Home › Hukum › Aktivitas PETI Di Beringin Taluk Kembali Beroperasi, Masyarakat Minta APH Tangkap Pemodal
Aktivitas PETI
Aktivitas PETI Di Beringin Taluk Kembali Beroperasi, Masyarakat Minta APH Tangkap Pemodal
Keterangan Foto: Potret PETI milik pemodal inisial AW di Beringin Taluk (Foto: Tabloid Diksi)
KUANSING, Tabloid Diksi - Sepertinya tidak pernah jerah meskipun suda berulang kali dilakukan razia oleh Aparat Penegak Hukum (APH), namun Aktivitas Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) terus saja beroperasi di Beringin Taluk, Kuansing. Menurut informasi yang diperoleh tim Tabloid Diksi, pemilik PETI yang beroperasi di Beringin Taluk tersebut berinisial AW.
"Di beringin Taluk itu terdapat lebih kurang Lima unit rakit PETI yang sedang beroperasi, kabarnya pemilik PETI tersebut berinisial AW, Bang."Ucap RH salah seorang masyarakat beringin Taluk yang tinggal tidak begitu jauh dari lokasi PETI tersebut, Selasa (26/03/2024), Via WhatsApp.
- Baca juga:
Disebutkan RH, pemilik PETI inisial AW tersebut ternyata tidak hanya memiliki PETI yang berada di Beringin Taluk saja, tetapi inisial AW ini diduga kuat memiliki usaha tempat pemurnian emas hasil PETI dari pekerja PETI lainya.
"Pemodal inisial AW yang memiliki rakit PETI di Beringin Taluk tersebut dari informasi yang kami dapat, dia juga memiliki tempat pemurnian emas untuk membeli hasil emas dari pekerja PETI lainya."Imbuh RH menjelaskan.
Lebih lanjut RH salah seorang warga Beringin Taluk tersebut mengatakan, sebenarnya dokumentasi PETI milik inisial AW ini suda di ambil beberapa hari lalu tapi tidak dikirim kepada media mana pun.
"Sebenarnya dokumentasi PETI milik inisial AW ini suda sayang ambil beberapa hari lalu, saya kira dia cuman sebentar untuk beraktivitas di lokasi tersebut, makanya saya malas mengirim kepada pihak media. Eh, ternyata sampai sekarang masih beroperasi."terang RH.
"Kita berharap kepada aparat penegak hukum untuk segera melakukan tindakan tegas terhadap pemodal inisial AW ini jika perlu tangkap sekalian, karna saya menilai sebagai perusak lingkungan inisial AW ini, pekerjaan inisial AW ini juga meresahkan masyarakat karena PETI miliknya mengganggu kenyamanan masyarakat, "tambah RH.
Dari sisi regulasi, PETI melanggar Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Pada pasal 158 UU tersebut, disebutkan bahwa orang yang melakukan penambangan tanpa izin dipidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100.000.000.000.






Komentar Via Facebook :