Home › Daerah › Bupati Asmar Usulkan Revitalisasi 72 Sekolah di Meranti Berlanjut pada 2027
Bupati Asmar Usulkan Revitalisasi 72 Sekolah di Meranti Berlanjut pada 2027
Keterangan Foto: Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar melakukan audiensi dengan jajaran Kemendikdasmen di Jakarta untuk memperjuangkan kelanjutan revitalisasi sekolah dan usulan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi, Rabu (4/11/2026). MC Meranti/TD-YS
MERANTI, Tabloid Diksi – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus berupaya mendapatkan dukungan pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni memperjuangkan kelanjutan program revitalisasi sekolah pada 2027.
Upaya tersebut disampaikan Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn.) H. Asmar, saat melakukan audiensi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Jakarta, Rabu (4/11/2026).
- Baca juga:
Pertemuan yang difasilitasi Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Riau itu berlangsung di Ruang Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI). Bupati Asmar diterima langsung oleh Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, S.Pd., M.Ed., Ph.D., bersama jajaran.
Dalam audiensi tersebut, Pemkab Meranti memaparkan kondisi pendidikan daerah, termasuk kebutuhan perbaikan fasilitas sekolah serta sejumlah rencana pembangunan yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat.
Bupati Asmar mengapresiasi perhatian Presiden Prabowo Subianto melalui Kemendikdasmen terhadap pembangunan pendidikan di Kepulauan Meranti. Ia menilai program revitalisasi sekolah telah memberikan dampak positif bagi peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.
"Kami menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas perhatian dan dukungan yang telah diberikan kepada Kabupaten Kepulauan Meranti. Program revitalisasi sekolah ini sangat membantu daerah, terutama dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Kami berharap program ini dapat terus berlanjut pada 2027 dan menjangkau lebih banyak sekolah," ujar Asmar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Meranti, Raja Yusran, menyebutkan bahwa selama 2026 terdapat 72 satuan pendidikan yang memperoleh program revitalisasi dengan total anggaran lebih dari Rp50 miliar.
Namun, menurutnya, kebutuhan perbaikan sekolah masih cukup besar. Sejumlah bangunan dan fasilitas pembelajaran masih memerlukan penanganan, sedangkan kemampuan anggaran daerah belum mencukupi untuk memenuhi seluruh kebutuhan tersebut.
"Kita menyadari keterbatasan keuangan daerah. Untuk itu, kita harus terus melakukan berbagai upaya koordinasi dengan pemerintah pusat agar program-program nasional dapat dilaksanakan di daerah dan semakin banyak membantu peningkatan sarana dan prasarana pendidikan," katanya.
Selain meminta kelanjutan program revitalisasi, Pemkab Meranti juga mengajukan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kecamatan Rangsang.
Dalam pertemuan itu, Asmar turut menjelaskan perkembangan usulan pembangunan SNT melalui skema konsolidasi. Sementara untuk pembangunan sekolah baru, masih terdapat kendala terkait ketersediaan lahan. Pasalnya, persyaratan pembangunan tersebut mengharuskan pemerintah daerah menyiapkan lahan sekurang-kurangnya 20 hektare.
Pemkab Meranti berharap persoalan lahan tersebut dapat dibahas lebih lanjut bersama pemerintah pusat agar rencana pembangunan sekolah terintegrasi bisa diwujudkan.
Menanggapi usulan tersebut, Dirjen Kemendikdasmen Gogot Suharwoto menjelaskan bahwa konsep sekolah terintegrasi dirancang dengan menggabungkan beberapa jenjang pendidikan dalam satu kawasan, mulai dari SD, SMP hingga SMA.
Ia mencontohkan penerapan kawasan pendidikan serupa di London, Inggris. Meski demikian, penerapan model tersebut di Indonesia perlu disesuaikan dengan karakteristik setiap daerah, terutama kondisi demografi, persebaran penduduk, dan kebutuhan pendidikan.
Gogot juga mengungkapkan adanya penurunan jumlah peserta didik di sejumlah sekolah negeri. Sebagai contoh, enam SD negeri di Kota Yogyakarta pada tahun ajaran 2026 tercatat memiliki murid kelas I kurang dari 10 orang.
Kondisi tersebut menjadi pertimbangan bahwa pembangunan sektor pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur. Perencanaan juga harus memperhitungkan jumlah siswa, persebaran penduduk, serta efektivitas penggunaan fasilitas sekolah.
Menanggapi pembahasan itu, Bupati Asmar meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Meranti terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan kementerian maupun lembaga pemerintah pusat. Ia menilai kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penting agar program nasional dapat dirasakan oleh sekolah-sekolah di Meranti.
Audiensi tersebut juga dihadiri sejumlah kepala daerah dari Provinsi Riau, di antaranya Bupati Bengkalis, Bupati Pelalawan, Penjabat Bupati Kuantan Singingi, dan Bupati Rokan Hulu.
Dalam kunjungan itu, Bupati Asmar didampingi Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan Randolf Willy Huta Huruk, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Irmansyah, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Raja Yusran.
Melalui audiensi tersebut, Pemkab Kepulauan Meranti berharap dukungan pemerintah pusat terhadap sektor pendidikan semakin kuat, terutama untuk melanjutkan revitalisasi sekolah pada 2027 dan merealisasikan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Kecamatan Rangsang.



Komentar Via Facebook :