https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Plt Bupati Klaten Diperiksa KPK, Penyidik Dalami Barang Bukti Sitaan •   Bappebti Rilis Pemeringkatan Pialang Berjangka, Ini Daftar 12 Perusahaan Teratas •   Pemkab Kampar Harapkan Sinergi dengan Kepala OJK Riau yang Baru •   Menkum: Kebebasan Beribadah Merupakan Hak yang Wajib Dijamin Negara
Home › Ekonomi › Dorong Batik Mendunia, Kemendag Siapkan Akses Buyer di 33 Negara
Ekonomi

Dorong Batik Mendunia, Kemendag Siapkan Akses Buyer di 33 Negara

Jumat, 06 November 2026 | 18:45 WIB,  
Penulis : Yudi Setiawan
Dorong Batik Mendunia, Kemendag Siapkan Akses Buyer di 33 Negara

Keterangan Foto: Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri meninjau proses produksi Batik Keris di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah pada Jumat (6/11). MC Kemendag/TD-YS

SUKOHARJO, Tabloid Diksi – Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus mendorong produk batik Indonesia memperluas pasar internasional. Salah satu langkah yang disiapkan pemerintah adalah memfasilitasi pelaku usaha untuk bertemu dengan calon pembeli potensial di luar negeri melalui jaringan perwakilan perdagangan Indonesia.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri saat mengunjungi pabrik Batik Keris di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (6/11/2026).

    Baca juga:
  • Bappebti Rilis Pemeringkatan Pialang Berjangka, Ini Daftar 12 Perusahaan Teratas

  • Bansos Digital Mulai Disiapkan, Pemprov Riau Genjot Registrasi Perlinsos

  • Pemerintah Targetkan Program Satu Orang Satu Rekening Terwujud dalam Dua Bulan

Dalam kunjungan itu, Roro meninjau proses produksi sekaligus melihat kontribusi industri batik terhadap penyerapan tenaga kerja lokal dan pelestarian budaya Indonesia.

"Kunjungan ini dimaksudkan untuk meninjau secara langsung proses produksi batik dan dampak penyerapan tenaga kerja lokal (multiplier effect). Selain itu, sebagai upaya memetakan potensi perluasan pasar ekspor bagi produk busana berbasis budaya Indonesia," jelas Wamendag Roro.

Ia mengapresiasi Batik Keris yang dinilai berhasil mempertahankan tradisi membatik melalui kaderisasi perajin lintas generasi. Menurutnya, keberadaan pekerja senior dan generasi muda dalam proses produksi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan industri berbasis budaya.

"Kami sangat mengapresiasi upaya kaderisasi dan pelestarian budaya yang berjalan di pabrik Batik Keris. Pekerja senior yang sudah mengabdi belasan hingga puluhan tahun bersanding dengan pekerja junior. Ini bukti nyata penguatan ekosistem industri berbasis budaya agar batik tidak punah ditelan zaman," ujarnya.

Lebih lanjut, Roro menegaskan bahwa pemerintah siap membantu pelaku usaha dalam memperluas pasar, baik di dalam negeri maupun mancanegara. Batik Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang di kawasan Asia Tenggara yang memiliki kedekatan sejarah dan budaya.

"Pemerintah hadir sebagai fasilitator. Kami melihat bagaimana bisnis yang berawal dari kesederhanaan dapat berkembang menjadi skala besar. Selebihnya, terkait perluasan pasar, baik pasar domestik maupun ekspor, Kemendag siap memfasilitasi dan mendampingi hingga terealisasi," tegasnya.

Untuk membuka peluang tersebut, Kemendag mendorong Batik Keris dan pelaku UMKM lainnya memanfaatkan jaringan 46 perwakilan perdagangan Indonesia yang tersebar di 33 negara. Jaringan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mencari informasi pasar dan mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli melalui agenda business matching.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Batik Keris, Andy Rusli, menyambut positif kunjungan Wamendag. Ia berharap dukungan pemerintah dapat membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk batik nasional.

"Kami berminat untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia mendatang guna menarik buyer. Untuk saat ini, Batik Keris masih berfokus pada pemenuhan kebutuhan dalam negeri paralel dengan pembinaan perajin batik baru," ungkap Andy.

Batik Keris merupakan perusahaan fesyen dan tekstil batik Indonesia yang berdiri sejak 1947. Saat ini, perusahaan tersebut didukung 435 tenaga kerja profesional dan 311 unit mesin produksi, dengan kapasitas mencapai 60 ribu potong pakaian per bulan.

Adapun produk yang dihasilkan meliputi kemeja pria, blus, rok, pakaian luar, hingga busana anak.

Potensi ekspor batik Indonesia juga menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor batik sepanjang 2025 mencapai USD 30,62 juta atau tumbuh 13,03 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar USD 26,63 juta. Sementara pada semester I-2026, nilai ekspor batik tercatat mencapai USD 4,39 juta.

