https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Api Padam, Kewaspadaan Tak Padam! Riau Catat Zero Karhutla Hari Ini •   Sabu 17,57 Gram dan 3 Pil Happy Five Disita dari Rumah di Kamter, 4 Pria Diamankan •   Polisi Geledah Rumah Warga Koto Damai, 7 Paket Sabu Ditemukan di Atas Lemari •   Polisi Keliling Desa Pakai TOA, Warga Batu Hampar Diingatkan Ancaman Pidana Bakar Lahan
Home › Artikel › Tren Fashion Ramah Lingkungan yang Mulai Mendominasi 2025
Artikel
Pekanbaru

Tren Fashion Ramah Lingkungan yang Mulai Mendominasi 2025

Jumat, 22 Agustus 2025 | 20:49 WIB,  
Penulis : Muhammad Irvan
Tren Fashion Ramah Lingkungan yang Mulai Mendominasi 2025

Keterangan Foto: Tren Fashion Ramah Lingkungan yang Mulai Mendominasi 2025

Tabloiddiksi.com- Isu keberlanjutan telah menjadi perhatian utama dalam industri fashion global, dan Indonesia turut bergabung dalam gerakan ini. Tahun 2025 menandai momen di mana tren fashion ramah lingkungan (sustainable fashion) benar-benar mendominasi pasaran, dengan dukungan kebijakan, inovasi teknologi, dan semangat industri kreatif lokal. Dilansir dari the gringo chapin, gerakan ini bukan sekadar gaya — namun sebuah keharusan moral dan ekonomi.

1. Kain Ramah Lingkungan Menjadi Primadona

    Baca juga:
  • Waspada Perubahan Cuaca Ekstrem di Tengah Peningkatan Aktivitas Ekonomi

  • Strategi Tim Free Fire dan Mobile Legends Agar Menang Lebih Konsisten

  • Alasan Rental Mobil Menjadi Pilihan Favorit Saat Bepergian

Bahan pakaian yang ramah lingkungan seperti katun organik, Tencel/lyocell berbahan kayu eukaliptus, hingga kain yang terbuat dari limbah plastik laut menjadi pilihan utama. Keunggulannya antara lain perlindungan lingkungan, penggunaan air yang lebih efisien, dan minim penggunaan bahan kimia berbahaya.

Proses pewarnaan alami—seperti menggunakan kulit bawang atau kopi—juga banyak diterapkan oleh desainer ramah lingkungan, yang membantu mengurangi jejak karbon dan limbah kimia.

2. Circular Fashion & Slow Fashion: Gaya yang Bermakna dan Tahan Lama

Konsep circular fashion kini resmi menjadi norma, bukan sekadar jargon. Sistem ini mendorong desain yang memungkinkan pakaian untuk dipakai lama, diperbaiki, atau didaur ulang sebagai produk baru, menciptakan siklus sustainable fashion yang berkelanjutan.

Selain itu, slow fashion menolak budaya fast fashion dan lebih menekankan pada etika produksi, kolaborasi dengan pengrajin lokal, dan penciptaan barang fashion yang berkualitas tinggi dan bertahan lama.

3. Thrifting & Upcycling: Tren Konsumsi yang Ramah Lingkungan

Belanja pakaian preloved atau thrifting semakin populer sebagai bentuk sustainable fashion. Pakaian bekas tidak hanya lebih hemat, tetapi juga secara langsung mengurangi limbah tekstil.

Upcycling—mengubah pakaian lama menjadi desain baru—juga mendulang perhatian. Startup lokal seperti Pable ID mengubah kain bekas menjadi produk baru yang bernilai tinggi, sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

4. Teknologi sebagai Kunci Inovasi Fashion Hijau

Teknologi modifikasi tekstil dan produksi juga berkembang pesat. Contohnya, digital fashion—pakaian digital untuk avatar dan NFT—memberi alternatif tanpa mengonsumsi bahan fisik, mengurangi limbah fashion secara signifikan.

Kemajuan lain seperti digital printing, smart textiles, dan 3D seamless knitting memudahkan produksi yang efisien dan personalisasi massal tanpa pemborosan bahan.

5. Fashion Lokal & Kolaborasi Penting untuk Keberlanjutan

Produk budaya dan fashion lokal makin mendapat tempat. Modest fashion dengan motif batik dan tenun bukan hanya elegan, tetapi juga ramah lingkungan karena sering dibuat dalam skala kecil dan menggunakan bahan alami.

Contoh nyata inovasi lokal adalah Asia Pacific Rayon (APR) yang memproduksi viscose-rayon ramah lingkungan dan berkolaborasi dengan manufaktur tekstil lokal di Jakarta Fashion Week 2025. Hal ini menunjukkan sinergi antara inovasi bahan dan kreativitas desainer lokal.

