Home › Sorotan › Sangat Minim Informasi Penting yang Diterima Masyarakat Petani Sawit
Gubernur Terkejut, Heran, dan Terkaget-kaget
Sangat Minim Informasi Penting yang Diterima Masyarakat Petani Sawit
Keterangan Foto: Gubernur Riau, H Syamsuar meninjau tandan buah sawit yang akan segera dipanen.
RIAU, Tabloid Diksi - Gubernur Provinsi Riau, Syamsuar terkejut mendengar keluhan masyarakat mengenai harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit Rp1.700 per kilogram. Karena secara umum harga sawit di Riau di atas Rp2.000 per kilogram.
"Di sini kok bisa harga Tandan Buah Segar (TBS) Rp1.700 per kilogram. Apa masalahnya? Harus dicek ini. Saya segera cek. Kita tak mau petani dirugikan," tegas Syamsuar saat silaturahmi dengan masyarakat Kepenghuluan Tanjung Medan, Kabupaten Rokan, pada Jumat (7/6) siang.
H Syamsuar, Gubernur Riau tengah memberikan sambutan sekaligus berdialog dengan masyarakat petani sawit.
- Baca juga:
Selain mendengar curhat masyarakat di daerah Riau Pesisir, Gubernur Provinsi Riau bicara mengenai replanting kebun kelapa sawit tua. Di mana pemerintah membantu replanting sebesar Rp30 juta per hektar.
"Program replanting ini bapak-bapak tahu enggak. Sudah ada belum yang mengajukan? Kelapa sawit umurnya di atas 25 tahun harus replanting," tanya Gubri, masyarakat setempat menjawab tidak mengetahui tentang itu.
"Kalau ada yang punya kebun di kawasan hutan maksimal 5 hektar bisa melapor ke pemerintah, nanti jadi legal. Ini implementasi dari Undang Undang Ciptaker," terang Syamsuar dilansir dari laman website resmi Pemprov Riau.
Gubernur Riau lagi-lagi terkejut. Ternyata info-info seperti ini tidak sampai kepada masyarakat kalangan awam.
"Dinas Perkebunan kabupaten kemana saja? Masa informasi yang penting bagi masyarakat tidak sampai. Saya minta Pak Camatlah, agar informasi ini segera disampaikan kepada masyarakat di sini," serunya.
Diketahui sebelumnya, Gubernur Riau menceritakan ekonomi di Riau sangat dipengaruhi harga kelapa sawit.
Itu sebabnya, dari awal memimpin Riau, dirinya membuat kebijakan dengan mengeluarkan Peraturan Gubernur Riau (Pergubri) Nomor 77 Tahun 2020 tentang Tata Cara Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Pekebun di Provinsi Riau.
Lewat Pergubri itu, Pemprov Riau melalui Dinas Perkebunan bisa mengendalikan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit tidak merugikan para petani.
"Pergub ini didukung pihak Kejaksaan dan Kepolisian. Kalau ada Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) yang tidak patuh terhadap Pergub ini bisa ditindak," bebernya, seraya menekankan sejauh ini harga sawit di Riau selalu tertinggi di Indonesia.
Di depan masyarakat Tanjung Medan, Gubri juga menyebut soal peluang kuliah gratis dan kerja di Jerman, yang saat ini sedang diinisiasi oleh Pemprov Riau.
Memang salah satu syaratnya adalah harus bisa berbahasa Jerman. Itu sebabnya, akan segera dibuka pembelajaran bahasa Jerman di tingkat SMA/SMK.
"Saya kira peluang yang baik ini harus juga dimanfaatkan oleh masyarakat di sini," ajak Gubri, seraya menyebut nama mendiang Presiden BJ Habibie yang dulu kuliah di Jerman.
Diharapkan, dengan anggaran yang cukup besar itu, berbagai fasilitas bisa dibangun dan memberikan manfaat bagi masyarakat banyak.






Komentar Via Facebook :