https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Kementerian UMKM Dorong Usaha Menengah Siap Melantai di Bursa •   Prabowo Tegaskan Indonesia Tetap Jalankan Politik Luar Negeri Bebas Aktif •   Baleg Bentuk Panja Bahas RUU Pengaturan Reforma Agraria •   DPR RI Perkuat Kompetensi Pengelolaan Konten Media Sosial
Home › Sorotan › Bonus PON Belum Dibayar Penuh, Atlet Riau Kecewa: Janji Tinggal Janji
Sorotan
Pekanbaru

Bonus PON Belum Dibayar Penuh, Atlet Riau Kecewa: Janji Tinggal Janji

Senin, 03 Agustus 2026 | 15:08 WIB,  
Penulis : Azhar
Bonus PON Belum Dibayar Penuh, Atlet Riau Kecewa: Janji Tinggal Janji

Keterangan Foto:

PEKANBARU,Tabloiddiksi.com – Dua tahun setelah mengharumkan nama Provinsi Riau di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024, para atlet dan pelatih justru masih diselimuti kekecewaan. 

Dikutip dari media ingatlah.com, bonus prestasi yang dijanjikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau hingga kini belum juga dibayarkan secara penuh. 

    Baca juga:
  • Malaria Tak Kunjung Hilang, Warga Sinaboi Desak Pemerintah Bertindak Nyata

  • Eks Kadis PUPR-PKPP Riau dan Rekanan Kompak Dihukum 2 Tahun, KPK Masih Pikir-pikir

  • Pascasarjana Administrasi Pendidikan UNRI Dorong Pemberdayaan Masyarakat melalui Olahan Dimsum Ikan Patin

Kondisi tersebut memicu keresahan sekaligus menggerus semangat para atlet yang selama ini berjuang mengibarkan nama Bumi Lancang Kuning di pentas olahraga nasional.

Hingga Senin (3/8/2026), para atlet mengaku baru menerima sekitar 45 persen dari total bonus yang dijanjikan. Pembayaran itu dilakukan pada September 2025, sementara sisa bonus hingga kini belum memiliki kepastian kapan akan dilunasi. 

Situasi tersebut membuat para atlet mempertanyakan komitmen pemerintah dalam memberikan penghargaan atas prestasi yang telah mereka persembahkan.

"Kami sudah hampir dua tahun menunggu. Baru sekitar 45 persen yang dibayarkan, sisanya hanya janji tanpa kepastian. Awalnya dijanjikan akan dilunasi di awal tahun, tetapi sampai sekarang belum juga terealisasi," kata atlet senam Riau, Puja.

Lebih dari sekadar persoalan uang, keterlambatan pembayaran bonus dinilai telah berdampak terhadap psikologis atlet. Puja mengaku semangat bertanding mulai menurun karena muncul kekhawatiran bahwa setiap prestasi justru akan menjadi beban anggaran bagi pemerintah daerah.

"Kami sekarang malah takut berprestasi. Takut kalau nanti bonusnya kembali tidak dibayar. Semangat kami untuk membela Riau benar-benar turun," ujarnya dengan nada kecewa.

Menurutnya, di saat provinsi lain telah fokus menyiapkan atlet menghadapi kejuaraan berikutnya, termasuk PON selanjutnya, atlet-atlet Riau justru masih disibukkan dengan perjuangan menagih hak mereka. 

Meski demikian, latihan tetap berjalan secara mandiri tanpa dukungan training camp (TC), dengan pembinaan yang masih dilakukan bersama KONI Riau.

Kekecewaan serupa juga disampaikan atlet renang Vanessa Evato, satu-satunya wakil Riau pada cabang renang di PON Aceh-Sumut 2024. 

Atlet yang telah empat kali memperkuat kontingen Riau itu menilai keterlambatan pembayaran bonus selama hampir dua tahun merupakan pengalaman paling pahit sepanjang kariernya.

"Kami hanya menuntut hak kami. Kami sudah memberikan yang terbaik dan membawa nama Riau. Sekarang sudah seharusnya pemerintah memenuhi kewajibannya kepada atlet," tegas Vanessa.

Vanessa juga menyoroti kebijakan anggaran daerah yang dinilainya tidak berpihak kepada atlet. Menurutnya, di tengah alasan efisiensi anggaran, pemerintah justru masih mampu mengalokasikan dana untuk kegiatan hiburan berskala besar.

