https://tabloiddiksi.com

  • Hukum
  • Sorotan
  • Peristiwa
  • Pemerintah
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Siak
    • Kampar
    • Kuansing
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Rokan Hulu
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Kepulauan Meranti
    • Pelalawan
    • Kepulauan Riau
  • Parlementaria
  • Sport
  • Video TV
  • Artikel
  • TNI Polri
  • Lainnya
    • Politik
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekbis
    • Advertorial
    • Diksi E-Paper

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Hukum
  • Sorotan
  • Peristiwa
  • Pemerintah
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Siak
    • Kampar
    • Kuansing
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Rokan Hulu
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Kepulauan Meranti
    • Pelalawan
    • Kepulauan Riau
  • Parlementaria
  • Sport
  • Video TV
  • Artikel
  • TNI Polri
  • Lainnya
    • Politik
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekbis
    • Advertorial
    • Diksi E-Paper

Beranda

Terpopuler

Utama

Pilihan

Todays

•   Kades dan Vendor 'Main Mata', Inspektorat 'Bungkam' Korupsi Dana Digitalisasi Desa ! •   Kawasan Hutan di Kampar Kiri: Pertarungan antara Kemakmuran dan Bisnis? •   Bupati Pimpin Musrenbang RKPD 2027: DPRD Kampar Tegaskan Eksekutif Akomodir Usulan di Dapil VI ! •   Kunjungan Perdana ke Desa Logas, Kapolres Kuansing Tinjau Pos Kamling, Tanam Pohon, dan Dialog dengan Tokoh Adat
Home › Artikel › Tren Fashion Ramah Lingkungan yang Mulai Mendominasi 2025
Artikel
Pekanbaru

Tren Fashion Ramah Lingkungan yang Mulai Mendominasi 2025

Jumat, 22 Agustus 2025 | 20:49 WIB,  
Penulis : Muhammad Irvan
Tren Fashion Ramah Lingkungan yang Mulai Mendominasi 2025

Tren Fashion Ramah Lingkungan yang Mulai Mendominasi 2025

Tabloiddiksi.com- Isu keberlanjutan telah menjadi perhatian utama dalam industri fashion global, dan Indonesia turut bergabung dalam gerakan ini. Tahun 2025 menandai momen di mana tren fashion ramah lingkungan (sustainable fashion) benar-benar mendominasi pasaran, dengan dukungan kebijakan, inovasi teknologi, dan semangat industri kreatif lokal. Dilansir dari the gringo chapin, gerakan ini bukan sekadar gaya — namun sebuah keharusan moral dan ekonomi.

1. Kain Ramah Lingkungan Menjadi Primadona

  • Baca juga: Tren Fashion Ramah Lingkungan yang Mulai Mendominasi 2025

Bahan pakaian yang ramah lingkungan seperti katun organik, Tencel/lyocell berbahan kayu eukaliptus, hingga kain yang terbuat dari limbah plastik laut menjadi pilihan utama. Keunggulannya antara lain perlindungan lingkungan, penggunaan air yang lebih efisien, dan minim penggunaan bahan kimia berbahaya.

Proses pewarnaan alami—seperti menggunakan kulit bawang atau kopi—juga banyak diterapkan oleh desainer ramah lingkungan, yang membantu mengurangi jejak karbon dan limbah kimia.

  • Baca juga: Potret Buram Kepala Daerah yang Tak Layak Duduk di Kursi Rakyat

2. Circular Fashion & Slow Fashion: Gaya yang Bermakna dan Tahan Lama

Konsep circular fashion kini resmi menjadi norma, bukan sekadar jargon. Sistem ini mendorong desain yang memungkinkan pakaian untuk dipakai lama, diperbaiki, atau didaur ulang sebagai produk baru, menciptakan siklus sustainable fashion yang berkelanjutan.

