https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Anak Panti Sambut Hangat Aksi Jumat Berkah New Paragon dan Grand Dragon •   Polisi Bekuk Eks Kepala MI Tahfiz di Tambang, 3 Murid Melapor dan Korban Diduga Capai 20 Orang •   Sertijab Kapolsek Kampar Kiri: Kompol Rusyandi Geser ke Polda Riau, Kompol Nurman Masuk •   Lapas Pekanbaru Mendadak Disambangi Tim Satops Patnal, Ini yang Diperiksa
Home › Ekonomi › PAD Riau Dinilai Masih Rendah, DPRD Dorong Pemprov Perkuat Hilirisasi Sawit
Ekonomi
Pekanbaru

PAD Riau Dinilai Masih Rendah, DPRD Dorong Pemprov Perkuat Hilirisasi Sawit

Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:29 WIB,  
Penulis : Yudi Setiawan
PAD Riau Dinilai Masih Rendah, DPRD Dorong Pemprov Perkuat Hilirisasi Sawit

Keterangan Foto: Aktivitas perkebunan kelapa sawit di Riau. DPRD Riau mendorong Pemprov mengembangkan hilirisasi sawit, termasuk industri pengolahan seperti pabrik minyak goreng, untuk meningkatkan nilai tambah dan PAD daerah. TD/YS.

PEKANBARU, Tabloid Diksi – DPRD Provinsi Riau mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memperkuat hilirisasi kelapa sawit sebagai salah satu strategi meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memperbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dorongan tersebut disampaikan Ketua Komisi III DPRD Riau, Edi Basri, di tengah sorotan terhadap pertumbuhan ekonomi Riau dan capaian PAD daerah.

    Baca juga:
  • BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

  • HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

  • Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

Pertumbuhan ekonomi Riau berada di kisaran 4,75 persen pada pertengahan 2026. Namun, realisasi PAD disebut baru berada di sekitar 52 persen dari target. Edi menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah daerah.

Menurut Edi, pertumbuhan ekonomi tidak sepenuhnya dapat dikaitkan dengan kinerja pemerintah. Aktivitas masyarakat, dunia usaha dan mekanisme pasar juga memiliki peran besar dalam menggerakkan perekonomian.

"Pertumbuhan ekonomi itu karena ada mekanisme pasar. Ada perputaran uang. Kalau kegiatan proyek pemerintah tidak ada, bagaimana pemerintah bisa mengklaim pertumbuhan itu karena kinerja pemerintah?" ujar Edi pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Ia mencontohkan sektor perkebunan kelapa sawit yang selama ini menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat Riau. Harga TBS yang relatif stabil di atas Rp3.000 per kilogram dinilai turut menjaga daya beli masyarakat.

Karena itu, Edi meminta pemerintah memberikan dukungan lebih nyata terhadap sektor pertanian dan perkebunan, termasuk dengan mengembangkan industri hilir.

Salah satu bentuk hilirisasi yang disarankan adalah membangun industri pengolahan kelapa sawit, seperti pabrik minyak goreng.

Edi menilai Riau memiliki keuntungan karena bahan baku sawit tersedia dalam jumlah besar di daerah sendiri. Dengan mengolah komoditas tersebut menjadi produk bernilai tambah, manfaat ekonominya diharapkan tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga pemerintah daerah dan masyarakat.

"Bahan bakunya kita punya sendiri. Tidak perlu impor. Masyarakat mendapatkan nilai tambah, pemerintah juga bisa ikut menstabilkan harga dan memperoleh keuntungan dari hilirisasi," katanya.

Menurut Edi, hilirisasi juga dapat menjadi salah satu jalan untuk memperkuat struktur ekonomi Riau sehingga daerah tidak hanya bergantung pada penjualan komoditas dalam bentuk bahan mentah.

Selain hilirisasi, DPRD Riau meminta Pemprov lebih serius menggali sumber-sumber penerimaan daerah. Beberapa sektor yang disoroti antara lain pajak bahan bakar kendaraan bermotor, pajak air permukaan dan pajak kendaraan perusahaan.

Edi mengatakan data yang akurat dibutuhkan agar potensi pajak dapat dihitung dan ditagih secara maksimal.

Untuk penyusunan APBD 2027, ia juga meminta pemerintah menetapkan target pendapatan berdasarkan kajian yang jelas dengan mempertimbangkan potensi investasi, sumber daya alam, pajak, PAD dan kemampuan belanja daerah.

