Home › Ekonomi › Dorong Batik Mendunia, Kemendag Siapkan Akses Buyer di 33 Negara
Dorong Batik Mendunia, Kemendag Siapkan Akses Buyer di 33 Negara
Keterangan Foto: Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri meninjau proses produksi Batik Keris di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah pada Jumat (6/11). MC Kemendag/TD-YS
SUKOHARJO, Tabloid Diksi – Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus mendorong produk batik Indonesia memperluas pasar internasional. Salah satu langkah yang disiapkan pemerintah adalah memfasilitasi pelaku usaha untuk bertemu dengan calon pembeli potensial di luar negeri melalui jaringan perwakilan perdagangan Indonesia.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri saat mengunjungi pabrik Batik Keris di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (6/11/2026).
- Baca juga:
Dalam kunjungan itu, Roro meninjau proses produksi sekaligus melihat kontribusi industri batik terhadap penyerapan tenaga kerja lokal dan pelestarian budaya Indonesia.
"Kunjungan ini dimaksudkan untuk meninjau secara langsung proses produksi batik dan dampak penyerapan tenaga kerja lokal (multiplier effect). Selain itu, sebagai upaya memetakan potensi perluasan pasar ekspor bagi produk busana berbasis budaya Indonesia," jelas Wamendag Roro.
Ia mengapresiasi Batik Keris yang dinilai berhasil mempertahankan tradisi membatik melalui kaderisasi perajin lintas generasi. Menurutnya, keberadaan pekerja senior dan generasi muda dalam proses produksi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan industri berbasis budaya.
"Kami sangat mengapresiasi upaya kaderisasi dan pelestarian budaya yang berjalan di pabrik Batik Keris. Pekerja senior yang sudah mengabdi belasan hingga puluhan tahun bersanding dengan pekerja junior. Ini bukti nyata penguatan ekosistem industri berbasis budaya agar batik tidak punah ditelan zaman," ujarnya.
Lebih lanjut, Roro menegaskan bahwa pemerintah siap membantu pelaku usaha dalam memperluas pasar, baik di dalam negeri maupun mancanegara. Batik Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang di kawasan Asia Tenggara yang memiliki kedekatan sejarah dan budaya.
"Pemerintah hadir sebagai fasilitator. Kami melihat bagaimana bisnis yang berawal dari kesederhanaan dapat berkembang menjadi skala besar. Selebihnya, terkait perluasan pasar, baik pasar domestik maupun ekspor, Kemendag siap memfasilitasi dan mendampingi hingga terealisasi," tegasnya.
Untuk membuka peluang tersebut, Kemendag mendorong Batik Keris dan pelaku UMKM lainnya memanfaatkan jaringan 46 perwakilan perdagangan Indonesia yang tersebar di 33 negara. Jaringan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mencari informasi pasar dan mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli melalui agenda business matching.
Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Batik Keris, Andy Rusli, menyambut positif kunjungan Wamendag. Ia berharap dukungan pemerintah dapat membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk batik nasional.
"Kami berminat untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia mendatang guna menarik buyer. Untuk saat ini, Batik Keris masih berfokus pada pemenuhan kebutuhan dalam negeri paralel dengan pembinaan perajin batik baru," ungkap Andy.
Batik Keris merupakan perusahaan fesyen dan tekstil batik Indonesia yang berdiri sejak 1947. Saat ini, perusahaan tersebut didukung 435 tenaga kerja profesional dan 311 unit mesin produksi, dengan kapasitas mencapai 60 ribu potong pakaian per bulan.
Adapun produk yang dihasilkan meliputi kemeja pria, blus, rok, pakaian luar, hingga busana anak.
Potensi ekspor batik Indonesia juga menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor batik sepanjang 2025 mencapai USD 30,62 juta atau tumbuh 13,03 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar USD 26,63 juta. Sementara pada semester I-2026, nilai ekspor batik tercatat mencapai USD 4,39 juta.






Komentar Via Facebook :