat Harus Prioritas

Keterangan Foto: Anggota Komisi VIII DPR RI, Hetifah Sjaifudian/Ist. TD/YS

JAKARTA, Tabloid Diksi - Anggota Komisi VIII DPR RI Hetifah Sjaifudian meminta pemerintah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali meluas di sejumlah wilayah Kalimantan. Menurutnya, karhutla kini tidak lagi sekadar persoalan kebakaran hutan dan lahan, tetapi telah menjadi ancaman bencana yang berdampak langsung terhadap keselamatan, kesehatan, mobilitas, dan aktivitas masyarakat.

“Ini bukan lagi sekadar soal api di hutan dan lahan. Ketika asap sudah mengganggu jarak pandang, aktivitas masyarakat dan penerbangan, serta berpotensi mengganggu kesehatan warga, maka keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” ujar Hetifah, Jumat (21/8/2026).

    Baca juga:
  • RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Segera Dibawa ke Paripurna DPR

  • Komisi VIII Pastikan Biaya Pelunasan Haji 2027 Lebih Ringan

  • DPR Siap Bahas RUU Perampasan Aset

Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, terjadi peningkatan signifikan titik panas (hotspot) di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Pada 19 Agustus 2026 tercatat 518 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di tiga provinsi tersebut. Angka itu meningkat lebih dari empat kali lipat dibandingkan hari sebelumnya. Sementara secara kumulatif pada 17-19 Agustus, tercatat 750 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Kondisi serupa juga terjadi di Kalimantan Timur. Data BPBD Kalimantan Timur per 19 Agustus 2026 mencatat 413 titik karhutla dengan luas lahan dan hutan terbakar mencapai 936,95 hektare. Di Kabupaten Kutai Barat, misalnya, terdapat 72 lokasi karhutla dengan luas area terbakar mencapai 415,51 hektare.

“Sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Timur, saya tentu sangat prihatin. Kaltim juga menghadapi peningkatan karhutla. Kita tidak boleh menunggu sampai dampaknya semakin besar baru kemudian bergerak,” tegasnya.

Hetifah mengapresiasi langkah pemerintah yang telah mengerahkan personel gabungan, memperkuat pemadaman melalui jalur darat, menggunakan teknologi water bombing, serta melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca. Namun, ia menekankan bahwa upaya pemadaman harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak asap.

Menurutnya, pemerintah daerah harus memastikan kesiapan fasilitas kesehatan, ketersediaan masker yang sesuai, informasi kualitas udara yang mudah diakses, serta perlindungan khusus bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan masyarakat yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap dampak asap.

“Pemadaman api harus terus dilakukan, tetapi masyarakat yang terdampak asap juga harus dilindungi,” katanya.

Hetifah juga meminta BNPB bersama BPBD memperkuat sistem komando dan koordinasi di daerah yang mengalami peningkatan karhutla. Setiap hotspot yang terdeteksi, lanjutnya, harus segera diverifikasi di lapangan dan ditindaklanjuti agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

“Yang kita perlukan adalah respons cepat berbasis data. Hotspot harus segera diverifikasi di lapangan. Jangan sampai ada jeda terlalu panjang antara deteksi, laporan, dan pemadaman,” ujarnya.

Selain penanganan di lapangan, Hetifah menilai pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi karhutla berulang. Kondisi kering masih berpeluang berlangsung dalam beberapa pekan ke depan, sementara berdasarkan prakiraan BMKG, kondisi minim pertumbuhan awan masih terjadi di sebagian wilayah Kalimantan dan musim hujan baru berpotensi datang sekitar pertengahan Oktober.

“Artinya, kita masih memiliki periode risiko yang panjang. Jangan hanya berpikir bagaimana memadamkan api hari ini. Pemerintah harus menyiapkan skenario menghadapi kemungkinan karhutla berulang sampai kondisi cuaca kembali membaik,” pungkas Hetifah. ***

Editor : Munazlen Nazir

TOPIK TERKAIT

KarhutlaKalimantanMeluasKomisi VIIIDPR RIHetifah Sjaifudian
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Politik

