https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Beranda

Nasional

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Polresta Pekanbaru Percepat Perda Green City, Pendidikan Lingkungan Masuk Sekolah Jadi Prioritas •   Sambangi Kebun Warga, Bhabinkamtibmas Air Dingin Pantau Tanaman Terong •   Musim Kemarau Datang, Polres Kampar Siagakan Pasukan, Perang Melawan Karhutla Dimulai •   Jajaran Polsek Batu Hampar Turun ke Kebun Cegah Karhutla di Batu Hampar
Home › Ekonomi › Hidup Sulit, Orang RI Makan Tabungan
Ekonomi
Pulau Jawa & Madura

Analisa Empat Ekonom

Hidup Sulit, Orang RI Makan Tabungan

Rabu, 06 Desember 2023 | 10:43 WIB,  
Penulis : Rahmat Hidayat
Hidup Sulit, Orang RI Makan Tabungan

JAKARTA, Fenomena orang Indonesia menggunakan tabungannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari alias makan tabungan mengemuka belakangan ini. Fenomena tersebut mencuat dari survei yang dirilis oleh Bank Indonesia beberapa waktu lalu.

BI merilis data Survei Konsumen per Oktober 2023 yang menunjukkan banyak warga Indonesia harus menggunakan tabungannya guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

    Baca juga:
  • SF Hariyanto Buka SIExpo 2026, Dorong Kolaborasi Majukan Industri Sawit

  • Zulhas Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa Berbasis Potensi Lokal

  • Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 5-11 Agustus Naik, Tembus Rp3.936,63 per Kg

BI mencatat rasio tabungan terhadap pendapatan per Oktober 2023 turun jauh dibandingkan posisi sebelum pandemi Covid-19 atau Oktober 2019.

Menanggapi fenomena tersebut, 4 ekonom mengajukan pendapat yang berbeda-beda mengenai penyebab orang RI makan tabungan. Ada yang menilai fenomena ini muncul sebagai dampak dari strategi pemulihan ekonomi Indonesia pasca Covid-19, sementara ekonom lainnya berpendapat bahwa kenaikan harga menjadi biang keladi masalah.

Berikut pendapat 4 ekonom dari berbagai lembaga.

1. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economic (CORE) Mohammad Faisal. 

Faisal berpendapat, penyebab umum orang RI makan tabungan adalah biaya hidup yang semakin mahal dan pendapatan masyarakat yang cenderung tetap. Namun, Faisal lebih menyoroti masalah kenaikan harga sebagai biang keladi terjadinya fenomena makan tabungan.

Ia menyebut, inflasi tahun ini relatif lebih, namun kondisi melambatnya perekonomian Indonesia membuat daya beli masyarakat semakin tergerus dengan kenaikan harga. 

"Dalam kondisi ekonomi tumbuh lebih lambat, walaupun inflasi lebih rendah akan melemahkan dari sisi daya beli," kata Faisal.

Penyumbang inflasi terbesar hingga November adalah komoditas harga pangan bergejolak atau volatile food, seperti beras. Inflasi di komoditas itu, menurutnya, memukul kalangan masyarakat bawah yang menggunakan sebagian besar tabungannya untuk makanan. "Kalangan bawah sebetulnya lebih rentan terhadap inflasi pangan," katanya.

2. Peneliti LPEM FEB UI Teuku Riefky. 

Teuku Riefky mengatakan, data BI menunjukkan bahwa kelompok masyarakat yang tergerus tabungannya paling dalam adalah masyarakat kalangan bawah. Hal itu terjadi karena kenaikan harga-harga bahan makanan, terutama beras.

"Ini yang nampaknya mendorong adanya penggunaan tabungan oleh sebagian kelompok masyarakat termiskin," ujar Riefky.

Ia mengatakan masalah tersebut sudah coba diantisipasi pemerintah dengan menambah bantuan sosial, lalu kemudian menambah impor beras sehingga harga lebih terkendali. 

"Tapi memang ini butuh beberapa waktu untuk kemudian bisa terlihat dampaknya di data ekonomi," ujarnya.

3. Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda. 

Nailul Huda berpendapat faktor yang paling berpengaruh pada fenomena makan tabungan adalah konsumsi masyarakat. Dia bilang konsumsi masyarakat tetap meningkat, namun tidak diiringi dengan kenaikan pendapatan yang signifikan. Merujuk data dari BPS, kata Nailul, kenaikan paling cepat adalah konsumsi telekomunikasi dan transportasi; serta restoran dan hotel.

"Artinya masyarakat Indonesia di tahun 2023 ini lebih banyak liburan dan staycation dibandingkan tahun 2022," terang Nailul.

Dia mengatakan dibukanya kegiatan masyarakat setelah pandemi Covid membuat konsumsi masyarakat juga meningkat. Akhirnya mereka memakan tabungan yang mereka kumpulkan selama dua tahun kemarin. 

"Tahun ini juga festival musik kerap diadakan. Paling banyak turun rasio tabungannya kan kelompok menengah yang hobinya jalan-jalan, beli gadget, nonton konser," terangnya.

