https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   DPRD Pelalawan Minta Polisi Tindak Tegas Pengendara Penerobos Antrean Jalintim •   Misharti Saksikan Penobatan Ketua LAK dan Pengukuhan Siompu Kampar Periode 2026–2031 •   Menag Nasaruddin Umar: Cahaya Deepawali Harus Tercermin dalam Perilaku dan Kehidupan •   Razia Gabungan TNI-Polri di 4 THM Kota Pekanbaru : 3 Positif di Hokki Pub, 1 di RP Club
Home › Ekonomi › Pemerintah Tunda Lagi Pungutan PPh Pedagang Marketplace hingga November 2026
Ekonomi

Pemerintah Tunda Lagi Pungutan PPh Pedagang Marketplace hingga November 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | 07:40 WIB,  
Penulis : Yudi Setiawan
Pemerintah Tunda Lagi Pungutan PPh Pedagang Marketplace hingga November 2026

Keterangan Foto: Pemerintah menunda penerapan pemungutan PPh Pasal 22 bagi pedagang online melalui marketplace hingga 1 November 2026 dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat. TD/YS/ekonomi.bisnis.com

JAKARTA, Tabloid Diksi — Pemerintah kembali menunda penerapan pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 bagi pedagang yang berjualan melalui platform marketplace. Kebijakan yang sedianya mulai berlaku pada 1 Agustus 2026 tersebut kini ditunda hingga 1 November 2026.

Penundaan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian dan daya beli masyarakat yang dinilai belum cukup kuat. Pemerintah ingin memastikan kebijakan perpajakan tidak memberikan tekanan tambahan terhadap aktivitas perdagangan ketika pertumbuhan ekonomi belum sesuai harapan.

    Baca juga:
  • Bappebti Rilis Pemeringkatan Pialang Berjangka, Ini Daftar 12 Perusahaan Teratas

  • Dorong Batik Mendunia, Kemendag Siapkan Akses Buyer di 33 Negara

  • Bansos Digital Mulai Disiapkan, Pemprov Riau Genjot Registrasi Perlinsos

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II/2026 yang mencapai 5,29 persen secara tahunan (year on year/yoy) masih perlu didorong agar lebih kuat.

Angka tersebut tercatat lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2026 yang mencapai 5,61 persen.

Purbaya menjelaskan, pemerintah masih akan melihat sejumlah indikator ekonomi, termasuk perkembangan daya beli masyarakat, kepercayaan konsumen, serta penjualan ritel sebelum kembali menerapkan kebijakan tersebut.

“Pertumbuhan ekonomi 5,29 persen kan belum cukup kuat. Kami ingin tumbuh lebih cepat lagi. Kalau indikasi membaik, kami akan terapkan lagi,” ujar Purbaya, Rabu (5/8/2026).

Pemungutan PPh Pasal 22 melalui marketplace sebenarnya bukan merupakan jenis pajak baru. Kebijakan tersebut merupakan mekanisme pemungutan pajak yang dirancang pemerintah untuk menciptakan perlakuan yang lebih setara antara pedagang online dan pedagang konvensional.

Berdasarkan estimasi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, potensi penerimaan dari PPh Pasal 22 melalui marketplace diperkirakan berada pada kisaran Rp8 triliun hingga Rp12 triliun per tahun.

Meski demikian, penerimaan tersebut bukan menjadi satu-satunya alasan lahirnya kebijakan tersebut. Pemerintah sejak awal lebih menekankan pentingnya menciptakan level playing field antara pelaku usaha daring dan luring.

Gagasan mengenai pemungutan pajak melalui marketplace sebenarnya telah dibahas selama bertahun-tahun. Pemerintah bahkan pernah menerbitkan PMK Nomor 210/PMK.010/2018 mengenai perlakuan perpajakan atas transaksi perdagangan melalui sistem elektronik.

Implementasi aturan tersebut kemudian ditunda sejak 2019.

Setelah kembali direncanakan, pemerintah pada awal Juli 2026 menunjuk empat platform marketplace sebagai pemungut PPh Pasal 22, yakni PT Tokopedia, PT Ecart Webportal Indonesia (Lazada), PT Shopee International Indonesia, dan PT Global Digital Niaga Tbk. (Blibli).

Keempat platform tersebut sebelumnya dijadwalkan mulai melakukan pemungutan terhadap seller atau merchant pada 1 Agustus 2026.

Namun, rencana tersebut kembali mengalami penundaan.

