Home › Ekonomi › Kebutuhan Aluminium Nasional Diprediksi Melonjak 600 Persen, INALUM Genjot Produktivitas
Kebutuhan Aluminium Nasional Diprediksi Melonjak 600 Persen, INALUM Genjot Produktivitas
Keterangan Foto: Produk aluminium yang diproduksi oleh Inalum. Dok Inalum/TD-YS
BOGOR, Tabloid Diksi – Industri aluminium nasional diperkirakan menghadapi peningkatan permintaan yang signifikan dalam tiga dekade mendatang. Kebutuhan aluminium Indonesia bahkan diproyeksikan tumbuh hingga 600 persen, sehingga peningkatan kapasitas produksi dan efisiensi industri menjadi perhatian penting.
Menghadapi proyeksi tersebut, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM mulai memperkuat strategi produksi melalui optimalisasi operasional serta pengembangan teknologi di sektor peleburan aluminium.
- Baca juga:
Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita, mengungkapkan bahwa besarnya proyeksi kebutuhan aluminium menjadi tantangan tersendiri bagi industri dalam negeri. Terlebih, pemenuhan kebutuhan nasional hingga saat ini masih memiliki ketergantungan cukup tinggi terhadap produk impor.
Berdasarkan data periode 2018–2024, sekitar 54 persen kebutuhan aluminium nasional masih dipenuhi melalui impor. Sementara kontribusi produksi INALUM baru mencapai 46 persen.
Menurut Melati, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memperkuat kemampuan produksi nasional agar ketergantungan terhadap pasokan luar negeri dapat ditekan. Apalagi, aluminium merupakan bahan baku strategis yang dibutuhkan berbagai sektor industri.
Salah satu langkah yang dilakukan INALUM adalah menerapkan inovasi teknologi dalam proses produksi. Perusahaan mengoptimalkan sudut eccentric counterweight sebagai upaya mengatasi potensi keretakan anoda yang dapat mengganggu proses peleburan.
"Perbaikan ini kami lakukan untuk mengatasi permasalahan keretakan anoda sekaligus mendukung optimalisasi proses produksi," ujar Melati dalam Diskusi Media Gathering FORWIN 2026 bertema Outlook Industri Petrokimia 2027 di Sentul, Jawa Barat, Jumat (6/11/2026).
Selain itu, INALUM juga melakukan optimalisasi parameter bath dalam proses peleburan aluminium. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan efektivitas operasional sekaligus menjaga produktivitas perusahaan.
Tidak hanya pada sektor produksi, pemanfaatan teknologi digital juga mulai diperluas ke bidang pendukung operasional. Salah satunya melalui penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk membantu pemodelan keuangan perusahaan.
"Semua ini kami lakukan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas industri aluminium nasional," kata Melati.
Upaya peningkatan produktivitas tersebut turut tercermin dari pencapaian perusahaan sepanjang 2025. INALUM berhasil memproduksi sebanyak 280.082 metrik ton (MT) aluminium, sekaligus mencatatkan volume produksi tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
Kinerja positif juga terlihat dari sisi penjualan. Pada tahun yang sama, penjualan aluminium INALUM mencapai 280.141 MT atau menjadi rekor tertinggi yang pernah dibukukan perusahaan.
Dengan proyeksi peningkatan kebutuhan hingga 600 persen, penguatan kapasitas produksi, inovasi teknologi, serta efisiensi operasional menjadi faktor penting dalam mendorong daya saing industri aluminium nasional di masa mendatang.






Komentar Via Facebook :