Home › Ekonomi › Pemkab Kuansing Bertekad Menjadi Sentra Produksi di Sumatera
Peresmian Rumah Batik Nagori
Pemkab Kuansing Bertekad Menjadi Sentra Produksi di Sumatera
Keterangan Foto: Bupati Kuansing Suhardiman Amby dan Presdir APR Basri Kamba meresmikan Rumah Produksi Batik Nagori.
TELUK KUANTAN, Tabloiddiksi - Batik telah menjadi salah satu pendukung peningkatan ekonomi kreatif dan penyerapan tenaga kerja di Kecamatan Gunung Toar, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau, khususnya di Desa Pisang Berebus yang telah dinobatkan sebagai Kampung Batik pertama di Pulau Sumatera.
Bupati Kuansing Suhardiman Amby menjelaskan saat peresmian Rumah Produksi Batik Nagori dan pelatihan pewarnaan kain dengan teknik warna alam, kegiatan itu didukung Asia Pacific Rayon (APR) dan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan Badan Pengurus Daerah (BPD) Riau.
- Baca juga:
"Kita berharap ke depannya Batik Kuansing dan Rumah Batik Nagori terus berkembang dengan kolaborasi yang baik dengan pemerintah dan perusahaan. Seperti APR, yang hadir berperan langsung mendongkrak pertumbuhan batik kita. Kampung batik kita gelorakan hingga seluruh Indonesia tahu bahwa Kuansing sentra batik," kata Bupati, Jumat (01/03/2024) lalu.
Presiden Direktur APR, Basrie Kamba menyampaikan melalui rangkaian kegiatan diharapkan bisa mengangkat tekstil Riau melalui industri-industri kecil dan menengah.
"Kolaborasi yang tulus itu penting. Baik dari segi industri, pengrajin, dan pemerintah. Kita ingin mengembangkan kekayaan batik Riau, karena kekhasan budayanya yang berpotensi bisa dituangkan ke dalam motif batik. Mudah-mudahan jadi bagian dari pengayaan batik di Indonesia," terang Basrie yang juga Ketua API BPD Riau.
Disebutkannya, dukungan itu merupakan wujud komitmen yang tertuang dalam APR 2030, menjadikan Riau sebagai pusat tekstil, yang saat ini kerap berkolaborasi dengan API.
Peran serta APR dalam pengembangan batik di Kuansing sejalan dengan program pemberdayaan perempuan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan di sekitar operasional perusahaan. Selain itu, viscose APR dibuat di tanah melayu Riau dengan bahan baku yang ditanam, diolah, ditanami kembali di Provinsi Riau termasuk di Kuansing, menambah rasa bangga ketika digunakan sebagai kain batik.
"Viscose bahan yang cocok untuk iklim negara kita, menyerap warna dengan cepat dan dapat terurai kembali ke tanah," tambahnya.
Pemilik Rumah Produksi Batik Nagori Surmayanti menilai dukungan APR dan API terhadap batik di Kuansing telah memberi pengaruh besar.
Surmayanti yang akrab disapa Bu Sura ini adalah seorang Doktor yang juga merupakan mitra bina Community Development (CD) APR. Ia telah gencar mempromosikan kerajinan batik dengan motif adat kebudayaan Kuansing sejak delapan tahun silam. Belum lama ini, Bu Sura juga berkesempatan mengikuti Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2024.
"Kita berharap Kuansing jadi kiblat percontohan motif batik dan pewarnaan wastra (kain tradisional) di Riau. Peresmian Rumah Produksi Batik Nagori dan pelatihan pewarnaan dari alam, menandakan awal era baru bagi produksi Batik Kuansing," tutur Bu Sura.
Ia berharap, produk terbaru Rumah Produksi Batik Nagori menjadi produk unggulan di tahun 2024 tembus pasar internasional nantinya.






Komentar Via Facebook :