https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Mercy Barends : RUU Perampasan Aset Harus Lindungi Hak Warga Negara •   Tata Kelola Aset Negara, Kemensos Sabet Juara Pertama Anugerah Reksa Bandha •   Pemerintah Targetkan Program Satu Orang Satu Rekening Terwujud dalam Dua Bulan •   Bakom RI Respons Dugaan Penyadapan Prabowo, Masyarakat Diajak Jaga Persatuan Bangsa
Home › Daerah › Kapolda Riau di Forum IMT-GT: Kerusakan Lingkungan Bisa Berubah Jadi Ancaman Keamanan
Daerah
Pekanbaru

Kapolda Riau di Forum IMT-GT: Kerusakan Lingkungan Bisa Berubah Jadi Ancaman Keamanan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:43 WIB,  
Penulis : Azhar
Kapolda Riau di Forum IMT-GT: Kerusakan Lingkungan Bisa Berubah Jadi Ancaman Keamanan

Keterangan Foto: Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan. TD/Azhar

PEKANBARU, Tabloiddiksi.com – Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan bahwa kerusakan lingkungan tidak lagi hanya menjadi persoalan ekologis, tetapi telah berkembang menjadi ancaman nyata terhadap keamanan masyarakat. 

Pernyataan itu disampaikan saat menjadi pembicara pada Seminar Green Cities Mayors Council (GCMC) Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) 2026 yang digelar di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Rabu (5/8/2026), di hadapan kepala daerah dan delegasi dari Indonesia, Malaysia, serta Thailand.

    Baca juga:
  • Yuliarso Resmi Jabat Kepala BPBD Pekanbaru, Agung Minta Fokus Tangani Karhutla dan Banjir

  • Pemprov Riau Dorong Transformasi Rumah Sakit Daerah Menuju Smart Hospital

  • Diskominfo Kampar Terima Kunjungan Diskominfo Pariaman, Bahas Standarisasi Kemitraan Media

Dalam paparannya, Herry memperkenalkan konsep Green Policing, sebuah pendekatan kepolisian yang menggabungkan penegakan hukum, pencegahan kerusakan lingkungan, edukasi, restorasi ekosistem, dan kolaborasi lintas sektor. 

Menurutnya, konsep tersebut lahir dari pengalaman Polda Riau menghadapi berbagai persoalan lingkungan yang terus berulang, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pertambangan ilegal, pembalakan liar, perambahan kawasan konservasi, hingga pencemaran sungai.

Kapolda menjelaskan, selama ini penegakan hukum memang berhasil membawa pelaku kejahatan lingkungan ke meja hijau. Namun, langkah tersebut belum mampu memutus siklus kerusakan alam yang terus terjadi setiap tahun. 

Ia menilai, kejahatan lingkungan memiliki dampak yang jauh lebih luas karena kerusakan ekosistem tidak otomatis pulih hanya dengan menghukum pelakunya.

"Hukum dapat menghentikan pelaku, tetapi tidak serta-merta memulihkan ekosistem yang telah rusak. Ketika sungai tercemar atau hutan hilang, yang terancam bukan hanya lingkungan, tetapi juga masa depan masyarakat dan generasi berikutnya," tegas Herry. 

Ia menambahkan, lemahnya kondisi lingkungan akan berbanding lurus dengan meningkatnya ancaman terhadap keamanan, mulai dari banjir, konflik sosial, hingga hilangnya sumber kehidupan masyarakat.

Atas dasar itu, Polda Riau mengembangkan Green Policing sebagai strategi pencegahan yang melibatkan seluruh elemen. Pemerintah daerah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, sektor swasta, lembaga pendidikan hingga masyarakat diajak membangun kolaborasi dalam menjaga lingkungan. 

Menurut Herry, persoalan lingkungan bukan karena minimnya institusi yang bekerja, melainkan lemahnya sinergi antarpihak. Sebagai contoh, Herry mengungkapkan penanganan aktivitas pertambangan ilegal di Kabupaten Kuantan Singingi tidak berhenti pada operasi penegakan hukum. 

Setelah penindakan dilakukan, Polda Riau bersama berbagai pihak melanjutkannya dengan program restorasi berupa penanaman pohon, pemasangan tanda perlindungan lingkungan, kampanye edukasi, hingga mendukung langkah pemerintah daerah memulihkan kawasan yang rusak.

Menutup paparannya dalam forum internasional tersebut, Kapolda Riau mengajak seluruh peserta IMT-GT menjadikan perlindungan lingkungan sebagai investasi keamanan masa depan. 

Menurutnya, keberhasilan pembangunan kota hijau hanya dapat dicapai jika pembangunan berjalan seimbang dengan pelestarian alam. 

"Melindungi lingkungan bukan sekadar melindungi alam, tetapi melindungi masa depan masyarakat. Jika kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita," pungkas lulusan Akpol 1996 tersebut.