Direktorat Jenderal Pajak menyatakan keputusan penunjukan marketplace sebagai pemungut PPh Pasal 22 yang sebelumnya telah diterbitkan akan dibatalkan dan dilakukan penunjukan kembali menjelang penerapan kebijakan.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat DJP Kementerian Keuangan Inge Diana Rismawanti menjelaskan, penundaan berlangsung hingga 31 Oktober 2026. Selanjutnya, pemerintah merencanakan implementasi kembali mulai 1 November 2026.

Keempat marketplace yang telah melakukan pemungutan sejak 1 Agustus 2026 juga diwajibkan mengembalikan PPh Pasal 22 yang sudah terlanjur dipungut dari pedagang.

Dengan demikian, penundaan tersebut tidak mengubah substansi kebijakan. Pemerintah hanya menyesuaikan waktu penerapannya dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi nasional.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyambut keputusan pemerintah tersebut. Ketua Komite Perpajakan Apindo Siddhi Widyaprathama menilai penundaan menunjukkan pemerintah cukup responsif dalam melihat kondisi perekonomian.

Menurutnya, stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat perlu menjadi perhatian sebelum kebijakan tersebut diterapkan secara penuh.

“Kami mengapresiasi Pemerintah yang memutuskan untuk menunda pelaksanaan kebijakan ini dan memandang dinamika ini sebagai sinyal positif bahwa Pemerintah bersikap adaptif, memprioritaskan stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat,” kata Siddhi.

Namun, ia menilai masih terdapat pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan, terutama terkait PPh yang sudah sempat dipungut oleh sejumlah marketplace.

“Perlu ditindaklanjuti dengan pungutan PPh yang sudah dilakukan dalam lima hari terakhir agar dapat dipulihkan kembali ke situasi semula,” ujarnya.

Sementara itu, Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) menyatakan sejumlah marketplace sebenarnya telah melakukan persiapan untuk menjalankan kebijakan tersebut.

Persiapan tersebut mencakup penyesuaian dan pengujian sistem, penyempurnaan proses bisnis hingga sosialisasi kepada para seller.

Ketua Umum idEA Budi Primawan memastikan marketplace yang menjadi anggota asosiasi akan mengikuti ketentuan dan arahan resmi pemerintah setelah adanya perubahan jadwal penerapan.

Budi berharap pemerintah tetap menjaga koordinasi dengan pelaku industri serta memberikan sosialisasi secara berkelanjutan agar penerapan kebijakan nantinya dapat berlangsung lebih lancar.

Menurutnya, berbagai persiapan yang telah dilakukan oleh marketplace tetap dapat menjadi modal penting ketika pemerintah kembali menetapkan jadwal implementasi.

Penundaan penerapan PPh Pasal 22 marketplace juga menjadi tantangan bagi pemerintah dalam menjalankan strategi intensifikasi perpajakan.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berulang kali menyampaikan bahwa pemerintah akan mengoptimalkan penerimaan negara melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pajak tanpa harus menaikkan tarif maupun menciptakan jenis pungutan baru.

Kebijakan pemungutan PPh melalui marketplace sendiri telah dirancang cukup lama. Pemerintah melihat adanya kebutuhan untuk menyamakan perlakuan perpajakan antara perdagangan online dan offline.

Persoalan tersebut mulai mengemuka seiring meningkatnya perdagangan digital dan munculnya kekhawatiran pelaku usaha konvensional yang harus bersaing dengan pedagang online.

Karena itu, pemungutan PPh melalui marketplace pada dasarnya bukan ditujukan semata-mata untuk mengejar tambahan penerimaan negara, melainkan juga untuk menciptakan sistem perdagangan yang lebih adil.

Pemerintah kini masih menunggu perkembangan indikator ekonomi sebelum kembali memberlakukan kebijakan tersebut. Jika kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat dinilai telah cukup kuat, pemungutan PPh Pasal 22 bagi pedagang marketplace akan kembali diterapkan sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah.

