https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Polisi Gerebek Rumah di Langgini, 2,13 Gram Sabu Disita dari Pria 35 Tahun •   Bupati-Wabup Kampar Turun Langsung, Bantuan Beras Disalurkan ke Warga Rentan •   Jalur Lama Ditutup, Arus Dialihkan! Ditlantas Polda Riau Pastikan Overpass STA 203+285 Siap Dilintasi •   Siapkan Anggaran 2027, Biro Rena Polda Riau Periksa Kebutuhan Polres Kampar
Home › Sorotan › Konflik Pegiat Lingkungan vs Oknum Perangkat Desa, Gelar Perkara Tersendat
Sorotan
Kampar

Konflik Pegiat Lingkungan vs Oknum Perangkat Desa, Gelar Perkara Tersendat

Kamis, 03 Juli 2025 | 15:12 WIB,  
Penulis : TIM
Konflik Pegiat Lingkungan vs Oknum Perangkat Desa, Gelar Perkara Tersendat

Keterangan Foto: ilustrasi

KAMPAR, Tabloid Diksi – Gelar perkara terkait kasus pengeroyokan dan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum perangkat desa dan masyarakat Desa Batu Gajah terhadap tiga (3) orang pegiat lingkungan di atas lahan konservasi milik PT Perawang Sukses Perkasa Indonesia (PT PSPI)—yang merupakan lokasi pembibitan penghijauan Mandala Foundation—belum dapat dilaksanakan hingga Selasa malam, 20 Mei 2025.

Hal ini disebabkan karena seluruh perhatian personel Polres Kampar saat ini difokuskan pada upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Dusun II Sei Pantau, Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau.

    Baca juga:
  • Bonus PON Belum Dibayar Penuh, Atlet Riau Kecewa: Janji Tinggal Janji

  • Malaria Tak Kunjung Hilang, Warga Sinaboi Desak Pemerintah Bertindak Nyata

  • Eks Kadis PUPR-PKPP Riau dan Rekanan Kompak Dihukum 2 Tahun, KPK Masih Pikir-pikir

Penjelasan ini disampaikan oleh Kepala Unit III Reskrim Polres Kampar, Ipda Sulthon, saat menjawab pertanyaan dari Cyber88, Rabu, 2 Juli 2025.

Menurut Ipda Sulthon, seharusnya gelar perkara tersebut sudah direncanakan akan dilaksanakan dalam minggu ini. Namun, karena kebakaran lahan gambut seluas sekitar 10 hektare dengan ketebalan gambut 1–1,5 meter di Desa Karya Indah, seluruh unit di Polres Kampar, termasuk Kapolres, kini dikerahkan langsung untuk memimpin tim gabungan dalam proses pemadaman dan pendinginan.

“Sabar dulu ya. Setelah upaya pemadaman selesai, gelar akan segera dilaksanakan,” ujar Ipda Sulthon.

Ia menambahkan bahwa pemeriksaan terhadap para saksi, termasuk saksi tambahan dalam kasus tersebut, telah selesai dilaksanakan.

“Kalau sudah selesai gelar, segera kita kirimkan SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan),” lanjutnya.

Sementara itu, di tempat terpisah, seorang sumber internal di Polres Kampar yang enggan disebut namanya mengungkapkan bahwa beberapa warga Desa Batu Gajah yang telah dimintai keterangan oleh Unit III Reskrim Polres Kampar antara lain berinisial DW, S, Sar, dan Jun.

“Tapi untuk lebih detail siapa saja yang sudah diperiksa, silakan tanya langsung ke Kapolres,” ujar sumber tersebut.

Terkait keterlambatan pelaksanaan gelar perkara, sumber itu menduga hal tersebut juga berkaitan erat dengan adanya laporan balik dari oknum perangkat desa dan warga Desa Batu Gajah terhadap pihak Mandala Foundation ke Polres Kampar.

Saat ditanya mengenai dasar laporan tersebut, sumber itu enggan memberikan penjelasan lebih lanjut karena dianggap merupakan kewenangan pimpinan.

Ia hanya menambahkan bahwa tidak tertutup kemungkinan gelar perkara akan dilakukan secara bersamaan, baik terhadap laporan Mandala Foundation terhadap oknum perangkat desa maupun laporan dari warga Desa Batu Gajah terhadap Mandala Foundation.

“Tapi saya tidak bisa memastikan hal itu ya. Hanya dugaan saya saja,” kata sumber tersebut, sambil memohon agar identitasnya tidak dipublikasikan.

DUGAAN TINDAK PIDANA

Sebagaimana diketahui, pada Selasa malam, 20 Mei 2025, tiga orang pegiat lingkungan dari Mandala Foundation menjadi korban pengeroyokan dan penganiayaan oleh sekelompok oknum perangkat desa dan warga Desa Batu Gajah, yang menyebabkan ketiganya mengalami luka-luka cukup serius.

