Home › Hukum › Tim Khusus Ringkus 10 Tahanan Rumbai, 4 Orang Dapat Timah Panas
Perburuan Tak Kenal Henti
Tim Khusus Ringkus 10 Tahanan Rumbai, 4 Orang Dapat Timah Panas
Keterangan Foto: Ilustrasi
Pekanbaru - Mereka mengelak dari belenggu hukum, bersembunyi dalam bayang-bayang kegelapan, namun tak bisa meluputkan diri dari jaringan kepolisian yang tak kenal lelah. Demikian kisah setiap narapidana yang coba melawan takdir.
- Baca juga:
10 tahanan dari Polsek Rumbai, telah kembali tertangkap setelah petualangan berbahaya yang lari dari pertanggungjawaban hukum.
Timsus berhasil ringkus 10 tahanan polsek rumbai, 4 diantaranya diberi hadiah timah panas.
Dalam rekor waktu 11 hari saja, pahlawan modern dari Polda Riau dan Polres jajaran berhasil memutar balikkan nasib, mengembalikan 10 tahanan yang kabur ke belenggu keadilan.
Kisah ini tak sekadar perburuan biasa. Tim khusus yang digagas oleh Kapolda Riau Irjen Pol M. Iqbal dan dipimpin oleh Kasubdit Jatanras Polda Riau, Kompol Indra Lamhot Sihombing, memainkan peran kunci dalam perburuan yang tak kenal henti.
Sepuluh tahanan berbagai kasus ini memiliki cerita masing-masing. Dalam antara mereka, ada yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, pelecehan seksual terhadap anak, pencurian berat, dan penggelapan. Namun, nasib mereka berubah saat jejak mereka diikuti dengan tekun.
Dari nama ke nama, mereka ditemukan satu per satu: Risman Roy Hendra Hutasoit, Rahmat Nur Tanto alias Amek, Rido Falukimba, Meldi Ameldi, Hamzah Indra, Stephen Chaidir alias Steven, Darsono alias Soni, Novri Wahyudi, Amir alias Amir Ambon, hingga Doli Purba. Setiap penangkapan adalah pukulan untuk kejahatan dan kebebasan mereka.
Seorang tahanan Novri Wahyudi tertangkap dengan bawaannya sepeda motor curian dan 2 ponsel hasil kejahatannya. Jejak pencurian dan pelarian dari Pekanbaru hingga Padang Pariaman akhirnya terhenti.
Kisah terakhir adalah tentang Amir alias Amir Ambon, otak di balik pelarian. Dia mengira bisa melewati batas waktu, tapi akhirnya berhasil dihadang oleh keadilan pada Jumat, 18 Agustus 2023. Tempat persembunyiannya di Desa Koto Lama tak mampu lagi menyembunyikan dirinya.
Puncak keberhasilan datang dengan penangkapan Doli Purba pada Minggu, 20 Agustus 2023, memberikan titik terang pada perburuan terakhir.
Peristiwa ini adalah bukti bahwa tak ada tempat bagi para pelarian dalam permainan waktu yang tak terbendung.**






Komentar Via Facebook :