Home › Ekonomi › 5,4 Persen Tersisa, Realisasi Pajak Kendaraan di Riau Sentuh Target
Terobosan Mudahkan Wajib Pajak
5,4 Persen Tersisa, Realisasi Pajak Kendaraan di Riau Sentuh Target
Kepala Bapenda Provinsi Riau Syahrial Abdi
PEKANBARU, Tabloid Diksi - Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Provinsi Riau sentuh angka diatas 90 persen.
Tercatat realisasi sektor PKB awal Desember 2023 sudah mencapai 94,61 persen, dengan rincian jumlah pemasukan mencapai Rp1,445 triliun dari target Rp1,527 triliun.
- Baca juga:
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau Syahrial Abdi mengatakan, realisasi BBNKB berada pada 90,97 persen dengan uraian total pemasukan Rp1,018 triliun dari target Rp1,119 triliun.
Syahrial optimistis target akan terpenuhi, mengingat masih ada tersisa waktu hampir satu bulan untuk merealisasikan capaian maksimal.
"Kita juga mengimbau agar wajib pajak memanfaatkan program 7 Berkah Pajak Daerah. Program yang memberikan sejumlah keringanan tersebut segera akan berakhir pada 15 Desember 2023 mendatang. Wajib pajak juga saat ini dapat memanfaatkan aneka layanan Samsat yang cukup variatif," ujarnya, Jumat (08/12/2023).
Syahrial Abdi menyebutkan, capaian tersebut tak terlepas dari kolaborasi Tim Pembina Samsat yang terdiri dari Pemprov Riau, Polda Riau, Jasaraharja dan seluruh pihak berkompeten. Soliditas tersebut sekaligus membuat sejumlah terobosan dalam memberikan layanan yang memudahkan proses pembayaran wajib pajak.
"Terakhir dengan hadirnya Samsat Drive Thru kelima yang dilengkapi pembayaran non tunai menggunakan QRis yang diresmikan pada Agustus 2023 lalu yang berlokasi di Jalan Gajahmada, Pekanbaru.
Model tersebut sekaligus akan menjadi percontohan dalam mengembangkan Samsat Drive Thru yang saat ini sudah tersebar di Simpang Tiga, Tembilahan, Ujung Tanjung dan Pangkalan Kerinci," terangnya.
Drive thru memungkinkan wajib pajak bahkan tak perlu turun dari kendaraan menyusul proses pengurusan dokumen yang hanya sekitar lima menit. Khusus untuk wajib pajak yang memilih layanan non tunai, sebelumnya juga bisa mengakses Samsat Digital Nasional atau Signal yang memudahkan wajib pajak memenuhi kewajiban secara online.
"Sistem ini memakai aplikasi yang dapat diakses di google play store. Besaran pajak yang akan dibayarkan sebelumnya juga dapat diketahui dengan mengakses aplikasi Samsat Online," jelas Kabapenda.
Lebih lanjut dikatakan Syahrial, layanan mengacu pada efisiensi, nyaman, cepat dan transparan, sehingga mengurus pajak kendaraan bermotor jauh lebih mudah. Sebelumnya juga beroperasi Samsat Keliling dan Samsat Tanjak yang menggunakan Armada Bus dan Sepeda Motor yang telah hadir di berbagai wilayah di Provinsi Riau.
"Selain itu, saat ini juga masih berlangsung Program 7 Berkah Pajak Daerah untuk Riau Lebih Baik dengan tujuh keringanan denda seperti bebas denda pajak kendaraan bermotor, bebas BBNKB II khusus kendaraan pembuatan sebelum Tahun 2022, kemudian bebas denda BBNKB II, Bebas BBNKB kendaraan hasil lelang dan kendaraan yang sudah lama tidak melakukan registrasi ulang," simpulnya.






Komentar Via Facebook :