https://tabloiddiksi.com

  • Hukum
  • Sorotan
  • Peristiwa
  • Pemerintah
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Siak
    • Kampar
    • Kuansing
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Rokan Hulu
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Kepulauan Meranti
    • Pelalawan
    • Kepulauan Riau
  • Parlementaria
  • Sport
  • Video TV
  • Artikel
  • TNI Polri
  • Lainnya
    • Politik
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekbis
    • Advertorial
    • Diksi E-Paper

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Hukum
  • Sorotan
  • Peristiwa
  • Pemerintah
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Siak
    • Kampar
    • Kuansing
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Rokan Hulu
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Kepulauan Meranti
    • Pelalawan
    • Kepulauan Riau
  • Parlementaria
  • Sport
  • Video TV
  • Artikel
  • TNI Polri
  • Lainnya
    • Politik
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekbis
    • Advertorial
    • Diksi E-Paper

Beranda

Terpopuler

Utama

Pilihan

Todays

•   DPC PSI Kecamatan Binawidya Berbagi di Bulan Ramadhan, Hadir untuk Masyarakat Kurang Mampu •   Gejolak Media di Kominfo Kampar, Verifikasi Manual dan Google Form Picu Kegaduhan •   Polsek Kampar Kiri Hilir Tangkap 6 Pelaku Penipuan Bermodus Jual Sepeda Listrik Setelah Tindak Lanjut Mendalam •   Lurah Pujud Selatan Dan Tim Pengerak PKK Berserta Jajarannya, Berbagi Takjil Kepada Warga Yang melintas
Home › Ekbis › Hidup Sulit, Orang RI Makan Tabungan
Ekbis
Pulau Jawa & Madura

Analisa Empat Ekonom

Hidup Sulit, Orang RI Makan Tabungan

Rabu, 06 Desember 2023 | 10:43 WIB,  
Penulis : Rahmat Hidayat
Hidup Sulit, Orang RI Makan Tabungan

JAKARTA, Fenomena orang Indonesia menggunakan tabungannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari alias makan tabungan mengemuka belakangan ini. Fenomena tersebut mencuat dari survei yang dirilis oleh Bank Indonesia beberapa waktu lalu.

BI merilis data Survei Konsumen per Oktober 2023 yang menunjukkan banyak warga Indonesia harus menggunakan tabungannya guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

  • Baca juga: Klarifikasi Sengketa Lahan Ulayat di Kampar Kiri Hulu: Nasarudin Membantah Klaim Ludai

BI mencatat rasio tabungan terhadap pendapatan per Oktober 2023 turun jauh dibandingkan posisi sebelum pandemi Covid-19 atau Oktober 2019.

Menanggapi fenomena tersebut, 4 ekonom mengajukan pendapat yang berbeda-beda mengenai penyebab orang RI makan tabungan. Ada yang menilai fenomena ini muncul sebagai dampak dari strategi pemulihan ekonomi Indonesia pasca Covid-19, sementara ekonom lainnya berpendapat bahwa kenaikan harga menjadi biang keladi masalah.

  • Baca juga: Wakil Walikota Pekanbaru Terima Audiensi PT. BPR Pekanbaru Madani, Bahas Strategi Penguatan UMKM

Berikut pendapat 4 ekonom dari berbagai lembaga.

1. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economic (CORE) Mohammad Faisal. 

  • Baca juga: Plt Kadisdik Riau Bersama Ketua Dharma Wanita Salurkan 200 Paket Sembako untuk Anak Yatim dan THL

Faisal berpendapat, penyebab umum orang RI makan tabungan adalah biaya hidup yang semakin mahal dan pendapatan masyarakat yang cenderung tetap. Namun, Faisal lebih menyoroti masalah kenaikan harga sebagai biang keladi terjadinya fenomena makan tabungan.

Ia menyebut, inflasi tahun ini relatif lebih, namun kondisi melambatnya perekonomian Indonesia membuat daya beli masyarakat semakin tergerus dengan kenaikan harga. 