Editor : Munazlen Nazir

TOPIK TERKAIT

Batik KerisEkspor BatikWamendag RoroKementerian PerdaganganUMKM IndonesiaIndustri BatikSukoharjo
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Ekonomi

    Mendag Budi Santoso: Manfaat Integrasi Ekonomi APEC Harus Dirasakan UMKM

    Rabu, 04 Nov 2026 | 21:03 WIB
  • Politik

    Komisi III DPR Apresiasi Langkah Polri Tindaklanjuti Polemik Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo

    Selasa, 03 Nov 2026 | 15:53 WIB
  • Ekonomi

    Cuaca Ekstrem Tekan Produksi, Harga Cabai Rawit Merah Sempat Tembus Rp124 Ribu per Kg

    Selasa, 03 Nov 2026 | 15:35 WIB
  • Ekonomi

    Wamendag Roro Dorong Fesyen Lokal Tembus Pasar Global Lewat JFW 2027

    Selasa, 27 Okt 2026 | 19:01 WIB
  • Ekonomi

    India Hentikan Penyelidikan Antisubsidi Kaca Indonesia, Ekspor Berpeluang Meningkat

    Jumat, 23 Okt 2026 | 16:18 WIB

Terpopuler

  • #1

    Dugaan Tambang Ilegal di Kampar Disorot, Polsek Tambang Turun ke Parit Baru

    Kamis, 29 Okt 2026 - 17:28 WIB
  • #2

    17.500 Orang Padati KKR Pemuda Riau, Peserta Membludak, Panitia Evaluasi Gelaran 2027

    Minggu, 25 Okt 2026 - 18:00 WIB
  • #3

    GRANAT Apresiasi Konsistensi Polresta Pekanbaru dalam Pemberantasan dan Pencegahan Narkotika

    Senin, 02 Nov 2026 - 21:13 WIB
  • #4

    Pilkades Siarang-arang Disorot, Warga Mengaku Kehilangan Hak Pilih

    Selasa, 27 Okt 2026 - 01:08 WIB
  • #5

    Dukung Green Policing Polda Riau, Bhabinkamtibmas Payung Sekaki Gandeng Warga Hijaukan Pekanbaru

    Rabu, 28 Okt 2026 - 13:22 WIB
  • #6

    Sikat Habis Narkoba! Razia 6 THM di Pekanbaru Jaring Pekerja Positif Sabu Dini Hari

    Sabtu, 31 Okt 2026 - 13:12 WIB
  • #7

    Polda Riau Gelar Minggu Kasih di GBI Bethany: Polisi Siap Dengar Aspirasi Warga

    Minggu, 25 Okt 2026 - 12:34 WIB
  • #8

    Bersih-Bersih Internal! Kapolda Riau Ancam Pecat Polisi Pengedar Narkoba

    Senin, 02 Nov 2026 - 13:12 WIB
  • #9

    Mahasiswa HMI Geruduk DPRD Riau, Polresta Pekanbaru Kawal hingga Audiensi

    Selasa, 27 Okt 2026 - 19:25 WIB

HUKRIM

  • Tangis Ibu di Kampar Ungkap Kaki Anak Disulut Rokok, Ternyata Jadi Korban Sodomi

    Tangis Ibu di Kampar Ungkap Kaki Anak Disulut Rokok, Ternyata Jadi Korban Sodomi

    Jumat, 06 Nov 2026 | 11:59 WIB
  • Simpan Sabu Siap Edar di Plafon Rumah, Pria di Kampar Diciduk Polisi Tanpa Perlawanan

    Simpan Sabu Siap Edar di Plafon Rumah, Pria di Kampar Diciduk Polisi Tanpa Perlawanan

    Jumat, 06 Nov 2026 | 09:20 WIB
  • Penggerebekan Bandar Narkoba di Kampar, Polisi Temukan 1,2 Kg Ganja Siap Edar

    Penggerebekan Bandar Narkoba di Kampar, Polisi Temukan 1,2 Kg Ganja Siap Edar

    Jumat, 06 Nov 2026 | 08:55 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • Bappebti Rilis Pemeringkatan Pialang Berjangka, Ini Daftar 12 Perusahaan Teratas

    Bappebti Rilis Pemeringkatan Pialang Berjangka, Ini Daftar 12 Perusahaan Teratas

    Jumat, 06 Nov 2026 | 22:13 WIB
  • Bansos Digital Mulai Disiapkan, Pemprov Riau Genjot Registrasi Perlinsos

    Bansos Digital Mulai Disiapkan, Pemprov Riau Genjot Registrasi Perlinsos

    Jumat, 06 Nov 2026 | 19:20 WIB
  • Dorong Batik Mendunia, Kemendag Siapkan Akses Buyer di 33 Negara

    Dorong Batik Mendunia, Kemendag Siapkan Akses Buyer di 33 Negara

    Jumat, 06 Nov 2026 | 18:45 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com