Home › Nasional › Bahlil Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Pasokan Dalam Negeri Jadi Prioritas
Bahlil Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Pasokan Dalam Negeri Jadi Prioritas
Keterangan Foto: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Senin (26/10/2026). MC ESDM/TD-YS
JAKARTA, Tabloid Diksi – Pemerintah mengurangi sebagian ekspor gas pipa Indonesia untuk menjaga ketersediaan energi bagi PT PLN dan sektor industri dalam negeri. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan, pengurangan sekitar 8 persen tersebut masih sesuai batas minimum kontrak sehingga tidak melanggar perjanjian dengan negara mitra.
Hal itu disampaikan Bahlil dalam konferensi pers mengenai ketahanan energi nasional, Senin (26/10/2026). Dari total ekspor gas pipa sebesar 409,55 MMBTUD yang berasal dari Laut Natuna dan Sumatera, pemerintah mengurangi sekitar 31 MMBTUD.
- Baca juga:
Menurut Bahlil, kebijakan tersebut diambil menyusul penurunan produksi sejumlah sumur gas akibat pemeliharaan. Pemerintah pun memprioritaskan pasokan untuk kebutuhan listrik dan bahan baku industri nasional.
Menteri Perindustrian Sarmuji menyambut baik kebijakan tersebut. Ia menjelaskan, gas dibutuhkan berbagai sektor industri, termasuk petrokimia, pupuk, kaca, baja, dan keramik.
Saat ini, utilisasi sektor industri berada di kisaran 70 persen. Tambahan pasokan gas diharapkan dapat meningkatkannya hingga 80–85 persen, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga ketersediaan lapangan kerja.
Bahlil juga menyebut Indonesia masih mengekspor sekitar 146 kargo gas alam cair (LNG). Ia menegaskan pemerintah tetap menghormati kontrak yang telah disepakati, sembari meminta agar kepentingan nasional dan hubungan antarnegara turut dihargai.
Kebijakan prioritas gas untuk kebutuhan domestik tersebut, lanjut Bahlil, sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945. Pemerintah berupaya menjaga pasokan energi nasional tanpa mengabaikan komitmen perdagangan dengan mitra luar negeri.






Komentar Via Facebook :