  • Baca juga: Puluhan Miliar Omzet Aryaduta, Pemprov Hanya Profit Rp200 Juta

"Dalam kondisi ekonomi tumbuh lebih lambat, walaupun inflasi lebih rendah akan melemahkan dari sisi daya beli," kata Faisal.

Penyumbang inflasi terbesar hingga November adalah komoditas harga pangan bergejolak atau volatile food, seperti beras. Inflasi di komoditas itu, menurutnya, memukul kalangan masyarakat bawah yang menggunakan sebagian besar tabungannya untuk makanan. "Kalangan bawah sebetulnya lebih rentan terhadap inflasi pangan," katanya.

  • Baca juga: Komoditas Kerang Jelajah Malaysia, Karantina Riau Komit Dorong Pemasaran Global 

2. Peneliti LPEM FEB UI Teuku Riefky. 

Teuku Riefky mengatakan, data BI menunjukkan bahwa kelompok masyarakat yang tergerus tabungannya paling dalam adalah masyarakat kalangan bawah. Hal itu terjadi karena kenaikan harga-harga bahan makanan, terutama beras.

  • Baca juga: Sewa Bus Pariwisata Jakarta Bersama Melody Transport: Pilihan Terbaik untuk Kenyamanan dan Kemewahan

"Ini yang nampaknya mendorong adanya penggunaan tabungan oleh sebagian kelompok masyarakat termiskin," ujar Riefky.

Ia mengatakan masalah tersebut sudah coba diantisipasi pemerintah dengan menambah bantuan sosial, lalu kemudian menambah impor beras sehingga harga lebih terkendali. 

"Tapi memang ini butuh beberapa waktu untuk kemudian bisa terlihat dampaknya di data ekonomi," ujarnya.

  • Baca juga: PHR Dianugerahi Penghargaan Kemendikbudristek Atas Pendidikan STEM

3. Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda. 

Nailul Huda berpendapat faktor yang paling berpengaruh pada fenomena makan tabungan adalah konsumsi masyarakat. Dia bilang konsumsi masyarakat tetap meningkat, namun tidak diiringi dengan kenaikan pendapatan yang signifikan. Merujuk data dari BPS, kata Nailul, kenaikan paling cepat adalah konsumsi telekomunikasi dan transportasi; serta restoran dan hotel.

  • Baca juga: Pemkab Pelalawan Gelar Kegiatan Gerakan Pangan Murah

"Artinya masyarakat Indonesia di tahun 2023 ini lebih banyak liburan dan staycation dibandingkan tahun 2022," terang Nailul.

Dia mengatakan dibukanya kegiatan masyarakat setelah pandemi Covid membuat konsumsi masyarakat juga meningkat. Akhirnya mereka memakan tabungan yang mereka kumpulkan selama dua tahun kemarin. 

  • Baca juga: Sejumlah SPBU Mulai Berhenti Jual Pertalite

"Tahun ini juga festival musik kerap diadakan. Paling banyak turun rasio tabungannya kan kelompok menengah yang hobinya jalan-jalan, beli gadget, nonton konser," terangnya.

4. Kepala Center of Macroeconomics and Finance Indef. M Rizal Taufikurahman. 

  • Baca juga: Pekanbaru Tuan Rumah Raker Komwil I Apeksi 2024 

Taufik menjelaskan, kenaikan harga barang kebutuhan sehari-hari dan pendapatan yang cenderung stagnan memang terjadi. Namun dia berpendapat faktor perubahan gaya konsumsi masyarakat juga memberikan andil pada fenomena makan tabungan.

Dikatakannya, perkembangan teknologi sudah membuat masyarakat begitu mudah untuk melakukan aktivitas pembelian seperti membeli makanan maupun barang. Bentuk uang digital, menurutnya, juga membuat kesadaran masyarakat terhadap nilai uang berubah. Secara psikologis bentuk uang digital membuat orang semakin mudah ketika mengeluarkan uang.

