Home › Hukum › Kejati Riau Ringkus SAB, Korupsi Dana Hibah 1,1 M
Modus Catut Nama & Belanja Fiktif
Kejati Riau Ringkus SAB, Korupsi Dana Hibah 1,1 M
Keterangan Foto:
PEKANBARU, Tabloiddiksi - Kejaksaan Tinggi Riau melakukan penahanan terhadap Syahril Abu Bakar (SAB) dalam kasus dugaan korupsi penyelewengan dana hibah Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Riau, Kamis (12/12).
Kepala Kejaksaan Tinggi Riau, Akmal Abbas mengatakan tersangka saat menjabat Ketua PMI Riau dari tahun 2019-2022 mendapat dana hibah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau berdasarkan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) senilai Rp6,1 miliar. Namun dana tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi dan tidak sesuai peruntukan.
- Baca juga:
Untuk mengelabui perbuatannya, tersangka lainnya Rambun Pamenan membuat nota pembelian fiktif dengan memalsukan, meniru, dan merubah data laporan kegiatan. Kemudian, belanja barang dengan melambungkan harga (mark up), dan terdapat sejumlah program fiktif.
"Ada pemotongan sebagian dana yang seharusnya diterima oleh pihak yang berhak, pembayaran gaji pengurus/gaji staffmarkas atas nama orang-orang yang namanya dicatut padahal tidak ada bekerja sebagai pengurus maupun sebagai staf markas," papar Kajati.
Sebelumnya, tim penyidik Kejati Riau telah melakukan penahanan terhadap Rambun Pamenan, Bendahara PMI Riau tahun 2019-2022.
Akibat penyalahgunaan anggaran dana hibah PMI Riau dari TA 2019-2022 oleh kedua tersangka, keuangan daerah dirugikan Rp 1,1 miliar berdasarkan perhitungan Tim Audit BPKP Perwakilan Provinsi Riau.






Komentar Via Facebook :