https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Plt Bupati Klaten Diperiksa KPK, Penyidik Dalami Barang Bukti Sitaan •   Bappebti Rilis Pemeringkatan Pialang Berjangka, Ini Daftar 12 Perusahaan Teratas •   Pemkab Kampar Harapkan Sinergi dengan Kepala OJK Riau yang Baru •   Menkum: Kebebasan Beribadah Merupakan Hak yang Wajib Dijamin Negara
Home › Ekonomi › Hidup Sulit, Orang RI Makan Tabungan
Ekonomi
Pulau Jawa & Madura

Analisa Empat Ekonom

Hidup Sulit, Orang RI Makan Tabungan

Rabu, 06 Desember 2023 | 10:43 WIB,  
Penulis : Rahmat Hidayat
Hidup Sulit, Orang RI Makan Tabungan

Keterangan Foto:

JAKARTA, Fenomena orang Indonesia menggunakan tabungannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari alias makan tabungan mengemuka belakangan ini. Fenomena tersebut mencuat dari survei yang dirilis oleh Bank Indonesia beberapa waktu lalu.

BI merilis data Survei Konsumen per Oktober 2023 yang menunjukkan banyak warga Indonesia harus menggunakan tabungannya guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

    Baca juga:
  • Bappebti Rilis Pemeringkatan Pialang Berjangka, Ini Daftar 12 Perusahaan Teratas

  • Dorong Batik Mendunia, Kemendag Siapkan Akses Buyer di 33 Negara

  • Bansos Digital Mulai Disiapkan, Pemprov Riau Genjot Registrasi Perlinsos

BI mencatat rasio tabungan terhadap pendapatan per Oktober 2023 turun jauh dibandingkan posisi sebelum pandemi Covid-19 atau Oktober 2019.

Menanggapi fenomena tersebut, 4 ekonom mengajukan pendapat yang berbeda-beda mengenai penyebab orang RI makan tabungan. Ada yang menilai fenomena ini muncul sebagai dampak dari strategi pemulihan ekonomi Indonesia pasca Covid-19, sementara ekonom lainnya berpendapat bahwa kenaikan harga menjadi biang keladi masalah.

Berikut pendapat 4 ekonom dari berbagai lembaga.

1. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economic (CORE) Mohammad Faisal. 

Faisal berpendapat, penyebab umum orang RI makan tabungan adalah biaya hidup yang semakin mahal dan pendapatan masyarakat yang cenderung tetap. Namun, Faisal lebih menyoroti masalah kenaikan harga sebagai biang keladi terjadinya fenomena makan tabungan.

Ia menyebut, inflasi tahun ini relatif lebih, namun kondisi melambatnya perekonomian Indonesia membuat daya beli masyarakat semakin tergerus dengan kenaikan harga. 

"Dalam kondisi ekonomi tumbuh lebih lambat, walaupun inflasi lebih rendah akan melemahkan dari sisi daya beli," kata Faisal.

Penyumbang inflasi terbesar hingga November adalah komoditas harga pangan bergejolak atau volatile food, seperti beras. Inflasi di komoditas itu, menurutnya, memukul kalangan masyarakat bawah yang menggunakan sebagian besar tabungannya untuk makanan. "Kalangan bawah sebetulnya lebih rentan terhadap inflasi pangan," katanya.

2. Peneliti LPEM FEB UI Teuku Riefky. 

Teuku Riefky mengatakan, data BI menunjukkan bahwa kelompok masyarakat yang tergerus tabungannya paling dalam adalah masyarakat kalangan bawah. Hal itu terjadi karena kenaikan harga-harga bahan makanan, terutama beras.

"Ini yang nampaknya mendorong adanya penggunaan tabungan oleh sebagian kelompok masyarakat termiskin," ujar Riefky.

Ia mengatakan masalah tersebut sudah coba diantisipasi pemerintah dengan menambah bantuan sosial, lalu kemudian menambah impor beras sehingga harga lebih terkendali. 

"Tapi memang ini butuh beberapa waktu untuk kemudian bisa terlihat dampaknya di data ekonomi," ujarnya.

3. Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda. 

Nailul Huda berpendapat faktor yang paling berpengaruh pada fenomena makan tabungan adalah konsumsi masyarakat. Dia bilang konsumsi masyarakat tetap meningkat, namun tidak diiringi dengan kenaikan pendapatan yang signifikan. Merujuk data dari BPS, kata Nailul, kenaikan paling cepat adalah konsumsi telekomunikasi dan transportasi; serta restoran dan hotel.

"Artinya masyarakat Indonesia di tahun 2023 ini lebih banyak liburan dan staycation dibandingkan tahun 2022," terang Nailul.

Dia mengatakan dibukanya kegiatan masyarakat setelah pandemi Covid membuat konsumsi masyarakat juga meningkat. Akhirnya mereka memakan tabungan yang mereka kumpulkan selama dua tahun kemarin. 

"Tahun ini juga festival musik kerap diadakan. Paling banyak turun rasio tabungannya kan kelompok menengah yang hobinya jalan-jalan, beli gadget, nonton konser," terangnya.