  • Baca juga: 4 April, Terakhir Perusahaan Bayarkan THR

"Ini merupakan masa transisi antara teknologi baru dengan pembiasaan masyarakat untuk melakukan belanja secara lebih rasional," ujar Taufik.

Editor : R Hidayat

TOPIK TERKAIT

Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Nasional

    Alat Pendeteksi Vulkanik Gunung Marapi Hilang

    Rabu, 06 Des 2023 | 09:06 WIB
  • Nasional

    Jaksa Agung RI Lakukan Kunjungan Kerja di Riau

    Selasa, 05 Des 2023 | 18:17 WIB
  • Nasional

    Kunjungan Kerja Jaksa Agung RI di Pelalawan

    Selasa, 05 Des 2023 | 17:18 WIB
  • Pemerintah

    Pemkab Bengkalis Gelar Rakornis

    Selasa, 05 Des 2023 | 16:29 WIB
  • TNI-Polri

    Desak Polri Tahan Firli

    Selasa, 05 Des 2023 | 15:10 WIB

Terpopuler

  • #1

    Unggahan Dugaan Penyelewengan di UPT SDN 011 Simalinyang: Kepala Sekolah di Minta Klarifikasi dan Bertanggung Jawab!

    Selasa, 10 Mar 2026 - 12:30 WIB
  • #2

    DPC PSI Kecamatan Binawidya Berbagi di Bulan Ramadhan, Hadir untuk Masyarakat Kurang Mampu

    Rabu, 18 Mar 2026 - 06:30 WIB
  • #3

    Polda Riau Bagikan Takjil di Kampus, Pererat Silaturahmi dengan Mahasiswa

    Rabu, 11 Mar 2026 - 23:10 WIB
  • #4

    Praktisi Hukum Soroti Dugaan Pembiaran dan Persekongkolan Perusahaan

    Rabu, 11 Mar 2026 - 18:32 WIB
  • #5

    Kapolres Kampar Tanam Pohon Kenitu dari Kapolda Riau, Dukung Pelestarian Lingkungan

    Rabu, 11 Mar 2026 - 15:35 WIB

SOROTAN

  • Gejolak Media di Kominfo Kampar, Verifikasi Manual dan Google Form Picu Kegaduhan

    Gejolak Media di Kominfo Kampar, Verifikasi Manual dan Google Form Picu Kegaduhan

    Selasa, 17 Mar 2026 | 07:05 WIB
  • Praktisi Hukum Soroti Dugaan Pembiaran dan Persekongkolan Perusahaan

    Praktisi Hukum Soroti Dugaan Pembiaran dan Persekongkolan Perusahaan

    Rabu, 11 Mar 2026 | 18:32 WIB
  • Kades dan Vendor

    Kades dan Vendor 'Main Mata', Inspektorat 'Bungkam' Korupsi Dana Digitalisasi Desa !

    Sabtu, 07 Feb 2026 | 09:19 WIB

HUKRIM

  • Polsek Kampar Kiri Hilir Tangkap 6 Pelaku Penipuan Bermodus Jual Sepeda Listrik Setelah Tindak Lanjut Mendalam

    Polsek Kampar Kiri Hilir Tangkap 6 Pelaku Penipuan Bermodus Jual Sepeda Listrik Setelah Tindak Lanjut Mendalam

    Senin, 16 Mar 2026 | 22:11 WIB
  • Polsek Kampar Kiri Tekan Penambangan Emas Tanpa Izin di Sungai Tesso

    Polsek Kampar Kiri Tekan Penambangan Emas Tanpa Izin di Sungai Tesso

    Selasa, 10 Mar 2026 | 18:33 WIB
  • 4,12 Gram Shabu di Ungkap, Pengedar di Ciduk Polsek Kampar Kiri Hilir

    4,12 Gram Shabu di Ungkap, Pengedar di Ciduk Polsek Kampar Kiri Hilir

    Selasa, 03 Mar 2026 | 12:30 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com