Editor : Pimred

TOPIK TERKAIT

PajakPPh Pasal 22MarketplacePedagang OnlinePajak MarketplaceEkonomi IndonesiaE-CommerceKementerian KeuanganPertumbuhan EkonomiPurbaya Yudhi S
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Nasional

    Menkeu Purbaya Tegaskan Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Tak Capai Rp16 Juta

    Rabu, 05 Agu 2026 | 23:34 WIB
  • Ekonomi

    Pemerintah Matangkan Stimulus Ekonomi untuk Redam Dampak El Nino

    Rabu, 05 Agu 2026 | 18:31 WIB
  • Parlementaria

    DPR RI Nilai Perdamaian Iran-Israel Berpotensi Dorong Pemulihan Ekonomi Dunia

    Kamis, 25 Jun 2026 | 19:29 WIB
  • Nasional

    Purbaya Apresiasi Kejaksaan Berhasil Pulihkan Aset Senilai Rp1,02 Triliun Kasus Puluhan Tahun

    Selasa, 16 Jun 2026 | 09:20 WIB
  • Daerah

    Bupati Afni Ajak Masyarakat Siak Berpartisipasi Aktif Sukseskan SE 2026

    Senin, 15 Jun 2026 | 21:10 WIB

Terpopuler

  • #1

    Dugaan Tambang Ilegal di Kampar Disorot, Polsek Tambang Turun ke Parit Baru

    Kamis, 29 Okt 2026 - 17:28 WIB
  • #2

    17.500 Orang Padati KKR Pemuda Riau, Peserta Membludak, Panitia Evaluasi Gelaran 2027

    Minggu, 25 Okt 2026 - 18:00 WIB
  • #3

    GRANAT Apresiasi Konsistensi Polresta Pekanbaru dalam Pemberantasan dan Pencegahan Narkotika

    Senin, 02 Nov 2026 - 21:13 WIB
  • #4

    Pilkades Siarang-arang Disorot, Warga Mengaku Kehilangan Hak Pilih

    Selasa, 27 Okt 2026 - 01:08 WIB
  • #5

    Dukung Green Policing Polda Riau, Bhabinkamtibmas Payung Sekaki Gandeng Warga Hijaukan Pekanbaru

    Rabu, 28 Okt 2026 - 13:22 WIB
  • #6

    Sikat Habis Narkoba! Razia 6 THM di Pekanbaru Jaring Pekerja Positif Sabu Dini Hari

    Sabtu, 31 Okt 2026 - 13:12 WIB
  • #7

    Polda Riau Gelar Minggu Kasih di GBI Bethany: Polisi Siap Dengar Aspirasi Warga

    Minggu, 25 Okt 2026 - 12:34 WIB
  • #8

    Polri Mutasi 264 Perwira, Gatot Sujono Isi Jabatan Kapusjarah

    Selasa, 03 Nov 2026 - 18:21 WIB
  • #9

    Bersih-Bersih Internal! Kapolda Riau Ancam Pecat Polisi Pengedar Narkoba

    Senin, 02 Nov 2026 - 13:12 WIB

HUKRIM

  • Razia Gabungan TNI-Polri di 4 THM Kota Pekanbaru : 3 Positif di Hokki Pub, 1 di RP Club

    Razia Gabungan TNI-Polri di 4 THM Kota Pekanbaru : 3 Positif di Hokki Pub, 1 di RP Club

    Minggu, 08 Nov 2026 | 16:23 WIB
  • Dini Hari Membara di Kampar: 22 Motor Pelaku Balap Liar Disikat Polisi

    Dini Hari Membara di Kampar: 22 Motor Pelaku Balap Liar Disikat Polisi

    Minggu, 08 Nov 2026 | 09:11 WIB
  • Polisi Sikat Tambang Emas Ilegal di Sungai Setingkai Kampar, 2 Pelaku Terancam Undang-Undang Minerba

    Polisi Sikat Tambang Emas Ilegal di Sungai Setingkai Kampar, 2 Pelaku Terancam Undang-Undang Minerba

    Sabtu, 07 Nov 2026 | 22:10 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • Bappebti Rilis Pemeringkatan Pialang Berjangka, Ini Daftar 12 Perusahaan Teratas

    Bappebti Rilis Pemeringkatan Pialang Berjangka, Ini Daftar 12 Perusahaan Teratas

    Jumat, 06 Nov 2026 | 22:13 WIB
  • Bansos Digital Mulai Disiapkan, Pemprov Riau Genjot Registrasi Perlinsos

    Bansos Digital Mulai Disiapkan, Pemprov Riau Genjot Registrasi Perlinsos

    Jumat, 06 Nov 2026 | 19:20 WIB
  • Dorong Batik Mendunia, Kemendag Siapkan Akses Buyer di 33 Negara

    Dorong Batik Mendunia, Kemendag Siapkan Akses Buyer di 33 Negara

    Jumat, 06 Nov 2026 | 18:45 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com