  • Baca juga: Saksikan Secara Langsung Trio Rajumi Ft Jojo Sipayung Key di Heaven Two pada 14 Desember 2024

Selain itu, slow fashion menolak budaya fast fashion dan lebih menekankan pada etika produksi, kolaborasi dengan pengrajin lokal, dan penciptaan barang fashion yang berkualitas tinggi dan bertahan lama.

3. Thrifting & Upcycling: Tren Konsumsi yang Ramah Lingkungan

  • Baca juga: Panduan Memilih Walikota, Tips untuk Menemukan Pemimpin yang Tepat

Belanja pakaian preloved atau thrifting semakin populer sebagai bentuk sustainable fashion. Pakaian bekas tidak hanya lebih hemat, tetapi juga secara langsung mengurangi limbah tekstil.

Upcycling—mengubah pakaian lama menjadi desain baru—juga mendulang perhatian. Startup lokal seperti Pable ID mengubah kain bekas menjadi produk baru yang bernilai tinggi, sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

  • Baca juga: Politik Edan, Meneroka Pemimpin Kuansing pada Pilkada 2024

4. Teknologi sebagai Kunci Inovasi Fashion Hijau

Teknologi modifikasi tekstil dan produksi juga berkembang pesat. Contohnya, digital fashion—pakaian digital untuk avatar dan NFT—memberi alternatif tanpa mengonsumsi bahan fisik, mengurangi limbah fashion secara signifikan.

  • Baca juga: Awal Hilangnya Konsentrasi Pendaki Gunung

Kemajuan lain seperti digital printing, smart textiles, dan 3D seamless knitting memudahkan produksi yang efisien dan personalisasi massal tanpa pemborosan bahan.

5. Fashion Lokal & Kolaborasi Penting untuk Keberlanjutan

  • Baca juga: Tips Ampuh Berhenti Merokok 

Produk budaya dan fashion lokal makin mendapat tempat. Modest fashion dengan motif batik dan tenun bukan hanya elegan, tetapi juga ramah lingkungan karena sering dibuat dalam skala kecil dan menggunakan bahan alami.

Contoh nyata inovasi lokal adalah Asia Pacific Rayon (APR) yang memproduksi viscose-rayon ramah lingkungan dan berkolaborasi dengan manufaktur tekstil lokal di Jakarta Fashion Week 2025. Hal ini menunjukkan sinergi antara inovasi bahan dan kreativitas desainer lokal.

  • Baca juga: Eks Bandar Narkoba Taubat Demi Ibu 

6. Inklusivitas, Gender-Neutral & Modular Fashion

Tren fashion 2025 tak hanya ramah lingkungan, tapi juga inklusif. Pakaian gender-neutral dan adaptive clothing (ramah bagi penyandang disabilitas) jadi sorotan, karena bisa dipakai siapa saja tanpa membatasi gender—berkontribusi juga pada pengurangan limbah tekstil.

    Pakaian modular yang bisa diubah bentuknya—seperti jaket yang bisa jadi tas—mendorong penggunaan lebih lama dan efisien.

    7. Konsumen & Industri Mulai Memerdulikan Transparansi & Etika Produksi

      Semakin banyak konsumen mengetahui perjalanan sebuah pakaian: mulai bahan, proses produksi, hingga dampak lingkungan. Brand yang transparan dan etis mulai mendapatkan loyalitas lebih besar, terutama dari generasi muda yang sadar lingkungan.

      8. Studi Perilaku Konsumen Lokal: Zero Waste Dimulai dari Rumah

        Riset terbaru di kota-kota besar Indonesia menunjukkan perilaku zero-waste sudah mulai terbentuk: kontrol pribadi (perceived behavioral control) dan norma sosial menjadi pengaruh kuat untuk meminimalkan limbah rumah tangga. Ini menandakan potensi besar bagi fashion sustainable di tingkat konsumen.