Ketiga pegiat lingkungan yang saat itu tengah melakukan penjagaan bibit penghijauan di lahan konservasi PT PSPI adalah Eka Dharna Kartika, Arya Andra Ramadhan, dan Wahyu Saputra.

Akibat tindakan kekerasan yang diduga diprovokasi oleh sejumlah oknum perangkat desa tersebut, para korban telah melaporkan kejadian ini ke Polres Kampar dengan nomor laporan: LP/B/157/V/2025/SPKT/Polres Kampar/Polda Riau.

 

Editor : Pimred

TOPIK TERKAIT

pengeroyokan penganiayaan pegiat lingkungan Mandala Foundation Polres Kampar Desa Batu Gajah PT PSPI
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • TNI-Polri

    Bentuk Dari Dukungan Kepada Pelaku Usaha, Babinsa Koramil 06/TM Kodim 0321/Rohil Pendamping Penjual makanan

    Kamis, 03 Jul 2025 | 11:42 WIB
  • TNI-Polri

    Komsos Diwilayah Desa Binaan, Babinsa Koramil 06/TM Kodim 0321/Rohil Ajak Masyarakat Bangun Kebersamaan

    Minggu, 29 Jun 2025 | 11:55 WIB
  • Sorotan

    Desak Bentuk Pansus, Cipayung Plus dan KNPI Riau Soroti Defisit Anggaran Rp1,76 Triliun

    Rabu, 25 Jun 2025 | 23:23 WIB
  • Peristiwa

    Misi Penghijauan Berujung Penganiayaan, Empat Terduga Pelaku Diperiksa Polres Kampar

    Rabu, 25 Jun 2025 | 16:38 WIB
  • Sport

    DPW GM Pujakesuma Riau Gelar Turnamen Voli se-Riau dalam Rangka Harlah ke-45

    Kamis, 19 Jun 2025 | 20:29 WIB

Terpopuler

  • #1

    Agrinas Palma Hentikan KSO, Terapkan Target Produksi bagi Mitra

    Kamis, 10 Sep 2026 - 23:05 WIB
  • #2

    Dini Hari Digerebek, 2 Pria di Kampar Kepergok Simpan Sabu-Ekstasi

    Selasa, 08 Sep 2026 - 09:53 WIB
  • #3

    Pemko Pekanbaru Undang 80 Media dalam FGD “Media Berdampak”

    Minggu, 13 Sep 2026 - 17:18 WIB
  • #4

    Dilepas Polsek Binawidya, 200 Ojol Domte Community Gas ke Air Tiris Rayakan Anniversary ke-5

    Minggu, 20 Sep 2026 - 09:24 WIB
  • #5

    Tingkatkan Kepedulian Kesehatan, Ikatan Mahasiswa Kerinci Riau Gelar Aksi Berbagi Masker Gratis di Stadion Utama

    Kamis, 10 Sep 2026 - 22:12 WIB
  • #6

    Fortuner Tak Kunjung Datang, Pasutri Pengelola Pasar Bawah Dilaporkan

    Rabu, 09 Sep 2026 - 23:12 WIB
  • #7

    Bukan Sekadar Tanam, Bhabinkamtibmas Turun Pantau Jagung 2 Hektare di Batu Hampar

    Rabu, 16 Sep 2026 - 07:48 WIB
  • #8

    Polsek Payung Sekaki dan BPBD Berjibaku Lawan Api : Warga Diminta Stop Bakar Lahan

    Jumat, 11 Sep 2026 - 10:12 WIB
  • #9

    SPPD Fiktif DPRD Pekanbaru Tinggal Tunggu Kerugian Negara, Bidnen: Kajari Baru Harus Tunjukkan Taring

    Kamis, 17 Sep 2026 - 11:08 WIB

HUKRIM

  • Polisi Gerebek Rumah di Langgini, 2,13 Gram Sabu Disita dari Pria 35 Tahun

    Polisi Gerebek Rumah di Langgini, 2,13 Gram Sabu Disita dari Pria 35 Tahun

    Selasa, 22 Sep 2026 | 09:03 WIB
  • AR Bawa Kabur Aki Mobil Senilai Rp1,1 Juta di Rumbai, Polisi Langsung Memburu

    AR Bawa Kabur Aki Mobil Senilai Rp1,1 Juta di Rumbai, Polisi Langsung Memburu

    Senin, 21 Sep 2026 | 16:16 WIB
  • Api Lepas Kendali, Lahan 1,8 Hektare di Kelesa Inhu Terbakar; Pria 60 Tahun Jadi Tersangka

    Api Lepas Kendali, Lahan 1,8 Hektare di Kelesa Inhu Terbakar; Pria 60 Tahun Jadi Tersangka

    Senin, 21 Sep 2026 | 14:52 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    Senin, 31 Agu 2026 | 22:40 WIB
  • BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    Minggu, 30 Agu 2026 | 21:03 WIB
  • Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Sabtu, 29 Agu 2026 | 19:16 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com