Home › Sorotan › Pesta Narkoba di Kafe Wulan Kampar Jadi Sorotan, Penanganan BNNP Riau Dipertanyakan
Pesta Narkoba di Kafe Wulan Kampar Jadi Sorotan, Penanganan BNNP Riau Dipertanyakan
Plang Nama Kantor BNNP Riau
PEKANBARU, Tabloid Diksi – Penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau menjadi sorotan publik setelah 12 dari 13 orang yang diamankan dalam penggerebekan di sebuah kafe di Desa Kepau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, dikabarkan tidak dilakukan penahanan usai menjalani pemeriksaan.
Penggerebekan tersebut terjadi di Kafe Wulan (Tenda Biru) sekitar pukul 03.00 WIB, Senin (20/7) dini hari. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, sebanyak 12 orang dinyatakan positif mengonsumsi narkotika jenis metamfetamin atau amfetamin melalui tes urine, sementara satu orang lainnya dinyatakan negatif.
-
Informasi yang dihimpun dari warga di sekitar lokasi menyebutkan, sejumlah orang yang diduga turut diamankan dalam operasi tersebut antara lain Abusar, yang disebut sebagai Ketua Tim Kelompok Tani; Mulyadi alias Kandar bersama istrinya Sri Rahayu; Ernita; Vany; Khoirunnisa; Putra; Alveri, SH, yang oleh warga disebut merupakan oknum di Kejaksaan Negeri Kampar; Dody Saputra alias Dodot; serta Edrizal.
Selain itu, sebelumnya juga beredar informasi bahwa di antara mereka yang diamankan terdapat seorang tenaga honorer di Pengadilan Agama Pekanbaru berinisial AF serta seorang tokoh masyarakat sekaligus pengusaha kelapa sawit di Desa Kepau Jaya berinisial Ab.
-
Namun demikian, hingga berita ini diterbitkan, BNNP Riau belum memberikan keterangan resmi mengenai identitas seluruh orang yang diamankan, sehingga informasi tersebut masih menunggu konfirmasi dari pihak berwenang.
Pantauan di Kantor BNNP Riau, Jalan Citra Labersa No. 10, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, Selasa (21/7) sore, sejumlah orang yang sebelumnya diamankan terlihat berada di luar kantor BNNP didampingi anggota keluarga masing-masing setelah menjalani pemeriksaan dan tes urine.
-
Beberapa di antaranya dipanggil secara bergantian untuk memasuki ruang pemeriksaan. Setelah proses tersebut selesai, mereka terlihat meninggalkan kantor BNNP menggunakan kendaraan pribadi bersama keluarga masing-masing.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan dari berbagai pihak mengenai tindak lanjut hukum terhadap para terduga pengguna narkotika yang hasil tes urinenya dinyatakan positif.
-
-






Komentar Via Facebook :