        Tahun 2025 menjadi tahun di mana fashion ramah lingkungan melejit di Indonesia. Dari bahan organik dan teknologi digital sampai inklusivitas dan circular economy, tren ini mengubah model konsumsi dan produksi. Dukungan dari kreator lokal, inovasi teknologi, serta kesadaran konsumen telah menciptakan momentum kuat untuk industri yang lebih hijau dan berkelanjutan.

          Dikutip dari the gringo chapin blog, tren ini menunjukkan bahwa fashion di era modern tidak sekadar soal estetika, tetapi juga soal pilihan yang mencerminkan kepedulian terhadap bumi dan manusia. Jika dilanjutkan, ini bisa menjadi warisan positif untuk generasi mendatang.

          Editor : Muhammad Irvan

          TOPIK TERKAIT

          the gringo chapinthegringochapin
          Komentar Via Facebook :

          BERITA TERKAIT

          Terpopuler

          • #1

            Kegiatan Sosial Danyon A Pelopor Satbrimobda Riau di Masjid Siti Aminah: Contoh Kepedulian dan Inspirasi!

            Minggu, 25 Jan 2026 - 11:55 WIB
          • #2

            Tanah Ulayat Kenegerian Lubuk Agung 'Dijual': Ada Apa Ninik Mamak dan Kepala Desa IV Koto Setingkai?

            Rabu, 28 Jan 2026 - 13:36 WIB
          • #3

            Bupati Pimpin Musrenbang RKPD 2027: DPRD Kampar Tegaskan Eksekutif Akomodir Usulan di Dapil VI !

            Kamis, 29 Jan 2026 - 20:51 WIB
          • #4

            Dugaan Komersialisasi LKS di Satuan Dikdasmen di Kampar, Plh.Kadisdik Akan Tindak Tegas !

            Selasa, 27 Jan 2026 - 19:47 WIB
          • #5

            Upacara Tradisi Penyambutan Baja Taja: AKBP Jhon Firdaus Tekankan Semangat Kesatuan!

            Selasa, 27 Jan 2026 - 15:27 WIB

          SOROTAN

          • Kades dan Vendor

            Kades dan Vendor 'Main Mata', Inspektorat 'Bungkam' Korupsi Dana Digitalisasi Desa !

            Sabtu, 07 Feb 2026 | 09:19 WIB
          • Kawasan Hutan di Kampar Kiri: Pertarungan antara Kemakmuran dan Bisnis?

            Kawasan Hutan di Kampar Kiri: Pertarungan antara Kemakmuran dan Bisnis?

            Selasa, 03 Feb 2026 | 13:04 WIB
          • Tanah Ulayat Kenegerian Lubuk Agung

            Tanah Ulayat Kenegerian Lubuk Agung 'Dijual': Ada Apa Ninik Mamak dan Kepala Desa IV Koto Setingkai?

            Rabu, 28 Jan 2026 | 13:36 WIB

          HUKRIM

          • Polsek Tambang Tangkap Pelaku Curanmor Yang Beraksi di 18 TKP!

            Polsek Tambang Tangkap Pelaku Curanmor Yang Beraksi di 18 TKP!

            Sabtu, 17 Jan 2026 | 14:22 WIB
          • Aktivitas PETI Masih Marak, Polres Kuansing Gagal Jaga Ekosistem Alam di Kuansing, Mahasiswa: “Kami Siapkan Laporan ke Propam”

            Aktivitas PETI Masih Marak, Polres Kuansing Gagal Jaga Ekosistem Alam di Kuansing, Mahasiswa: “Kami Siapkan Laporan ke Propam”

            Kamis, 15 Jan 2026 | 01:07 WIB
          • Tak Ada Ampun!!!, Polsek Kampar Kiri Tangkap Pelaku Narkoba di Desa Sungai Geringging 

            Tak Ada Ampun!!!, Polsek Kampar Kiri Tangkap Pelaku Narkoba di Desa Sungai Geringging 

            Rabu, 14 Jan 2026 | 15:09 WIB
            sudutkotanews.com



          • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

            tabloidDIKSI.com