Home › Ekonomi › Harga Pangan Kian Jadi Sorotan, Cabai Rawit Tembus Rp120 Ribu per Kilogram
Harga Pangan Kian Jadi Sorotan, Cabai Rawit Tembus Rp120 Ribu per Kilogram
Keterangan Foto: Harga cabai rawit merah secara nasional tercatat mencapai Rp120.000 per kilogram pada Selasa (12/8/2026). TD/YS/detik.com.
JAKARTA, Tabloid Diksi – Harga sejumlah bahan pangan di tingkat pedagang eceran nasional masih menjadi perhatian. Harga cabai rawit merah tercatat mencapai Rp120.000 per kilogram, sementara kenaikan harga daging ayam ras di sejumlah daerah juga mulai mendapat perhatian pemerintah.
Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia pada Selasa (12/8/2026) menunjukkan cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas dengan harga cukup tinggi di pasar.
- Baca juga:
Selain cabai rawit merah, harga cabai merah keriting tercatat Rp76.250 per kilogram, cabai merah besar Rp73.750 per kilogram, dan cabai rawit hijau mencapai Rp65.000 per kilogram.
Komoditas bumbu dapur lainnya juga masih berada pada level tinggi. Harga bawang merah tercatat Rp58.750 per kilogram, sedangkan bawang putih mencapai Rp51.900 per kilogram.
Di kelompok protein hewani, harga daging ayam ras segar berada di angka Rp50.750 per kilogram. Sementara daging sapi kualitas I tercatat Rp143.750 per kilogram dan kualitas II sebesar Rp131.250 per kilogram.
Kondisi harga pangan tersebut menjadi perhatian karena kenaikan tidak hanya terjadi pada satu komoditas. Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya juga mengingatkan adanya peningkatan harga daging ayam ras di sejumlah kabupaten/kota.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan harga rata-rata nasional daging ayam ras berada di kisaran Rp39.712 per kilogram, masih sedikit di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) konsumen sebesar Rp40.000 per kilogram.
Namun, menurut Amalia, laju kenaikan harga komoditas tersebut perlu diwaspadai agar tidak terus bergerak naik hingga melewati batas harga acuan.
“Ini mungkin untuk perlu perhatian karena kalau nanti kenaikan harga ini terus dibiarkan, tentunya suatu saat nanti akan berada di atas HAP,” ujar Amalia dalam Rapat Koordinasi Inflasi Daerah yang dipantau secara daring di Jakarta, Senin (10/8/2026).
BPS mencatat terdapat 188 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) daging ayam ras. Beberapa daerah bahkan telah mencatat harga yang berada di atas HAP konsumen.
Di Kabupaten Bangka Selatan, misalnya, IPH daging ayam ras meningkat 34,58 persen, meskipun harga komoditas tersebut masih sekitar tiga persen di bawah HAP, yakni Rp38.800 per kilogram.
Sementara di Kota Binjai, kenaikan IPH mencapai 29,78 persen, dengan harga daging ayam ras telah berada sekitar lima persen di atas HAP atau Rp42.000 per kilogram. Kondisi lebih tinggi tercatat di Kabupaten Kepahiang, dengan kenaikan IPH sebesar 21,34 persen dan harga ayam sekitar 20 persen di atas HAP atau Rp48.000 per kilogram.
Kenaikan harga ayam di sejumlah wilayah dipengaruhi kondisi pasokan dan perubahan permintaan. Di Bangka Selatan, meningkatnya permintaan ayam terjadi karena masyarakat beralih dari ikan akibat cuaca buruk yang menghambat aktivitas nelayan.
Sementara di Binjai, permintaan ayam meningkat setelah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kembali beroperasi usai libur sekolah. Adapun di Labuhanbatu Selatan, kenaikan harga terjadi ketika stok ayam di pasar terbatas di tengah permintaan yang meningkat.
Di tengah kondisi tersebut, perkembangan harga berbagai komoditas pangan masih menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi pengeluaran masyarakat apabila kenaikan berlangsung secara berkelanjutan.





Komentar Via Facebook :