Home › Sorotan › Foto Pembagian Stiker pada Puluhan Orang Beredar di IWD, H Paisal Diam
Langgar Hukum
Foto Pembagian Stiker pada Puluhan Orang Beredar di IWD, H Paisal Diam
Pembagian dokumentasi foto berbagi stiker kepada warga Dumai
PEKANBARU, Tabloid Diksi - Dokumentasi pembagian Stiker bertuliskan 'Salam 2 Periode, H Paisal Teruskan Pembangunan' kepada puluhan masyarakat di kota Dumai beredar di Grup Wa, Rabu (19/6).
Dalam stiker ini juga tercantum foto sosok walikota Dumai aktif yakni H Paisal. Kegiatan dokumentasi tersebut diperoleh Tabloid Diksi dalam sebuah Grup WhatsApp (Wag) Info Warga Dumai (IWD).
- Baca juga:
Beberapa aktivitas yang diduga dilakukan oleh orang-orang tertentu ini di teruskan oleh inisial ES dengan nomor Wa 0822-89**-9***.
Tak hanya kepada satu orang, kegiatan itu tampak dibagikan kepada puluhan orang berbeda dengan foto wajah secara jelas memegang dua model stiker berbeda namun dengan teks yang sama yakni Salam 2 Periode, H Paisal Teruskan Pembangunan.
Peserta dalam Wag ini dihuni oleh sekitar 275 orang. Menariknya, saat seseorang mengomentari hal ini dengan mengatakan 'kampanye-kampanye'. ES (pengirim) justru lanjut mengirimkan foto-foto dokumentasi pembagian stiker tersebut hingga terakhir terpantau pada pukul 18.30 WIB hari ini.
Saat dikonfirmasi kepada ES dengan nomor yang sama, dokumentasi foto pembagian stiker ini dalam rangka apa? Dirinya belum memberikan jawaban.
Hal itu juga sejalan dengan konfirmasi melalui pesan Wa kepada H Paisal terkait hal ini apakah ada perintah darinya dan berhubungan dalam Pilkada 2024 mendatang? Namun, meski sudah ceklis dua belum ditanggapi hingga berita ini diterbitkan.
MELANGGAR HUKUM
Undang-Undang Hak Cipta
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta Pasal 12 berbunyi:
(1) Setiap Orang dilarang melakukan Penggunaan Secara Komersial, Penggandaan, Pengumuman, Pendistribusian, dan/atau Komunikasi atas Potret yang dibuatnya guna kepentingan reklame atau periklanan secara komersial tanpa persetujuan tertulis dari orang yang dipotret atau ahli warisnya.
(2) Penggunaan Secara Komersial, Penggandaan, Pengumuman, Pendistribusian, dan/atau Komunikasi Potret sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang memuat Potret 2 (dua) orang atau lebih, wajib meminta persetujuan dari orang yang ada dalam Potret atau ahli warisnya
Pada Pasal 155 disebutkan sanksi terhadap pelanggaran hak cipta, yang berbunyi:
“Setiap orang yang tanpa persetujuan dari orang yang dipotret atau ahli warisnya melakukan penggunaan secara komersial, penggandaan, pengumuman, pendistribusian, atau komunikasi atas potret sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 untuk kepentingan reklame atau periklanan untuk penggunaan Secara Komersial baik dalam media elektronik maupun non elektronik, dipidana dengan pidana denda paling banyak Rp 500.000.000 (lima ratus juta rupiah).”
Undang-Undang ITE
Pelaku penyebaran foto tanpa izin juga dapat dijerat undang-undang informasi dan transaksi elektronik (UU ITE).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 45 menyebutkan:
“Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000 (satu miliar rupiah).
Tak hanya itu, peristiwa ini juga diduga bertentangan dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 2 Tahun 2024 tentang Tahapan dan Jadwal Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Serta Walikota dan Wakil Walikota tahun 2024.
Dalam peraturan ini menjelaskan bahwa sesuai pada halaman lampiran terkait Tahapan Dan Jadwal Pemilihan Tahun 2024. Bahwa jadwal Pelaksanaan Kampanye baru dimulai pada Rabu, 25 September 2024 hingga Sabtu, 23 November 2024.***
TAHAPAN DAN JADWAL PEMILIHAN TAHUN 2024






Komentar Via Facebook :