https://tabloiddiksi.com

  • Hukum
  • Sorotan
  • Peristiwa
  • Pemerintah
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Siak
    • Kampar
    • Kuansing
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Rokan Hulu
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Kepulauan Meranti
    • Pelalawan
    • Kepulauan Riau
  • Parlementaria
  • Sport
  • Video TV
  • Artikel
  • TNI Polri
  • Lainnya
    • Politik
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekbis
    • Advertorial
    • Diksi E-Paper

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Hukum
  • Sorotan
  • Peristiwa
  • Pemerintah
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Siak
    • Kampar
    • Kuansing
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Rokan Hulu
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Kepulauan Meranti
    • Pelalawan
    • Kepulauan Riau
  • Parlementaria
  • Sport
  • Video TV
  • Artikel
  • TNI Polri
  • Lainnya
    • Politik
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekbis
    • Advertorial
    • Diksi E-Paper

Beranda

Terpopuler

Utama

Pilihan

Todays

•   Tari Marantang Karya Epi Martison Pengurus IKKS Provinsi Riau, Ikut Meriahkan MTQ Provinsi Riau XLIV di Kuansing •   Kegiatan Sosper dan SPPD Setwan DPRD Pekanbaru Anggaran 2025 Resmi Dilapor •   PLN Minta Maaf, Sebut Gangguan Dipicu Longsor yang Robohkan Tiang Listrik •   SF Hariyanto Minta Tenaga Farmasi Perketat Pengawasan Obat untuk Masyarakat
Home › Artikel › Kebangkitan Pemuda Dari Sejarah Perjuangan hingga Tantangan Zaman
Artikel
Pekanbaru

Kebangkitan Pemuda Dari Sejarah Perjuangan hingga Tantangan Zaman

Senin, 24 Februari 2025 | 12:22 WIB,  
Penulis : Redaksi
Kebangkitan Pemuda Dari Sejarah Perjuangan hingga Tantangan Zaman

Nofri Yandri Yulan SPi, Sekretaris DPD KNPI Riau

PEKANBARU, Tabloid Diksi – Pemuda harus bangun dari tidur panjang dan menyadari bahwa perannya tidak hanya sebagai subjek, tetapi juga sebagai objek perubahan. Apa yang dilakukan hari ini akan berdampak pada masa depan.

Kaum muda harus berperan aktif dan mewarnai perubahan di berbagai bidang sesuai dengan potensi yang dimiliki. Sosok kaum muda memiliki karakter unik yang tidak dimiliki oleh generasi sebelumnya maupun setelahnya. Beberapa di antaranya adalah semangat yang selalu bergelora, keberanian mengambil risiko besar, energi yang tinggi, serta pandangan jauh ke depan. Tidak ada perubahan sosial di muka bumi ini yang terjadi tanpa peran kaum muda.

  • Baca juga: Harga Sparepart Motor Honda, Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki Terbaru 2025

Sebagai contoh, Revolusi Prancis yang menumbangkan monarki dan gereja di Abad Pertengahan digerakkan oleh kaum intelektual muda. Tokoh-tokoh seperti Jean-Jacques Rousseau dan Montesquieu menjadi motor penggerak revolusi yang menandai era baru serta mengilhami kebangkitan Renaisans di Eropa. Di Rusia, Revolusi Bolshevik berhasil menumbangkan Tsar Nicholas II dan dinasti Romanov.

Demikian pula dengan Revolusi Hungaria yang dipelopori oleh para pemuda dan mahasiswa yang menentang pendudukan Uni Soviet dan pemerintahan boneka. Gelombang revolusi kaum muda kemudian merambah ke Eropa Barat sepanjang tahun 1960-an. Salah satu negara pertama yang merasakan dampaknya adalah Spanyol, di mana para pemuda bangkit menentang diktator Jenderal Franco pada tahun 1965.

  • Baca juga: Jabatan Jadi Ladang, Bukan Tanggung Jawab

Di dunia Islam, terutama di Asia dan Afrika, para pemuda menjadi pelopor perlawanan terhadap penjajahan sejak awal abad ke-20 hingga tahun 1970-an. Revolusi Aljazair pada tahun 1954, misalnya, memaksa Prancis angkat kaki dari negara tersebut. Sementara itu, pemuda Mesir berhasil mengusir Inggris dari negaranya.

Di Indonesia, sejarah perjuangan pemuda tercatat mulai dari Era Kebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928, Proklamasi Kemerdekaan 1945, perlawanan terhadap Orde Lama tahun 1966, gerakan reformasi melawan Orde Baru tahun 1998, hingga Era Reformasi saat ini. Menurut Taufik Abdullah, kaum muda lebih cepat dalam mengupayakan perubahan sosial dan merumuskan kembali peran mereka. Sutan Sjahrir dalam suratnya dari Penjara Cipinang dan pembuangannya di Boven Digul mengutip penyair Jerman, Friedrich Schiller, yang berkata, "Und setzt ihr nicht das Leben ein, nie wird euch das Leben gewonnen sein" yang berarti "Hidup yang tidak dipertaruhkan, tak akan bisa dimenangkan."