"Yang membuat kami heran, anggaran untuk konser dan mendatangkan artis besar ada. Tapi bonus atlet yang sudah berjuang mengharumkan nama daerah justru belum juga diselesaikan," kritiknya.

Nada kecewa juga datang dari pelatih atlet Riau, Ahmad Markos. Ia menyebut keterlambatan pembayaran bonus selama hampir dua tahun sebagai peristiwa yang memalukan bagi citra Riau, baik di tingkat nasional maupun internasional.

"Riau dikenal sebagai daerah yang memiliki sumber daya besar. Sangat disayangkan jika hak atlet yang telah mengharumkan nama daerah justru terabaikan. Ini bisa merusak pembinaan olahraga dan membuat atlet memilih pindah ke provinsi lain," ujarnya.

Para atlet dan pelatih berharap Pemprov Riau segera mengambil langkah konkret untuk melunasi sisa bonus PON 2024. 

Mereka juga meminta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau serta KONI Riau ikut memperjuangkan hak atlet agar persoalan ini tidak terus berlarut-larut. 

Bagi mereka, bonus bukan sekadar penghargaan, melainkan bentuk nyata apresiasi negara atas pengorbanan, kerja keras, dan prestasi yang telah dipersembahkan untuk masyarakat Riau.

Editor : Redaktur

TOPIK TERKAIT

#Riau
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Peristiwa

    Abiyu Rafi Penyumbang Medali Sea Games 2023 Asal Riau

    Jumat, 12 Mei 2023 | 10:06 WIB

Terpopuler

  • #1

    Agrinas Palma Hentikan KSO, Terapkan Target Produksi bagi Mitra

    Kamis, 10 Sep 2026 - 23:05 WIB
  • #2

    Polsek Payung Sekaki Bongkar Dugaan Sindikat Curanmor antar Wilayah

    Kamis, 03 Sep 2026 - 11:22 WIB
  • #3

    Dini Hari Digerebek, 2 Pria di Kampar Kepergok Simpan Sabu-Ekstasi

    Selasa, 08 Sep 2026 - 09:53 WIB
  • #4

    0,75 Hektare Masih Berasap, Tim Gabungan Kepung Bara Gambut Rimbo Panjang

    Sabtu, 05 Sep 2026 - 10:55 WIB
  • #5

    Gunung Sinabung Erupsi, Musa Rajekshah Imbau Warga Patuhi Arahan Pemerintah

    Rabu, 02 Sep 2026 - 16:37 WIB
  • #6

    Polsek Kampar Salurkan Bibit Jagung, Targetkan 1 Hektare Lahan Jadi Produktif

    Kamis, 03 Sep 2026 - 17:19 WIB
  • #7

    Pemko Pekanbaru Undang 80 Media dalam FGD “Media Berdampak”

    Minggu, 13 Sep 2026 - 17:18 WIB
  • #8

    Remaja 16 Tahun Dijebak Kencan via WALLA, Dikeroyok dan HP Rp18 Juta Dirampas

    Rabu, 02 Sep 2026 - 20:49 WIB
  • #9

    Polemik Pegawai FIFGROUP Meledak, Demo GEMAPERA Dapat Pengamanan Polsek Payung Sekaki

    Kamis, 03 Sep 2026 - 18:26 WIB

HUKRIM

  • Polda Riau Bongkar Modus Karhutla: 58 Kasus Disidik, 61 Orang Jadi Tersangka

    Polda Riau Bongkar Modus Karhutla: 58 Kasus Disidik, 61 Orang Jadi Tersangka

    Kamis, 17 Sep 2026 | 17:53 WIB
  • Polisi Bergerak Usai Laporan Masuk, Remaja 14 Tahun Diamankan Terkait Pembacokan di Bengkalis

    Polisi Bergerak Usai Laporan Masuk, Remaja 14 Tahun Diamankan Terkait Pembacokan di Bengkalis

    Kamis, 17 Sep 2026 | 11:14 WIB
  • Sabu Bikin Geger Senggoro, 3 Orang Positif Methamphetamine Diamankan Polisi

    Sabu Bikin Geger Senggoro, 3 Orang Positif Methamphetamine Diamankan Polisi

    Kamis, 17 Sep 2026 | 09:41 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    Senin, 31 Agu 2026 | 22:40 WIB
  • BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    Minggu, 30 Agu 2026 | 21:03 WIB
  • Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Sabtu, 29 Agu 2026 | 19:16 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com