Home › Sorotan › DPRD Pekanbaru Desak Bongkar Kabel SemrawutÂ
Dari 43 Provider Hanya 3 Resmi BerizinÂ
DPRD Pekanbaru Desak Bongkar Kabel SemrawutÂ
Keterangan Foto: Semrawut kabel jaringan telekomunikasi di Jalan Subrantas (Panam), Kota Pekanbaru.
PEKANBARU, Tabloid Diksi - Komisi I DPRD Pekanbaru terus mendesak OPD terkait di Pemko Pekanbaru, agar membongkar paksa kabel yang merusak keindahan Kota Pekanbaru tersebut.
Karena hingga saat ini pekan pertama Agustus belum ada aksi apapun terhadap penertiban kabel-kabel jaringan yang semraut di Kota Pekanbaru.
- Baca juga:
Disinyalir banyaknya kabel jaringan tak mengantongi izin resmi. Dari data yang dilaporkan Pemko Pekanbaru ke Komisi I DPRD, ada 43 provider telekomunikasi yang beroperasi dan hanya 3 provider saja yang mengantongi izin resmi, selebihnya ilegal tak berizin. Termasuk kabel jaringan Indihome milik Telkom, tidak berizin.
"Kita minta Satpol PP untuk mengambil tindakan tegas, karena mereka tidak ada izinnya. Jangan ragu, karena keberadaan mereka juga tak ada mendatangkan PAD bagi Kota Pekanbaru," tegas Anggota Komisi I DPRD Pekanbaru Sigit Yuwono ST, Jumat (4/8/2023).
Saat ini, sebut Sigit Yuwono, Komisi I dan Bapemperda DPRD Pekanbaru, bersama pihak terkait, sedang membahas untuk merancang Ranperda Inisiatif tentang kabel jaringan.
DPRD Pekanbaru terus berkomitmen untuk mengatasi persoalan semrawutnya kabel-kabel jaringan, serta tiang-tiang yang berdiri di beberapa sudut jalan di Kota Pekanbaru.
"Kalau langkah kita sekarang, masih komit membuat aturannya. Rencananya DPRD akan membuat Perda Inisiatif untuk mengatur penanaman tiang dan penarikan kabel-kabel itu sehingga ada SOP nya seperti apa. Di Pekanbaru ini harus ada ikut aturan. Hampir rata-rata setiap jalan dan setiap gang itu sudah berserakan segala macam kabel-kabel," jelas Politisi senior Partai Demokrat.
Beberapa waktu lalu, Komisi I dan Bapemperda DPRD Pekanbaru sudah melakukan kunjungan kerja ke Kota Tangerang Selatan, dan Kota Bogor, untuk menggodok Ranperda Inisiatif tentang kabel jaringan tersebut.
"Apalagi sekarang kan, sebagian provider telekomunikasi yang kini beroperasi di Kota Pekanbaru, hanya mengantongi izin dari RT RW setempat. Jadi, Kota Pekanbaru tidak ada dapat apa-apa, hanya dapat resiko kabel-kabel itu semrawut dan banyaknya tiang-tiang yang tumbuh. Bertahun-tahun provider ini beroperasi tapi tidak ada memberikan ke Pemko Pekanbaru," ujar Sigit.
Sigit Yuwono dalam keterangannya meminta kepada Pemko Pekanbaru, untuk menerbitkan Perwako tentang keberadaan kabel-kabel jaringan telekomunikasi yang semrawut, plus banyaknya tiang-tiang yang tertanam.
Jika ada Perwako, maka bisa dilakukan penindakan secara komprehensif di lapangan secepatnya. Karena bentangan kabel yang semrawut jelas-jelas menghilangkan keindahan ruang kota sekaligus meresahkan masyarakat, tak jarang menjadi insiden penyebab kecelakaan.






Komentar Via Facebook :