  • Baca juga: Karya Drg. Agnes Jessica Jadi Ahli Venner Natural : Gabungkan Seni dan Kedokteran Gigi

Namun, saat ini gerakan kaum muda mengalami stagnasi sehingga keberadaannya tidak dirasakan oleh lingkungan sekitar. Beberapa persoalan yang dihadapi oleh pemuda antara lain:

  1. Pragmatisme dan Materialisme – Banyak pemuda yang mengukur segala sesuatu dengan materi, bahkan rela mengorbankan harga diri demi kepentingan jangka pendek.
    • Baca juga: Menikmati Cita Rasa Autentik dan Sehat dari Kuliner Yunani

  2. Hedonisme, Narsisme, dan Pemborosan Waktu – Narsisme yang berlebihan serta gaya hidup konsumtif membuat pemuda terjebak dalam hal-hal tidak penting, bahkan cenderung negatif seperti pergaulan bebas, narkoba, dan minuman keras.
  3. Hilangnya Tradisi Membaca, Diskusi, dan Menulis – Pemuda harus memiliki ide, konsep, dan gagasan. Budaya membaca, diskusi, dan menulis sangat penting agar mereka tidak seperti yang dikeluhkan oleh Taufiq Ismail bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang rabun membaca dan pincang dalam menulis.
  4. Kurangnya Pemahaman tentang Ideologi Perjuangan – Ideologi adalah landasan utama dalam bertindak. Ketidaktahuan tentang ideologi membuat pemuda lemah dalam memahami teori dan praktik dalam menyelesaikan persoalan di bidang ekonomi, sosial, politik, dan kemasyarakatan.
  5. Perpecahan dan Depolitisasi Gerakan Pemuda – Hingga kini, belum ada upaya serius dari para pengambil kebijakan untuk merekonsolidasi gerakan kaum muda secara nasional.
    • Baca juga: Tips Puasa Nyaman Bagi Penderita Maag 

  6. Gerakan Pemuda yang Hanya Bersifat Momentum – Banyak pemuda yang baru bergerak ketika situasi memaksa mereka, bukan karena kesadaran sendiri. Seharusnya, pemuda mampu menciptakan momentum perubahan, bukan hanya mengikuti arus.

Gerakan kaum muda harus mampu menafsirkan ulang peran mereka dalam konteks zaman modern. Setiap masa memiliki tantangannya sendiri, dan setiap generasi harus siap menjawabnya. Pemuda harus aktif di berbagai bidang, menguasai keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Bagi yang tertarik di bidang politik, kuasailah ilmu politik. Bagi yang berminat di bidang hukum, pelajari ilmu hukum dengan mendalam. Begitu pula dengan ekonomi, seni, dan sains. Sudah bukan zamannya hanya beropini; kini saatnya pemuda beraksi nyata. Dengan demikian, eksistensi gerakan pemuda akan semakin nyata dan mampu menjawab tantangan zaman.

  • Baca juga: Ampuh Buang Racun & Bersihkan Ginjal

Editor : Redaksi

TOPIK TERKAIT

Semangat Pemuda
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

Terpopuler

  • #1

    Aksi Tagih Utang Sambil Joget Hebohkan Pekanbaru, Rumah Keluarga Selebgram di Bukit Raya

    Rabu, 24 Jun 2026 - 20:03 WIB
  • #2

    6 Tahun Mengabdi, Pekerja PT Surgika Alkesindo Kecewa Anjuran Disnaker Riau 500 Ribu

    Kamis, 18 Jun 2026 - 18:43 WIB
  • #3

    PLN Minta Maaf, Sebut Gangguan Dipicu Longsor yang Robohkan Tiang Listrik

    Jumat, 26 Jun 2026 - 15:18 WIB
  • #4

    Dua Pekan Terakhir, Warga Kulim Resah Listrik Kerap Padam hingga Dua Kali Sehari

    Kamis, 25 Jun 2026 - 20:02 WIB
  • #5

    Warga Antusias Terima Bantuan PKH, Sebagian Keluhkan Belum Terdaftar Sebagai Penerima

    Minggu, 14 Jun 2026 - 11:05 WIB

SOROTAN

  • Tari Marantang Karya Epi Martison Pengurus IKKS Provinsi Riau, Ikut Meriahkan MTQ Provinsi Riau XLIV di Kuansing

    Tari Marantang Karya Epi Martison Pengurus IKKS Provinsi Riau, Ikut Meriahkan MTQ Provinsi Riau XLIV di Kuansing

    Jumat, 26 Jun 2026 | 15:55 WIB
  • Kegiatan Sosper dan SPPD Setwan DPRD Pekanbaru Anggaran 2025 Resmi Dilapor

    Kegiatan Sosper dan SPPD Setwan DPRD Pekanbaru Anggaran 2025 Resmi Dilapor

    Jumat, 26 Jun 2026 | 15:51 WIB
  • Dua Pekan Terakhir, Warga Kulim Resah Listrik Kerap Padam hingga Dua Kali Sehari

    Dua Pekan Terakhir, Warga Kulim Resah Listrik Kerap Padam hingga Dua Kali Sehari

    Kamis, 25 Jun 2026 | 20:02 WIB

HUKRIM

  • Niat Jahat Jadi Unsur Utama Korupsi, KPK Perkuat Tata Kelola Antikorupsi Korporasi

    Niat Jahat Jadi Unsur Utama Korupsi, KPK Perkuat Tata Kelola Antikorupsi Korporasi

    Rabu, 24 Jun 2026 | 18:39 WIB
  • Menkeu Purbaya Tekankan Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu di Kasus Balpres

    Menkeu Purbaya Tekankan Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu di Kasus Balpres

    Selasa, 23 Jun 2026 | 20:06 WIB
  • Penyidik JAM PIDSUS Nilai SS Pelaku Utama, Permohonan Justice Collaborator Ditolak

    Penyidik JAM PIDSUS Nilai SS Pelaku Utama, Permohonan Justice Collaborator Ditolak

    Selasa, 23 Jun 2026 | 19:33 WIB
Bidnen SH
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com