Home › Hukum › Pungli Jejali Rutan KPK
Hampir Semua Tahanan Setor Jatah
Pungli Jejali Rutan KPK
Keterangan Foto: Anggota Dewas KPK Albertina Ho
JAKARTA, Dewan Pengawas (Dewas) KPK menyebutkan, hampir semua tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK memberikan pungutan liar (Pungli) kepada para petugas Rutan. Sisanya, tahanan tidak mampu luput dari pungutan.
Anggota Dewas KPK Albertina Ho mengungkap hal tersebut di gedung Dewas KPK, Jakarta Selatan.
- Baca juga:
Lebih jauh dikatakan Albertina, sejumlah tahanan KPK tidak mampu menjadi tersangka kasus korupsi biasanya, mereka berstatus pegawai biasa bukan pegawai negeri.
“Apakah ada yang tidak memberikan? Ada, karena ketidakmampuannya. Contohnya (tidak) semua tahanan korupsi itu mampu, misalnya hanya (berprofesi sebagai) ajudan, belum pegawai negeri, dan sebagainya,” terang Albertina.
Ketua Dewan Pengawasan (Dewas) KPK Tumpak Hatorangan Panggabean mengatakan bahwa ada sebanyak 78 orang pegawai dari 90 orang yang dijatuhi sanksi etik berat usai melakukan pemungutan liar (Pungli) di rutan KPK. Tumpak menjelaskan bahwa sidang etik untuk 90 orang pegawai itu dibagi menjadi enam kluster atau berkas.
Kemudian, berasal dari 90 orang tersebut ternyata Dewas KPK hanya berhak untuk menjatuhi sanksi etik berat kepada 78 orang.
"Mengenai putusan yang berhubungan dengan penjatuhan sanksi berat, sebagaimana yang disampaikan tadi ada berjumlah 78 terperiksa," terang Tumpak.
Ia merunut, 12 orang lainnya diserahkan ke Sekjen KPK Cahya H Harefa untuk memberikan sanksi berikutnya terhadap perkara pungli di Rutan KPK. Pasalnya, mereka diserahkan ke Sekjen KPK karena masih pelaku pungli sebelum terbentuk Dewas KPK.
"12 orang diantaranya adalah keputusannya menyerahkannya ke Sekretariat Jenderal KPK, untuk dilakukan penyelesaian selanjutnya," ujar Tumpak.






Komentar Via Facebook :