https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Api Padam, Kewaspadaan Tak Padam! Riau Catat Zero Karhutla Hari Ini •   Sabu 17,57 Gram dan 3 Pil Happy Five Disita dari Rumah di Kamter, 4 Pria Diamankan •   Polisi Geledah Rumah Warga Koto Damai, 7 Paket Sabu Ditemukan di Atas Lemari •   Polisi Keliling Desa Pakai TOA, Warga Batu Hampar Diingatkan Ancaman Pidana Bakar Lahan
Home › Artikel › Kebangkitan Pemuda Dari Sejarah Perjuangan hingga Tantangan Zaman
Artikel
Pekanbaru

Kebangkitan Pemuda Dari Sejarah Perjuangan hingga Tantangan Zaman

Senin, 24 Februari 2025 | 12:22 WIB,  
Penulis : Redaksi
Kebangkitan Pemuda Dari Sejarah Perjuangan hingga Tantangan Zaman

Keterangan Foto: Nofri Yandri Yulan SPi, Sekretaris DPD KNPI Riau

PEKANBARU, Tabloid Diksi – Pemuda harus bangun dari tidur panjang dan menyadari bahwa perannya tidak hanya sebagai subjek, tetapi juga sebagai objek perubahan. Apa yang dilakukan hari ini akan berdampak pada masa depan.

Kaum muda harus berperan aktif dan mewarnai perubahan di berbagai bidang sesuai dengan potensi yang dimiliki. Sosok kaum muda memiliki karakter unik yang tidak dimiliki oleh generasi sebelumnya maupun setelahnya. Beberapa di antaranya adalah semangat yang selalu bergelora, keberanian mengambil risiko besar, energi yang tinggi, serta pandangan jauh ke depan. Tidak ada perubahan sosial di muka bumi ini yang terjadi tanpa peran kaum muda.

    Baca juga:
  • Waspada Perubahan Cuaca Ekstrem di Tengah Peningkatan Aktivitas Ekonomi

  • Strategi Tim Free Fire dan Mobile Legends Agar Menang Lebih Konsisten

  • Alasan Rental Mobil Menjadi Pilihan Favorit Saat Bepergian

Sebagai contoh, Revolusi Prancis yang menumbangkan monarki dan gereja di Abad Pertengahan digerakkan oleh kaum intelektual muda. Tokoh-tokoh seperti Jean-Jacques Rousseau dan Montesquieu menjadi motor penggerak revolusi yang menandai era baru serta mengilhami kebangkitan Renaisans di Eropa. Di Rusia, Revolusi Bolshevik berhasil menumbangkan Tsar Nicholas II dan dinasti Romanov.

Demikian pula dengan Revolusi Hungaria yang dipelopori oleh para pemuda dan mahasiswa yang menentang pendudukan Uni Soviet dan pemerintahan boneka. Gelombang revolusi kaum muda kemudian merambah ke Eropa Barat sepanjang tahun 1960-an. Salah satu negara pertama yang merasakan dampaknya adalah Spanyol, di mana para pemuda bangkit menentang diktator Jenderal Franco pada tahun 1965.

Di dunia Islam, terutama di Asia dan Afrika, para pemuda menjadi pelopor perlawanan terhadap penjajahan sejak awal abad ke-20 hingga tahun 1970-an. Revolusi Aljazair pada tahun 1954, misalnya, memaksa Prancis angkat kaki dari negara tersebut. Sementara itu, pemuda Mesir berhasil mengusir Inggris dari negaranya.

Di Indonesia, sejarah perjuangan pemuda tercatat mulai dari Era Kebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928, Proklamasi Kemerdekaan 1945, perlawanan terhadap Orde Lama tahun 1966, gerakan reformasi melawan Orde Baru tahun 1998, hingga Era Reformasi saat ini. Menurut Taufik Abdullah, kaum muda lebih cepat dalam mengupayakan perubahan sosial dan merumuskan kembali peran mereka. Sutan Sjahrir dalam suratnya dari Penjara Cipinang dan pembuangannya di Boven Digul mengutip penyair Jerman, Friedrich Schiller, yang berkata, "Und setzt ihr nicht das Leben ein, nie wird euch das Leben gewonnen sein" yang berarti "Hidup yang tidak dipertaruhkan, tak akan bisa dimenangkan."

