https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Beranda

Nasional

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Diperiksa Kasus Kehutanan, Pria di Kampar Kiri Malah Kepergok Simpan 37 Pil Ekstasi •   Tragis! Wanita 55 Tahun Tewas Bersimbah Darah Ditangan Eks Suami •   Pemerintah Pastikan 18 Juta KPM Terima Bansos PKH dan BPNT •   Indonesia Perkuat Langkah Diplomatik Dukung Kemerdekaan Palestina
Home › Sorotan › Heboh!! 26 Dokter RS Madani Pekanbaru Mogok Kerja, Bertahun-tahun Jaspel Tak Dibayar
Sorotan
Pekanbaru

Sangat Miris

Heboh!! 26 Dokter RS Madani Pekanbaru Mogok Kerja, Bertahun-tahun Jaspel Tak Dibayar

Rabu, 21 Juni 2023 | 11:43 WIB,  
Penulis : Redaksi
Heboh!! 26 Dokter RS Madani Pekanbaru Mogok Kerja, Bertahun-tahun Jaspel Tak Dibayar

Istimewah

Pekanbaru, Tabloid Diksi - Diketahui, sejak hari  Senin sampai hari ini. Dokter spesialis di Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani yang berstatus aparatur sipil negara (ASN) ini melakukan mogok kerja dan membuat mosi tak percaya pada Direktur Arnaldo Eka.

Para dokter spesialis inipun mendemo manajemen rumah sakit, yang dengan membuat mosi tak percaya dengan ada  ditandatangani 26 dokter bekerja di RSD Madani. Dimana mereka menuntut Jasa Pelayanan (Jaspel) sejak Oktober 2021 disebut belum dibayar manajemen. Dan minta manajemen dievaluasi. 

    Baca juga:
  • Bonus PON Belum Dibayar Penuh, Atlet Riau Kecewa: Janji Tinggal Janji

  • Malaria Tak Kunjung Hilang, Warga Sinaboi Desak Pemerintah Bertindak Nyata

  • Eks Kadis PUPR-PKPP Riau dan Rekanan Kompak Dihukum 2 Tahun, KPK Masih Pikir-pikir

Mosi ditujukan langsung pada Direktur RSD Madani dr Arnaldo Eka Putra. Saat dikonfirmasikan persoalan ini kepada dr Budi SpOG, yang merupakan salah satu dokter menandatangani mosi, tegaskan ia tidak memberikan penjelasanya soal ada dokter berstatus ASN yang bekerja di tempat praktik lain saat jam kerja. 

"Kami spesialis ini jam kerja 24 jam satu hari. Bukan sama dengan ASN kantoran yang ada jam kerja. Apalagi saya dokter kandungan, dengan jam kerja yang tidak menentu. Hari libur, hari lebaran kami ini tetap kerja. Jadi kami kerja tanpa batas, itupun jasa belum dibayar," kata dr Budi, kepada wartawan, pada saat ditemui.

Dia menegaskan, sejak kamar operasi di RSD Madani dioperasikan, dirinya belum menerima jasa sepersenpun, yakni dari perawatan medis pasien. Jadi aturan ini sambung dia, tak bisa disamaratakanlah itu dengan ASN. Hal ini semestinya bisa dipahami pihak manajemen RSD. Sebab spesialis ini tak ada batas waktu kerja.

Sementara itu dihubungi, Direktur RSD Madani Pekanbaru Arnaldo Eka Putra menjelaskan, bahwa apa yang dilakukan dokter itu mengambil praktik lain di saat jam dinas, yang dinilai melanggar aturan berlaku dalam Surat Edaran Kemenkes.

"Sesuai Surat Edaran Kemenkes No: UM. 01.05/I.2/17473/2022 menyatakan, pegawai ASN dan pegawai non-ASN, khususnya dokter pada unit pelaksana teknis tidak diperkenan meninggalkan tugas memberikan pelayanan pada jam kerja," kata Arnaldo Eka.

Selain itu, lanjut dia, ada juga PP No 94 Tahun 2021 yang berbunyi, apabila tidak menaati jam kerja dan tidak masuk kerja, maka akan dikena pemotongan tunjangan yang maupun kinerja hingga pemberhentian dengan hormat tanpa permintaan sendiri. Lalu, berdasarkan Surat Edaran Wali Kota Pekanbaru No: 800/BKPSDM-PKAP/170.A/2021.

"Dalam surat edaran walikota itu sudah menjelaskan bagi pegawai ASN wajib masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja, yakni hari Senin sampai Kamis jam 07.30-14.30 WIB. Sementara hari Jumat jam 07.30-11.30 WIB. Sedangkan hari Sabtu jam 07.30-13.00 WIB," terang Arnaldo Eka.

Terkait tuntutanya jasa pelayanan para dokter, Arnaldo Eka hanya menyebutkan pihaknya telah ada membayarkan Jasa Paelayanan para dokter di RSD Madani. Untuk itu, ia meminta para dokter bisa bersikap profesional dalam bekerja. Sehingga, pelayanan di RSD Madani Pekanbaru bisa berjalan maksimal.

