Home › Nasional › Karhutla Sumatera Tinggal 23 Hektare, Kalimantan Masih 1.566 Hektare
Karhutla Sumatera Tinggal 23 Hektare, Kalimantan Masih 1.566 Hektare
Keterangan Foto: Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan. ANTARA/TD-YS
JAKARTA, Tabloid Diksi – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Sumatera terus berkurang. Hingga Selasa (27/10/2026), kebakaran yang masih dilaporkan berada di Sumatera Selatan dengan luas mencapai 23 hektare.
Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan bahwa saat ini Sumatera Selatan menjadi satu-satunya provinsi di Pulau Sumatera yang masih melaporkan kejadian karhutla.
- Baca juga:
BNPB berharap kebakaran di wilayah tersebut segera dapat dipadamkan sepenuhnya, terutama dengan dukungan hujan alami.
Berbeda dengan kondisi Sumatera, penanganan karhutla di Kalimantan masih berlangsung di tiga provinsi, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.
Berdasarkan data BNPB, total luas lahan terbakar di ketiga provinsi tersebut mencapai 1.566 hektare. Kalimantan Tengah mencatat luas kebakaran terbesar, yakni 1.140 hektare, disusul Kalimantan Barat 391 hektare dan Kalimantan Selatan 35 hektare.
Meski demikian, BNPB menyebut luas kebakaran di Kalimantan telah menurun sekitar 50 persen dibandingkan laporan sebelumnya.
Untuk mempercepat penanganan, BNPB mengandalkan hujan alami dan membuka kemungkinan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca, termasuk penyemaian garam apabila diperlukan untuk mendukung pembentukan hujan.
BNPB juga menyiagakan personel di sejumlah wilayah terdampak. Sebanyak 16.387 personel disiagakan di Kalimantan Tengah, 14.458 personel di Kalimantan Barat, 12.285 personel di Sumatera Selatan, dan 7.927 personel di Kalimantan Selatan.
Selain personel, dukungan peralatan pemadaman turut disiapkan, mulai dari pompa air, selang pemadam, alat komunikasi hingga alat pelindung diri.
Sementara itu, satuan tugas udara memiliki 61 armada yang berstatus siaga maupun beroperasi. Dari jumlah tersebut, 24 armada disiapkan untuk patroli dan operasi modifikasi cuaca, sedangkan 37 helikopter digunakan untuk mendukung pemadaman melalui operasi water bombing.
BNPB menyatakan personel dan armada tersebut tetap disiagakan untuk memperkuat penanganan apabila terjadi kebutuhan di lapangan.






Komentar Via Facebook :