Namun, saat ini gerakan kaum muda mengalami stagnasi sehingga keberadaannya tidak dirasakan oleh lingkungan sekitar. Beberapa persoalan yang dihadapi oleh pemuda antara lain:

  1. Pragmatisme dan Materialisme – Banyak pemuda yang mengukur segala sesuatu dengan materi, bahkan rela mengorbankan harga diri demi kepentingan jangka pendek.
  2. Hedonisme, Narsisme, dan Pemborosan Waktu – Narsisme yang berlebihan serta gaya hidup konsumtif membuat pemuda terjebak dalam hal-hal tidak penting, bahkan cenderung negatif seperti pergaulan bebas, narkoba, dan minuman keras.
  3. Hilangnya Tradisi Membaca, Diskusi, dan Menulis – Pemuda harus memiliki ide, konsep, dan gagasan. Budaya membaca, diskusi, dan menulis sangat penting agar mereka tidak seperti yang dikeluhkan oleh Taufiq Ismail bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang rabun membaca dan pincang dalam menulis.
  4. Kurangnya Pemahaman tentang Ideologi Perjuangan – Ideologi adalah landasan utama dalam bertindak. Ketidaktahuan tentang ideologi membuat pemuda lemah dalam memahami teori dan praktik dalam menyelesaikan persoalan di bidang ekonomi, sosial, politik, dan kemasyarakatan.
  5. Perpecahan dan Depolitisasi Gerakan Pemuda – Hingga kini, belum ada upaya serius dari para pengambil kebijakan untuk merekonsolidasi gerakan kaum muda secara nasional.
  6. Gerakan Pemuda yang Hanya Bersifat Momentum – Banyak pemuda yang baru bergerak ketika situasi memaksa mereka, bukan karena kesadaran sendiri. Seharusnya, pemuda mampu menciptakan momentum perubahan, bukan hanya mengikuti arus.

Gerakan kaum muda harus mampu menafsirkan ulang peran mereka dalam konteks zaman modern. Setiap masa memiliki tantangannya sendiri, dan setiap generasi harus siap menjawabnya. Pemuda harus aktif di berbagai bidang, menguasai keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Bagi yang tertarik di bidang politik, kuasailah ilmu politik. Bagi yang berminat di bidang hukum, pelajari ilmu hukum dengan mendalam. Begitu pula dengan ekonomi, seni, dan sains. Sudah bukan zamannya hanya beropini; kini saatnya pemuda beraksi nyata. Dengan demikian, eksistensi gerakan pemuda akan semakin nyata dan mampu menjawab tantangan zaman.

Editor : Munazlen Nazir

TOPIK TERKAIT

Semangat Pemuda
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

Terpopuler

  • #1

    Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Siak Kecil, Polisi Kejar Pelaku hingga Jambi

    Rabu, 23 Sep 2026 - 11:30 WIB
  • #2

    Pria 21 Tahun Ditemukan Meninggal Tergantung di Ruko Apotek Rama Farma Kampar

    Kamis, 24 Sep 2026 - 15:54 WIB
  • #3

    Sertijab di Mapolda Riau, AKBP Fahrian Tinggalkan Bengkalis dan AKBP Eko Rubiyanto Jadi Kapolres Baru

    Sabtu, 26 Sep 2026 - 13:48 WIB
  • #4

    Pemko Pekanbaru Undang 80 Media dalam FGD “Media Berdampak”

    Minggu, 13 Sep 2026 - 17:18 WIB
  • #5

    Desil Warga Berubah, Pemko Pekanbaru Sediakan Posko Pengaduan di Setiap Kelurahan

    Sabtu, 26 Sep 2026 - 16:20 WIB
  • #6

    Satgas PKH Tegaskan Penertiban Hutan Bukan Anti-Usaha, 6 Personel Disiapkan turun ke Kampar

    Rabu, 23 Sep 2026 - 18:33 WIB
  • #7

    Pemerintah Tuntaskan Utang Obligasi BLBI Rp218,3 Triliun

    Rabu, 23 Sep 2026 - 18:48 WIB
  • #8

    Dilepas Polsek Binawidya, 200 Ojol Domte Community Gas ke Air Tiris Rayakan Anniversary ke-5

    Minggu, 20 Sep 2026 - 09:24 WIB
  • #9

    Perubahan APBD Riau 2026 Diajukan, Belanja Capai Rp8,378 Triliun dan Pemprov Bentuk Satgas OPAD

    Rabu, 23 Sep 2026 - 20:11 WIB

HUKRIM

  • Sabu 17,57 Gram dan 3 Pil Happy Five Disita dari Rumah di Kamter, 4 Pria Diamankan

    Sabu 17,57 Gram dan 3 Pil Happy Five Disita dari Rumah di Kamter, 4 Pria Diamankan

    Minggu, 27 Sep 2026 | 14:01 WIB
  • Polisi Geledah Rumah Warga Koto Damai, 7 Paket Sabu Ditemukan di Atas Lemari

    Polisi Geledah Rumah Warga Koto Damai, 7 Paket Sabu Ditemukan di Atas Lemari

    Minggu, 27 Sep 2026 | 13:34 WIB
  • Belum Sempat Tawuran, Belasan Remaja di Rumbai Keburu Diciduk Tim RAGA

    Belum Sempat Tawuran, Belasan Remaja di Rumbai Keburu Diciduk Tim RAGA

    Sabtu, 26 Sep 2026 | 16:53 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    Senin, 31 Agu 2026 | 22:40 WIB
  • BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    Minggu, 30 Agu 2026 | 21:03 WIB
  • Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Sabtu, 29 Agu 2026 | 19:16 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com