"Kami tidak mempermasalahkan para dokter ini praktik di luar jam dinas, dan saya tahu itu. Tapi jangan sampai juga pelayanan di RSD Madani ini terganggu. Karena pelayanan itu adalah hal utama yang kita berikan kepada masyarakat. Jangan sampai masyarakat terlantar akibat para dokter mengambil praktik di rumah sakit lain, apalagi yang dilakukan masih dalam jam kerja," katanya. 

Arnaldo Eka mengakui bahwasa pasca jasa pelayanan dokter dibayarkan, ada beberapa dokter yang telah masuk bekerja, yakni poli bedah, poli penyakit dalam, poli ortopedi dan poli gigi. Meski begitu, ada beberapa dokter yang tidak hadir bekerja, seperti dokter poli anak, poli obgin, poli paru, poli THT, poli mata dan poli kulit. **

Editor : Pimred

TOPIK TERKAIT

Konflik KerjaMogok Kerja DokterPenolakan DirekturKrisis Pelayanan KesehatanRSD Madani
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Sorotan

    Disinyalir Rugikan Daerah, Direktur Tak Menanggapi Terkait Dinas Luar Oknum Kasi RSD MADANI

    Selasa, 28 Mar 2023 | 22:32 WIB

Terpopuler

  • #1

    GOW Kabupaten Kampar Semarakkan Hari Anak Nasional 2026 di SDN 012 Langgini

    Jumat, 24 Jul 2026 - 19:33 WIB
  • #2

    Dijanjikan Berangkat Haji 2025 Tanpa Antrean, Sejumlah Warga Laporkan Dugaan Penipuan ke Polda Riau

    Selasa, 28 Jul 2026 - 17:51 WIB
  • #3

    Lepas 12 Pengguna Narkoba yang Ditangkap di Kepau Jaya, Petugas BNNP Riau Bisa Disanksi Hukum

    Jumat, 24 Jul 2026 - 15:19 WIB
  • #4

    Diduga Quarry Ilegal di Kampar Rusak Jalan dan Sebar Debu, Warga Minta Aparat Bertindak Tegas

    Selasa, 28 Jul 2026 - 17:11 WIB
  • #5

    Cek Lahan, Polsek Batu Hampar Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan Sesuai Rencana

    Jumat, 24 Jul 2026 - 14:48 WIB
  • #6

    Mahasiswa FBN Universitas Riau Susun Peta Potensi Kelurahan Agrowisata sebagai Media Informasi dan Edukasi Masyarakat

    Rabu, 29 Jul 2026 - 15:50 WIB
  • #7

    Menyala ! Tim Gabungan Polda, Polres dan Polsek Singingi Kembali Gelar Operasi PETI 

    Selasa, 04 Agu 2026 - 20:02 WIB
  • #8

    Sambut HUT RI ke-81, Polisi Bagikan Bendera Merah Putih untuk Kobarkan Nasionalisme Warga Bukitraya

    Selasa, 04 Agu 2026 - 15:33 WIB
  • #9

    Kapolsek Batu Hampar Pimpin Langsung Penanaman Jagung 2 Hektare

    Kamis, 30 Jul 2026 - 12:33 WIB

HUKRIM

  • Pengedar Sabu Ditangkap, Polisi Sita 1,95 Gram Sabu dan 2 Butir Ekstasi

    Pengedar Sabu Ditangkap, Polisi Sita 1,95 Gram Sabu dan 2 Butir Ekstasi

    Jumat, 07 Agu 2026 | 22:07 WIB
  • Polsek Tapung Bekuk Pengedar Sabu yang Resahkan Warga Petapahan, 11,30 Gram Barang Bukti Diamankan

    Polsek Tapung Bekuk Pengedar Sabu yang Resahkan Warga Petapahan, 11,30 Gram Barang Bukti Diamankan

    Jumat, 07 Agu 2026 | 19:56 WIB
  • Polsek Kampar Putus Mata Rantai Narkoba, Dua Pengedar Ditangkap, Sabu dan Ekstasi Disita

    Polsek Kampar Putus Mata Rantai Narkoba, Dua Pengedar Ditangkap, Sabu dan Ekstasi Disita

    Jumat, 07 Agu 2026 | 08:14 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • SF Hariyanto Buka SIExpo 2026, Dorong Kolaborasi Majukan Industri Sawit

    SF Hariyanto Buka SIExpo 2026, Dorong Kolaborasi Majukan Industri Sawit

    Kamis, 06 Agu 2026 | 13:24 WIB
  • Zulhas Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa Berbasis Potensi Lokal

    Zulhas Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa Berbasis Potensi Lokal

    Kamis, 06 Agu 2026 | 12:48 WIB
  • Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 5-11 Agustus Naik, Tembus Rp3.936,63 per Kg

    Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 5-11 Agustus Naik, Tembus Rp3.936,63 per Kg

    Rabu, 05 Agu 2026 | 23:18 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com