6. Inklusivitas, Gender-Neutral & Modular Fashion

Tren fashion 2025 tak hanya ramah lingkungan, tapi juga inklusif. Pakaian gender-neutral dan adaptive clothing (ramah bagi penyandang disabilitas) jadi sorotan, karena bisa dipakai siapa saja tanpa membatasi gender—berkontribusi juga pada pengurangan limbah tekstil.

Pakaian modular yang bisa diubah bentuknya—seperti jaket yang bisa jadi tas—mendorong penggunaan lebih lama dan efisien.

7. Konsumen & Industri Mulai Memerdulikan Transparansi & Etika Produksi

Semakin banyak konsumen mengetahui perjalanan sebuah pakaian: mulai bahan, proses produksi, hingga dampak lingkungan. Brand yang transparan dan etis mulai mendapatkan loyalitas lebih besar, terutama dari generasi muda yang sadar lingkungan.

8. Studi Perilaku Konsumen Lokal: Zero Waste Dimulai dari Rumah

Riset terbaru di kota-kota besar Indonesia menunjukkan perilaku zero-waste sudah mulai terbentuk: kontrol pribadi (perceived behavioral control) dan norma sosial menjadi pengaruh kuat untuk meminimalkan limbah rumah tangga. Ini menandakan potensi besar bagi fashion sustainable di tingkat konsumen.

Tahun 2025 menjadi tahun di mana fashion ramah lingkungan melejit di Indonesia. Dari bahan organik dan teknologi digital sampai inklusivitas dan circular economy, tren ini mengubah model konsumsi dan produksi. Dukungan dari kreator lokal, inovasi teknologi, serta kesadaran konsumen telah menciptakan momentum kuat untuk industri yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Dikutip dari the gringo chapin blog, tren ini menunjukkan bahwa fashion di era modern tidak sekadar soal estetika, tetapi juga soal pilihan yang mencerminkan kepedulian terhadap bumi dan manusia. Jika dilanjutkan, ini bisa menjadi warisan positif untuk generasi mendatang.

Editor : Muhammad Irvan

TOPIK TERKAIT

the gringo chapinthegringochapin
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

Terpopuler

  • #1

    Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Siak Kecil, Polisi Kejar Pelaku hingga Jambi

    Rabu, 23 Sep 2026 - 11:30 WIB
  • #2

    Pria 21 Tahun Ditemukan Meninggal Tergantung di Ruko Apotek Rama Farma Kampar

    Kamis, 24 Sep 2026 - 15:54 WIB
  • #3

    Sertijab di Mapolda Riau, AKBP Fahrian Tinggalkan Bengkalis dan AKBP Eko Rubiyanto Jadi Kapolres Baru

    Sabtu, 26 Sep 2026 - 13:48 WIB
  • #4

    Pemko Pekanbaru Undang 80 Media dalam FGD “Media Berdampak”

    Minggu, 13 Sep 2026 - 17:18 WIB
  • #5

    Desil Warga Berubah, Pemko Pekanbaru Sediakan Posko Pengaduan di Setiap Kelurahan

    Sabtu, 26 Sep 2026 - 16:20 WIB
  • #6

    Satgas PKH Tegaskan Penertiban Hutan Bukan Anti-Usaha, 6 Personel Disiapkan turun ke Kampar

    Rabu, 23 Sep 2026 - 18:33 WIB
  • #7

    Pemerintah Tuntaskan Utang Obligasi BLBI Rp218,3 Triliun

    Rabu, 23 Sep 2026 - 18:48 WIB
  • #8

    Perubahan APBD Riau 2026 Diajukan, Belanja Capai Rp8,378 Triliun dan Pemprov Bentuk Satgas OPAD

    Rabu, 23 Sep 2026 - 20:11 WIB
  • #9

    Dilepas Polsek Binawidya, 200 Ojol Domte Community Gas ke Air Tiris Rayakan Anniversary ke-5

    Minggu, 20 Sep 2026 - 09:24 WIB

HUKRIM

  • Sabu 17,57 Gram dan 3 Pil Happy Five Disita dari Rumah di Kamter, 4 Pria Diamankan

    Sabu 17,57 Gram dan 3 Pil Happy Five Disita dari Rumah di Kamter, 4 Pria Diamankan

    Minggu, 27 Sep 2026 | 14:01 WIB
  • Polisi Geledah Rumah Warga Koto Damai, 7 Paket Sabu Ditemukan di Atas Lemari

    Polisi Geledah Rumah Warga Koto Damai, 7 Paket Sabu Ditemukan di Atas Lemari

    Minggu, 27 Sep 2026 | 13:34 WIB
  • Belum Sempat Tawuran, Belasan Remaja di Rumbai Keburu Diciduk Tim RAGA

    Belum Sempat Tawuran, Belasan Remaja di Rumbai Keburu Diciduk Tim RAGA

    Sabtu, 26 Sep 2026 | 16:53 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    Senin, 31 Agu 2026 | 22:40 WIB
  • BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    Minggu, 30 Agu 2026 | 21:03 WIB
  • Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Sabtu, 29 Agu 2026 | 19:16 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com