Home › Ekonomi › Tarif Baru Tol Permai Naik 45 Persen
Berlaku Mulai 18 Maret
Tarif Baru Tol Permai Naik 45 Persen
PEKANBARU, Tabloiddiksi - Kendaraan mudik lebaran melewati jalan Tol Pekanbaru - Dumai (Permai) dikenakan tarif baru. Kenaikan tarif ruas tol tersebut sesuai Kepmen PUPR 2924.
Terhitung mulai Senin 18 Maret, pengguna roda empat yang menggunakan Tol Permai mesti merogoh gocek lebih dalam.
- Baca juga:
Berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 414/KPTS/M/2024 tentang Penyesuaian Tarif Jalan Tol Palembang - Indralaya dan Kepmen PUPR Nomor 415/KPTS/M/2024 tentang Penyesuaian Tarif Jalan Tol Pekanbaru - Dumai (Permai).
Tarif kendaraan golongan I dari Pekanbaru menuju Dumai atau sebaliknya menjadi Rp171.500 dari tarif sebelumnya Rp 118.500 atau naik 53 ribu.
Kendaraan masuk jenis golongan I umumnya adalah kendaraan pribadi, termasuk kendaraan pick up, truk kecil, dan bus. Kemudian, untuk kendaraan Golongan II sebesar Rp257.000, seperti truk dengan dua gandar.
Sementara Golongan III Rp257.000, seperti truk dengan dua gandar. Sementara untuk golongan IV dan V Rp343 ribu penyesuaian tarif disamakan. Jenis kendaraannya truk dengan 3 gandar dan empat gandar.
''Untuk kedua ruas jalan bebas hambatan tersebut, PT Hutama Karya akan melakukan penyesuaian tarif pada kedua ruas tol tersebut pada 18 Maret 2024 pukul 12.00 WIB,'' ujar Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Tjahjo Purnomo.
"Pemeliharaan rutin tersebut kami lakukan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jalan tol," terangnya.
Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri & Lingkungan, Endra S. Atmawidjaja menyebutkan, sebelum Kepmen penyesuaian tarif dikeluarkan, uji kelayakan terkait peningkatan pelayanan dan pemenuhan SPM kepada Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) telah dilakukan.
"Tidak semua BUJT yang mengajukan penyesuaian tarif langsung mendapatkan Kepmen, sebelumnya dilakukan serangkaian pengujian terlebih dahulu. Adapun besaran tarif baru dari kedua ruas tol ini bukan hanya berdasarkan inflasi seperti biasa tetapi adanya perubahan ruang lingkup membuat besarannya sedikit lebih tinggi," katanya.


Komentar Via Facebook :