    Titik Panas Karhutla Melonjak, Puan Desak Pemerintah Percepat Penangan

    Sabtu, 22 Agu 2026 | 17:16 WIB
  • Politik

    Komisi X : Budaya Baca Harus Dikemas Kreatif dan Sesuai Minat Masyarakat

    Sabtu, 22 Agu 2026 | 17:09 WIB
  • Politik

    Karhutla Meluas, Deddy Sitorus Minta Pemerintah Kerahkan Seluruh Sumber Daya

    Sabtu, 22 Agu 2026 | 17:02 WIB
  • Politik

    Komisi IX DPR RI Soroti Kerusakan Faskes Pascagempa Flores

    Sabtu, 22 Agu 2026 | 13:58 WIB
  • Politik

    Komisi X DPR Dorong Percepatan Pendidikan Pasca Gempa NTT

    Jumat, 21 Agu 2026 | 18:20 WIB

Terpopuler

  • #1

    Pria 21 Tahun Ditemukan Meninggal Tergantung di Ruko Apotek Rama Farma Kampar

    Kamis, 24 Sep 2026 - 15:54 WIB
  • #2

    Sertijab di Mapolda Riau, AKBP Fahrian Tinggalkan Bengkalis dan AKBP Eko Rubiyanto Jadi Kapolres Baru

    Sabtu, 26 Sep 2026 - 13:48 WIB
  • #3

    Desil Warga Berubah, Pemko Pekanbaru Sediakan Posko Pengaduan di Setiap Kelurahan

    Sabtu, 26 Sep 2026 - 16:20 WIB
  • #4

    Sembako untuk Warga Muara Fajar, Polsek Rumbai Barat Gandeng JB Yayasan Bina Sosial

    Selasa, 29 Sep 2026 - 12:15 WIB
  • #5

    HUT ke-81 TNI, Polisi Datang Bawa Tumpeng: Pesan Kapolsek Payung Sekaki soal Soliditas TNI-Polri

    Senin, 05 Okt 2026 - 17:15 WIB
  • #6

    Warga Tampan Terima Sembako dari Polsek Payung Sekaki dan Komunitas BLB

    Selasa, 29 Sep 2026 - 14:55 WIB
  • #7

    Polsek Payung Sekaki Masuk Kampung Cegah Karhutla, Warga Diminta Tak Bakar Lahan

    Senin, 28 Sep 2026 - 15:31 WIB
  • #8

    Dini Hari Polisi Bergerak, Polsek Bukit Raya Bidik Pelaku Curat hingga Curanmor

    Selasa, 29 Sep 2026 - 10:43 WIB
  • #9

    HUT TNI ke-81, Kapolsek Bukit Raya Datang Bawa Kue: Pesannya Tegas, TNI-Polri Harus Solid

    Senin, 05 Okt 2026 - 13:26 WIB

HUKRIM

  • Dugaan Pencabulan 4 Anak di Kampar Terungkap, Polisi Tangkap Guru Ngaji

    Dugaan Pencabulan 4 Anak di Kampar Terungkap, Polisi Tangkap Guru Ngaji

    Kamis, 08 Okt 2026 | 16:21 WIB
  • Antar Somasi Berujung Dugaan Kekerasan, Advokat Muda Pekanbaru Lapor Polisi

    Antar Somasi Berujung Dugaan Kekerasan, Advokat Muda Pekanbaru Lapor Polisi

    Rabu, 07 Okt 2026 | 19:36 WIB
  • Dua Pengedar Ditangkap di Tapung Hilir, Polisi Sita 22 Paket Sabu dan Ganja

    Dua Pengedar Ditangkap di Tapung Hilir, Polisi Sita 22 Paket Sabu dan Ganja

    Selasa, 06 Okt 2026 | 19:32 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • APBN 2026-2027 Tak Andalkan Dividen Danantara, Menkeu Ungkap Fokus Pemerintah

    APBN 2026-2027 Tak Andalkan Dividen Danantara, Menkeu Ungkap Fokus Pemerintah

    Kamis, 08 Okt 2026 | 10:53 WIB
  • Kapasitas Smelter Nikel Capai 320 Juta Ton, ESDM Evaluasi Kuota Produksi Tambang

    Kapasitas Smelter Nikel Capai 320 Juta Ton, ESDM Evaluasi Kuota Produksi Tambang

    Rabu, 07 Okt 2026 | 18:20 WIB
  • HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    Senin, 31 Agu 2026 | 22:40 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com