4. Kepala Center of Macroeconomics and Finance Indef. M Rizal Taufikurahman. 

Taufik menjelaskan, kenaikan harga barang kebutuhan sehari-hari dan pendapatan yang cenderung stagnan memang terjadi. Namun dia berpendapat faktor perubahan gaya konsumsi masyarakat juga memberikan andil pada fenomena makan tabungan.

Dikatakannya, perkembangan teknologi sudah membuat masyarakat begitu mudah untuk melakukan aktivitas pembelian seperti membeli makanan maupun barang. Bentuk uang digital, menurutnya, juga membuat kesadaran masyarakat terhadap nilai uang berubah. Secara psikologis bentuk uang digital membuat orang semakin mudah ketika mengeluarkan uang.

"Ini merupakan masa transisi antara teknologi baru dengan pembiasaan masyarakat untuk melakukan belanja secara lebih rasional," ujar Taufik.

Editor : R Hidayat

TOPIK TERKAIT

Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Nasional

    Alat Pendeteksi Vulkanik Gunung Marapi Hilang

    Rabu, 06 Des 2023 | 09:06 WIB
  • Nasional

    Jaksa Agung RI Lakukan Kunjungan Kerja di Riau

    Selasa, 05 Des 2023 | 18:17 WIB
  • Nasional

    Kunjungan Kerja Jaksa Agung RI di Pelalawan

    Selasa, 05 Des 2023 | 17:18 WIB
  • Daerah

    Pemkab Bengkalis Gelar Rakornis

    Selasa, 05 Des 2023 | 16:29 WIB
  • TNI-Polri

    Desak Polri Tahan Firli

    Selasa, 05 Des 2023 | 15:10 WIB

Terpopuler

  • #1

    GOW Kabupaten Kampar Semarakkan Hari Anak Nasional 2026 di SDN 012 Langgini

    Jumat, 24 Jul 2026 - 19:33 WIB
  • #2

    Dijanjikan Berangkat Haji 2025 Tanpa Antrean, Sejumlah Warga Laporkan Dugaan Penipuan ke Polda Riau

    Selasa, 28 Jul 2026 - 17:51 WIB
  • #3

    Lepas 12 Pengguna Narkoba yang Ditangkap di Kepau Jaya, Petugas BNNP Riau Bisa Disanksi Hukum

    Jumat, 24 Jul 2026 - 15:19 WIB
  • #4

    Diduga Quarry Ilegal di Kampar Rusak Jalan dan Sebar Debu, Warga Minta Aparat Bertindak Tegas

    Selasa, 28 Jul 2026 - 17:11 WIB
  • #5

    Cek Lahan, Polsek Batu Hampar Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan Sesuai Rencana

    Jumat, 24 Jul 2026 - 14:48 WIB
  • #6

    Mahasiswa FBN Universitas Riau Susun Peta Potensi Kelurahan Agrowisata sebagai Media Informasi dan Edukasi Masyarakat

    Rabu, 29 Jul 2026 - 15:50 WIB
  • #7

    Kapolsek Batu Hampar Pimpin Langsung Penanaman Jagung 2 Hektare

    Kamis, 30 Jul 2026 - 12:33 WIB
  • #8

    Pascasarjana Administrasi Pendidikan UNRI Dorong Pemberdayaan Masyarakat melalui Olahan Dimsum Ikan Patin

    Rabu, 29 Jul 2026 - 19:06 WIB
  • #9

    Sambut HUT RI ke-81, Polisi Bagikan Bendera Merah Putih untuk Kobarkan Nasionalisme Warga Bukitraya

    Selasa, 04 Agu 2026 - 15:33 WIB

HUKRIM

  • Polsek Kampar Putus Mata Rantai Narkoba, Dua Pengedar Ditangkap, Sabu dan Ekstasi Disita

    Polsek Kampar Putus Mata Rantai Narkoba, Dua Pengedar Ditangkap, Sabu dan Ekstasi Disita

    Jumat, 07 Agu 2026 | 08:14 WIB
  • Bobol Kantor Balai Penyuluhan, Pelaku Diringkus Satreskrim Polres Kampar

    Bobol Kantor Balai Penyuluhan, Pelaku Diringkus Satreskrim Polres Kampar

    Kamis, 06 Agu 2026 | 19:02 WIB
  • Kejati Riau Lelang 754 Barang Rampasan Negara, Mobil hingga Emas Siap Dilepas ke Publik

    Kejati Riau Lelang 754 Barang Rampasan Negara, Mobil hingga Emas Siap Dilepas ke Publik

    Kamis, 06 Agu 2026 | 06:08 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • SF Hariyanto Buka SIExpo 2026, Dorong Kolaborasi Majukan Industri Sawit

    SF Hariyanto Buka SIExpo 2026, Dorong Kolaborasi Majukan Industri Sawit

    Kamis, 06 Agu 2026 | 13:24 WIB
  • Zulhas Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa Berbasis Potensi Lokal

    Zulhas Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa Berbasis Potensi Lokal

    Kamis, 06 Agu 2026 | 12:48 WIB
  • Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 5-11 Agustus Naik, Tembus Rp3.936,63 per Kg

    Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 5-11 Agustus Naik, Tembus Rp3.936,63 per Kg

    Rabu, 05 Agu 2026 | 23:18 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com