DPRD berharap anggaran daerah ke depan lebih diarahkan pada program produktif yang mampu menciptakan nilai tambah sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Riau.

Editor : Pimred

TOPIK TERKAIT

RiauPekanbaruPAD RiauPendapatan Asli DaerahDPRD RiauPemprov RiauPemerintah Provinsi RiauHilirisasi SawitKelapa SawitEkonomi RiauPerkebunan S
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Daerah

    Polemik 133 Kanto STC, Pemko Pekanbaru Tegaskan Pengelolaan Berdasarkan Aturan

    Minggu, 16 Agu 2026 | 15:22 WIB
  • Daerah

    HUT ke-81 RI, Wawako Pekanbaru Gerak Jalan Bareng Warga Sakinah 2

    Minggu, 16 Agu 2026 | 12:24 WIB
  • Daerah

    Kabel FO Semrawut di Pekanbaru Segera Ditertibkan, Empat Ruas Jalan Jadi Sasaran

    Minggu, 16 Agu 2026 | 12:12 WIB
  • Daerah

    Kejar Pemerataan Kota, Pemko Pekanbaru Dorong Percepatan Jalan Lingkar dan Jembatan Siak V

    Minggu, 16 Agu 2026 | 12:09 WIB
  • Peristiwa

    Kuala Selat Dikepung Abrasi, 1.000 Hektare Mangrove Jadi Target Pemulihan

    Minggu, 16 Agu 2026 | 11:56 WIB

Terpopuler

  • #1

    Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Siak Kecil, Polisi Kejar Pelaku hingga Jambi

    Rabu, 23 Sep 2026 - 11:30 WIB
  • #2

    Pria 21 Tahun Ditemukan Meninggal Tergantung di Ruko Apotek Rama Farma Kampar

    Kamis, 24 Sep 2026 - 15:54 WIB
  • #3

    Sertijab di Mapolda Riau, AKBP Fahrian Tinggalkan Bengkalis dan AKBP Eko Rubiyanto Jadi Kapolres Baru

    Sabtu, 26 Sep 2026 - 13:48 WIB
  • #4

    Desil Warga Berubah, Pemko Pekanbaru Sediakan Posko Pengaduan di Setiap Kelurahan

    Sabtu, 26 Sep 2026 - 16:20 WIB
  • #5

    Satgas PKH Tegaskan Penertiban Hutan Bukan Anti-Usaha, 6 Personel Disiapkan turun ke Kampar

    Rabu, 23 Sep 2026 - 18:33 WIB
  • #6

    Pemerintah Tuntaskan Utang Obligasi BLBI Rp218,3 Triliun

    Rabu, 23 Sep 2026 - 18:48 WIB
  • #7

    Perubahan APBD Riau 2026 Diajukan, Belanja Capai Rp8,378 Triliun dan Pemprov Bentuk Satgas OPAD

    Rabu, 23 Sep 2026 - 20:11 WIB
  • #8

    Dilepas Polsek Binawidya, 200 Ojol Domte Community Gas ke Air Tiris Rayakan Anniversary ke-5

    Minggu, 20 Sep 2026 - 09:24 WIB
  • #9

    Sembako untuk Warga Muara Fajar, Polsek Rumbai Barat Gandeng JB Yayasan Bina Sosial

    Selasa, 29 Sep 2026 - 12:15 WIB

HUKRIM

  • Polisi Bekuk Eks Kepala MI Tahfiz di Tambang, 3 Murid Melapor dan Korban Diduga Capai 20 Orang

    Polisi Bekuk Eks Kepala MI Tahfiz di Tambang, 3 Murid Melapor dan Korban Diduga Capai 20 Orang

    Jumat, 02 Okt 2026 | 16:50 WIB
  • Sabu 2,25 Gram Disimpan di Dompet Silver, Residivis Narkoba Dicokok Polsek Perhentian Raja

    Sabu 2,25 Gram Disimpan di Dompet Silver, Residivis Narkoba Dicokok Polsek Perhentian Raja

    Jumat, 02 Okt 2026 | 10:16 WIB
  • Undercover Buy di Parkiran Hotel, Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Ringkus MIF dan Sita 122 Pil Ekstasi

    Undercover Buy di Parkiran Hotel, Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Ringkus MIF dan Sita 122 Pil Ekstasi

    Kamis, 01 Okt 2026 | 16:13 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    Senin, 31 Agu 2026 | 22:40 WIB
  • BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    Minggu, 30 Agu 2026 | 21:03 WIB
  • Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Sabtu, 29 Agu 2026 | 19:16 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com