Home › Hukum › Aktivitas PETI Marak Di Desa Sawah, Arena Pacu Jalur Luluh Lanta
Aktivitas PETI Di Kuansing
Aktivitas PETI Marak Di Desa Sawah, Arena Pacu Jalur Luluh Lanta
Keterangan Foto: Potret Kegiatan Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Sawah Pada Malam Hari (Foto: Ist)
KUANSING, Tabloid Diksi - Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kian marak di Kuantan Singingi, Riau, khususnya di Desa Sawah. Meskipun aktivitas PETI tersebut berulang kali dilakukan penindakan oleh aparat penegak hukum.
Menurut informasi yang di peroleh awak media dari salah seorang narasumber yang tidak ingin disebutkan namanya, para pekerja PETI di Desa Sawah tersebut bekerja pada malam hari. Informasi tersebut disampaikannya Via telfon WhatsApp, Selasa (18/02/2025), Siang.
- Baca juga:
Disampaikannya, para pekerja PETI di Desa Sawah tersebut mulai bekerja sekira pukul 23:00 WIB - 04:00 Sebelum Sholat subuh, aktivitas melanggar hukum tersebut dikabarkan sudah berlangsung begitu lama di Desa Sawah tersebut.
"Para pekerja PETI tersebut bekerja pada malam hari, lebih kurang ada 4 buah rakit bekerja di Desa Sawah tersebut. Mereka mulai bekerja sekira pukul 23:00 - 04:00 Sebelum Sholat subuh. Aktivitas PETI di Desa Sawah ini sudah berlangsung begitu lama,"ungkapnya.
"Ya, sebenarnya untuk memberhentikan aktivitas PETI di Desa Sawah ini gampang, tangkap pemodalnya. Pemodalnya diduga bernama Lodi, Ano, Nori, Pendi. Cobalah datangi orang tersebut,"tambahnya.
Lebih lanjut narasumber tersebut mengatakan, kita tidak ingin arena pacu jalur ini hancur akibat keserakahan dari oknum-oknum tertentu, hanya demi mengais kekayaan mereka sendiri.
"Kita tidak ingin saja, arena pacu jalur ini luluh lantah akibat keserakahan oknum-oknum tertentu, hanya demi mengais ke untungan untuk kekayaan mereka sendiri. Hidup di negara hukum ini, seharusnya kita taat hukum."tukasnya.
"Kita tidak serta-merta hanya melarang, tapi jika ingin melakukan aktivitas PETI tersebut, pemerintah juga sudah membuat regulasinya, jadi ikutilah regulasi tersebut. Jangan menjadi orang yang tidak bertanggung jawab,"celotehnya.
Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Tegas Dilarang Undang-undang
Sebagai mana disebutkan dalam Undang-undang yang melarang penambangan emas tanpa izin adalah Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.
Dalam undang-undang tersebut, diatur sanksi pidana bagi pelaku penambangan emas tanpa izin, yaitu: a) Setiap orang yang melakukan penambangan tanpa izin secara resmi dan sah dari Kementerian ESDM dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar ; b) Setiap orang yang menampung, memanfaatkan, mengolah, memurnikan, mengembangkan, atau mengangkut mineral tanpa izin dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar.
Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) adalah kegiatan pertambangan yang dilakukan tanpa izin dan instansi pemerintah sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dengan demikian, tersangka secara terang benderang melakukan kegiatan penambangan tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158 UU Nomor 3 Tahun 2020 dengan ancaman hukuman kurungan selama-lamanya 5 (lima) tahun dan denda maksimal 100 milyar rupiah.
Namun perkara ini tidak menutup kemungkinan untuk dikembangkan menjadi perkara pidana dalam undang-undang selain UU Minerba.






Komentar Via Facebook :