 

Editor : Josua Januari Nababan

TOPIK TERKAIT

#poldariau
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Hukum

    Puntung Rokok Jadi Petaka, 5 Hektare Hutan di Inhu Terbakar

    Rabu, 05 Agu 2026 | 11:23 WIB
  • TNI-Polri

    Dari Mangrove hingga Mesin Ketinting, Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau untuk Pesisir Sinaboi

    Senin, 03 Agu 2026 | 19:43 WIB
  • TNI-Polri

    Kapolda Riau Lepas Ekspedisi Merah Putih Presisi, Misi Menembus 17 Desa 3T demi Rakyat

    Sabtu, 01 Agu 2026 | 14:26 WIB
  • Hukum

    Polda Riau Musnahkan Narkoba Rp69,7 Miliar, Sindikat Internasional Dibongkar

    Rabu, 29 Jul 2026 | 11:08 WIB
  • Hukum

    7 Kg Sabu Disembunyikan di Kebun Sawit, Ditresnarkoba Polda Riau Ringkus 3 Pengedar

    Selasa, 28 Jul 2026 | 17:37 WIB

Terpopuler

  • #1

    Dugaan Tambang Ilegal di Kampar Disorot, Polsek Tambang Turun ke Parit Baru

    Kamis, 29 Okt 2026 - 17:28 WIB
  • #2

    17.500 Orang Padati KKR Pemuda Riau, Peserta Membludak, Panitia Evaluasi Gelaran 2027

    Minggu, 25 Okt 2026 - 18:00 WIB
  • #3

    GRANAT Apresiasi Konsistensi Polresta Pekanbaru dalam Pemberantasan dan Pencegahan Narkotika

    Senin, 02 Nov 2026 - 21:13 WIB
  • #4

    Pilkades Siarang-arang Disorot, Warga Mengaku Kehilangan Hak Pilih

    Selasa, 27 Okt 2026 - 01:08 WIB
  • #5

    Dukung Green Policing Polda Riau, Bhabinkamtibmas Payung Sekaki Gandeng Warga Hijaukan Pekanbaru

    Rabu, 28 Okt 2026 - 13:22 WIB
  • #6

    Sikat Habis Narkoba! Razia 6 THM di Pekanbaru Jaring Pekerja Positif Sabu Dini Hari

    Sabtu, 31 Okt 2026 - 13:12 WIB
  • #7

    Polda Riau Gelar Minggu Kasih di GBI Bethany: Polisi Siap Dengar Aspirasi Warga

    Minggu, 25 Okt 2026 - 12:34 WIB
  • #8

    Bersih-Bersih Internal! Kapolda Riau Ancam Pecat Polisi Pengedar Narkoba

    Senin, 02 Nov 2026 - 13:12 WIB
  • #9

    Mahasiswa HMI Geruduk DPRD Riau, Polresta Pekanbaru Kawal hingga Audiensi

    Selasa, 27 Okt 2026 - 19:25 WIB

HUKRIM

  • Polda Riau Bongkar Sindikat Pupuk Ilegal 45,8 Ton, 926 Karung Palsu Siap Tipu Petani Sawit

    Polda Riau Bongkar Sindikat Pupuk Ilegal 45,8 Ton, 926 Karung Palsu Siap Tipu Petani Sawit

    Kamis, 05 Nov 2026 | 12:20 WIB
  • Polisi Bakar Tiga Rakit Emas Ilegal di Kampar Kiri, Pelaku Diminta Jangan Coba-coba Merusak Alam!  ?

    Polisi Bakar Tiga Rakit Emas Ilegal di Kampar Kiri, Pelaku Diminta Jangan Coba-coba Merusak Alam! ?

    Kamis, 05 Nov 2026 | 08:29 WIB
  • Lapor, Grebek, Tangkap! Polsek XIII Koto Kampar Gulung Jaringan Sabu Berkat Aduan Warga

    Lapor, Grebek, Tangkap! Polsek XIII Koto Kampar Gulung Jaringan Sabu Berkat Aduan Warga

    Rabu, 04 Nov 2026 | 14:30 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • Pemerintah Targetkan Program Satu Orang Satu Rekening Terwujud dalam Dua Bulan

    Pemerintah Targetkan Program Satu Orang Satu Rekening Terwujud dalam Dua Bulan

    Kamis, 05 Nov 2026 | 22:27 WIB
  • DEN Cermati Teknologi AI dan Komputasi Kuantum, Jajaki Peluang Kerja Sama Global

    DEN Cermati Teknologi AI dan Komputasi Kuantum, Jajaki Peluang Kerja Sama Global

    Kamis, 05 Nov 2026 | 21:11 WIB
  • Kemendag Tetapkan Minyak Nilam sebagai Komoditas Sistem Resi Gudang

    Kemendag Tetapkan Minyak Nilam sebagai Komoditas Sistem Resi Gudang

    Kamis, 05 Nov 2026 | 19:35 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com