Home › Sorotan › Kawanan Gajah Masuk ke Perkebunan Kelapa Sawit
Mencari Habitat yang Hilang
Kawanan Gajah Masuk ke Perkebunan Kelapa Sawit
Keterangan Foto: Batang kelapa sawit yang dirusak kawanan gajah.
Siak, Tabloid Diksi - Pasokan makanan yang minim dan berkurangnya ruang habitat membuat kawanan Gajah Sumatera sering memasuki pemukiman serta perkebunan warga. Baru-baru ini, gerombolan satwa berbelalai itu memasuki pemukiman di Desa Monas Jaya, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau.
Koordinator Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas Saipul Hendri Daulay menyebut, ada sekitar 11 ekor kawanan gajah yang masuk ke pemukiman akhir pekan lalu. Usianya pun bervariasi, mulai dewasa hingga gajah yang masih anakan. "Sudah digiring ke Tahura. Karena kan daerah tersebut berdekatan dengan Tahura, digiring menggunakan mercon," sebut Saipul.
- Baca juga:
Biasanya gerombolan gajah penunggu Tahura itu hanya muncul sekali atau dua kali dalam setahun. Namun belakangan, kemunculan hewan berbadan bongsor ini semakin sering. Bisa dua hingga tiga kali dalam sebulan. "Pada bulan akhirat tahun 2022 saja, telah dilakukan 12 kali penanggulangan kawanan gajah yang masuk ke pemukiman warga ," ungkapnya.
Seringnya gajah bermunculan, disebabkan karena habitat mereka yang semakin lama semakin berkurang, penyebabnya pembangunan pemukiman baru warga dan banyaknya masyarakat yang membuka lahan untuk dijadikan kebun. Karena itu, pasokan makanan mereka pun menjadi sedikit. "Masuk ke kebun warga, mereka makan daun-daun sawit dari kebun warga. Hanya beberapa kebun saja yang rusak karena terinjak dan di makan," ujarnya.
Di Riau, kawanan gajah memiliki daerah jelajahnya sendiri. Mulai dari Minas kemudian ke Rumbai, Kita Pekanbaru. Ada juga ke Garuda Sakti Kilometer 11 Karya Indah, Kabupaten Kampar.
Meski begitu, kawanan gajah ini selalu berhasil dibawa kembali ke habitat asalnya di Tahura. "Penggiringan kali ini tidak melibatkan gajah jinak," imbuh Saipul.
Setiap penanggulangan, personel PLG selalu memberikan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat. Mereka meminta agar warga tidak sampai melukai gajah. Masyarakat juga diminta tidak melakukan tindakan gegabah karena sewaktu-waktu gajah bisa menyerang. "Memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak takabur," pungkasnya.

.jpeg)



Komentar Via Facebook :