Home › Ekonomi › Zulhas Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa Berbasis Potensi Lokal
Zulhas Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa Berbasis Potensi Lokal
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Maluku Utara, Rabu (5/8/2026). Turut mendampingi Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda. TD/Josua/Kementerian Koordinator Bidang Pangan
JAKARTA, Tabloid Diksi – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) harus menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi di desa dengan memaksimalkan potensi unggulan di setiap daerah. Upaya itu dilakukan melalui hilirisasi komoditas serta penguatan rantai pasok.
"Koperasi harus menjadi penggerak hilirisasi agar hasil laut dan perkebunan diolah, dipasarkan, dan memberikan nilai tambah yang dinikmati masyarakat desa," ujar Zulkifli Hasan dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis (6/8).
- Baca juga:
Pernyataan tersebut disampaikan Zulhas saat membuka Seminar Nasional KDKMP di Ternate, Maluku Utara, Rabu (5/8). Dalam kesempatan itu, ia menilai Maluku Utara memiliki peluang besar mengembangkan sektor perikanan dan perkebunan.
"Maluku Utara memiliki potensi besar di sektor perikanan dan perkebunan. Jangan hanya menjual bahan mentah," katanya.
Menurut Zulhas, komoditas seperti tuna, cakalang, kelapa, pala, hingga cengkeh memiliki prospek besar untuk dikembangkan melalui koperasi sehingga mampu memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menjelaskan, KDKMP diharapkan tidak hanya menjadi wadah usaha, tetapi juga berfungsi sebagai off-taker yang menghubungkan petani, pekebun, nelayan, industri, dan pasar. Dengan demikian, rantai distribusi menjadi lebih efisien dan pendapatan masyarakat desa dapat meningkat.
Seminar Nasional KDKMP di Maluku Utara merupakan pelaksanaan ketiga setelah sebelumnya digelar di Jakarta dan Sulawesi Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari percepatan implementasi koperasi sesuai karakteristik ekonomi di masing-masing daerah.
Berdasarkan data pemerintah hingga 5 Agustus 2026, sebanyak 35.857 lokasi telah memiliki lahan siap dibangun untuk KDKMP. Dari jumlah tersebut, 15.910 lokasi masih dalam tahap pembangunan, sedangkan 19.491 titik telah selesai atau mencapai progres 100 persen.
Pemerintah menargetkan pembangunan 35.872 gedung KDKMP selesai pada Agustus 2026 dan mulai beroperasi secara bertahap mulai September mendatang.
Selain menjadi pusat aktivitas ekonomi desa, KDKMP juga diproyeksikan sebagai off-taker hasil pertanian dan perikanan, penyalur bantuan pemerintah, serta pusat distribusi alat dan mesin pertanian. Untuk menunjang operasional, setiap koperasi direncanakan memiliki satu truk, satu mobil pikap, dan dua kendaraan operasional.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mengatakan pemerintah provinsi terus memperkuat ekonomi masyarakat pesisir melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Menurut Sherly, saat ini telah berdiri enam KNMP di Maluku Utara, sementara 12 lokasi lainnya telah dinyatakan siap dibangun setelah melalui proses verifikasi.
Pemerintah berharap sinergi antara KDKMP dan KNMP dapat mempercepat hilirisasi hasil perikanan dan perkebunan, menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, serta menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang bertumpu pada potensi lokal.






Komentar Via Facebook :