4. Kepala Center of Macroeconomics and Finance Indef. M Rizal Taufikurahman. 

Taufik menjelaskan, kenaikan harga barang kebutuhan sehari-hari dan pendapatan yang cenderung stagnan memang terjadi. Namun dia berpendapat faktor perubahan gaya konsumsi masyarakat juga memberikan andil pada fenomena makan tabungan.

Dikatakannya, perkembangan teknologi sudah membuat masyarakat begitu mudah untuk melakukan aktivitas pembelian seperti membeli makanan maupun barang. Bentuk uang digital, menurutnya, juga membuat kesadaran masyarakat terhadap nilai uang berubah. Secara psikologis bentuk uang digital membuat orang semakin mudah ketika mengeluarkan uang.

"Ini merupakan masa transisi antara teknologi baru dengan pembiasaan masyarakat untuk melakukan belanja secara lebih rasional," ujar Taufik.

Editor : R Hidayat

TOPIK TERKAIT

Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Nasional

    Alat Pendeteksi Vulkanik Gunung Marapi Hilang

    Rabu, 06 Des 2023 | 09:06 WIB
  • Nasional

    Jaksa Agung RI Lakukan Kunjungan Kerja di Riau

    Selasa, 05 Des 2023 | 18:17 WIB
  • Nasional

    Kunjungan Kerja Jaksa Agung RI di Pelalawan

    Selasa, 05 Des 2023 | 17:18 WIB
  • Daerah

    Pemkab Bengkalis Gelar Rakornis

    Selasa, 05 Des 2023 | 16:29 WIB
  • TNI-Polri

    Desak Polri Tahan Firli

    Selasa, 05 Des 2023 | 15:10 WIB

Terpopuler

  • #1

    Dugaan Tambang Ilegal di Kampar Disorot, Polsek Tambang Turun ke Parit Baru

    Kamis, 29 Okt 2026 - 17:28 WIB
  • #2

    17.500 Orang Padati KKR Pemuda Riau, Peserta Membludak, Panitia Evaluasi Gelaran 2027

    Minggu, 25 Okt 2026 - 18:00 WIB
  • #3

    GRANAT Apresiasi Konsistensi Polresta Pekanbaru dalam Pemberantasan dan Pencegahan Narkotika

    Senin, 02 Nov 2026 - 21:13 WIB
  • #4

    Pilkades Siarang-arang Disorot, Warga Mengaku Kehilangan Hak Pilih

    Selasa, 27 Okt 2026 - 01:08 WIB
  • #5

    Dukung Green Policing Polda Riau, Bhabinkamtibmas Payung Sekaki Gandeng Warga Hijaukan Pekanbaru

    Rabu, 28 Okt 2026 - 13:22 WIB
  • #6

    Sikat Habis Narkoba! Razia 6 THM di Pekanbaru Jaring Pekerja Positif Sabu Dini Hari

    Sabtu, 31 Okt 2026 - 13:12 WIB
  • #7

    Polda Riau Gelar Minggu Kasih di GBI Bethany: Polisi Siap Dengar Aspirasi Warga

    Minggu, 25 Okt 2026 - 12:34 WIB
  • #8

    Bersih-Bersih Internal! Kapolda Riau Ancam Pecat Polisi Pengedar Narkoba

    Senin, 02 Nov 2026 - 13:12 WIB
  • #9

    Mahasiswa HMI Geruduk DPRD Riau, Polresta Pekanbaru Kawal hingga Audiensi

    Selasa, 27 Okt 2026 - 19:25 WIB

HUKRIM

  • Tangis Ibu di Kampar Ungkap Kaki Anak Disulut Rokok, Ternyata Jadi Korban Sodomi

    Tangis Ibu di Kampar Ungkap Kaki Anak Disulut Rokok, Ternyata Jadi Korban Sodomi

    Jumat, 06 Nov 2026 | 11:59 WIB
  • Simpan Sabu Siap Edar di Plafon Rumah, Pria di Kampar Diciduk Polisi Tanpa Perlawanan

    Simpan Sabu Siap Edar di Plafon Rumah, Pria di Kampar Diciduk Polisi Tanpa Perlawanan

    Jumat, 06 Nov 2026 | 09:20 WIB
  • Penggerebekan Bandar Narkoba di Kampar, Polisi Temukan 1,2 Kg Ganja Siap Edar

    Penggerebekan Bandar Narkoba di Kampar, Polisi Temukan 1,2 Kg Ganja Siap Edar

    Jumat, 06 Nov 2026 | 08:55 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • Bappebti Rilis Pemeringkatan Pialang Berjangka, Ini Daftar 12 Perusahaan Teratas

    Bappebti Rilis Pemeringkatan Pialang Berjangka, Ini Daftar 12 Perusahaan Teratas

    Jumat, 06 Nov 2026 | 22:13 WIB
  • Bansos Digital Mulai Disiapkan, Pemprov Riau Genjot Registrasi Perlinsos

    Bansos Digital Mulai Disiapkan, Pemprov Riau Genjot Registrasi Perlinsos

    Jumat, 06 Nov 2026 | 19:20 WIB
  • Dorong Batik Mendunia, Kemendag Siapkan Akses Buyer di 33 Negara

    Dorong Batik Mendunia, Kemendag Siapkan Akses Buyer di 33 Negara

    Jumat, 06 Nov 2026 | 18:45 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com