Home › Sorotan › PT Kabulkan Banding, Dr Freddy: Pidana Penjara Tak Harus Dijalani
Rubah Amar Putusan
PT Kabulkan Banding, Dr Freddy: Pidana Penjara Tak Harus Dijalani
Advokat Dr. Freddy Simanjuntak SH MH
Pekanbaru - Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru akhirnya mengeluarkan putusan banding yang diajukan oleh Chandra alias aguan lewat putusan Nomor 361/PID.C/2023/PT PBR tanggal 10 Agustus 2023 lalu.
Terdakwa tindak pidana penganiayaan ringan terhadap mantan istrinya, Heldy Susanti yang divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru dengan hukuman 3 (Tiga) bulan Penjara karena terbukti bersalah dan harus segera ditahan.
- Baca juga:
Sementara, dalam putusan Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru ada 4 (empat) poin putusan yang dikeluarkan terhadap perkara yang dialami oleh Chandra alias Aguan dimana diantaranya menerima permohonan banding oleh terdakwa (Chandra) dan penyidik Polri.
Kemudian, merubah amar putusan Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru nomor 6/Pid.C/2023/PN Pbr tanggal 07 Juli 2023 yang dimohonkan oleh terdakwa dalam mendapatkan hak nya sebagai warga negara Indonesia (WNI).
Adapun amar putusan selengkapnya yaitu:
1. Menyatakan Terdakwa Chandra dengan identitas sebagaimana tersebut diatas telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan ringan;
2. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa, oleh karena itu dengan pidana penjara selama 3 (Tiga) bulan dengan ketentuan bahwa pidana penjara tersebut tidak perlu dijalani oleh terdakwa, terkecuali apabila sebelum masa waktu 6 (enam) berakhir berdasarkan putusan hakim terdakwa dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana dan dijatuhi pidana atas kesalahannya tersebut;
3. Menyatakan barang bukti tetap terlampir didalam berkas perkara ini;
4. Membebankan kepada terdakwa untuk membayar biaya perkara pada tingkat banding.
Penasehat Hukum (PH) dari Dr. Freddy Simanjuntak, SH MH menanggapi bahwa putusan banding dari Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru tersebut sesuai dengan yang telah diprediksi olehnya dan ia menghormati amar putusan tersebut.
"Sudah kita prediksi, artinya disini terbukti bahwa Putusan Majelis Hakim PN Pekanbaru dianulir (batal) lewat amar putusan Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru lewat banding yang kita ajukan beberapa waktu yang lalu," kata Dr. Freddy saat dihubungi pada Rabu (16/08/2023) malam.
Lanjut Dr. Freddy, atas amar putusan dari PT Pekanbaru artinya statemen nya yang mengatakan bahwa putusan Majelis Hakim PN Pekanbaru, Iwan Irawan, SH dianggap peradilan sesat sudah terbukti.
Terakhir, Dr Freddy berharap agar Hakim, Iwan Irawan SH sebagai hakim tunggal di kasus Chandra agar berubah dan lebih mengutamakan hati nurani dan fakta persidangan.
"Semoga Peradilan kita tetap terjaga dan lebih mengutamakan hati nurani dan fakta persidangan. Seperti ini adalah contoh bentuk ketidakadilan dan ini sudah kami laporkan ke Mahkamah Agung (MA) dan Komisi Yudisial (KY) tujuannya agar mendapatkan sanksi tegas," tutupnya.**






Komentar Via Facebook :