Home › Daerah › Kualitas Udara Bengkalis Masih Tidak Sehat, Sekolah Terapkan Tatap Muka Terbatas
Kualitas Udara Bengkalis Masih Tidak Sehat, Sekolah Terapkan Tatap Muka Terbatas
Keterangan Foto: Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Muthu Saily. TD/YS
BENGKALIS, Tabloid Diksi – Pemerintah Kabupaten Bengkalis masih memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di seluruh kecamatan pada Senin (26/10/2026). Kebijakan ini diambil karena kualitas udara di wilayah tersebut masih berada dalam kategori tidak sehat akibat kabut asap.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Muthu Saily, mengatakan kondisi kabut asap secara umum telah berkurang. Namun, indikator Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) hingga Minggu (25/10/2026) siang masih menunjukkan kualitas udara yang belum sehat.
- Baca juga:
“Seluruh kecamatan besok masih memberlakukan pembelajaran tatap muka terbatas. Karena kualitas udara masih dalam keadaan tidak sehat, tapi secara umum kondisi kabut asap sudah jauh berkurang,” ujar Muthu.
PTM terbatas telah diterapkan sejak pekan sebelumnya. Sementara itu, pembelajaran jarak jauh (PJJ) tidak lagi diberlakukan sejak sehari sebelum pernyataan tersebut disampaikan.
Dinas Pendidikan Bengkalis meminta seluruh sekolah memaksimalkan kegiatan belajar mengajar agar materi yang tertinggal selama pelaksanaan PJJ dapat diselesaikan. Hal ini menjadi perhatian karena masa ujian diperkirakan tinggal sekitar tiga bulan lagi.
“Kita minta seluruh sekolah memaksimalkan pembelajaran tatap muka ini. Materi yang belum selesai dan tertinggal karena pelaksanaan PJJ dikejar agar bisa selesai sebelum masa ujian,” ungkapnya.
Selain mengejar ketertinggalan materi, pihak sekolah juga diminta memperhatikan kesehatan guru dan siswa selama kegiatan belajar berlangsung. Penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan menjadi salah satu langkah pencegahan yang ditekankan.
Muthu mengingatkan masyarakat agar tidak lengah meskipun asap tidak lagi terlihat pekat. Menurutnya, indikator kualitas udara masih berada pada kategori tidak sehat sehingga kewaspadaan tetap diperlukan.
Dalam penerapan PTM terbatas, sekolah diperbolehkan menyesuaikan durasi pembelajaran dengan tetap memperhatikan pencapaian kompetensi siswa. Seluruh warga sekolah juga diminta menggunakan masker, sementara pihak sekolah harus memastikan ruang kelas aman dari paparan asap.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat menjaga keberlangsungan kegiatan pendidikan sekaligus mengurangi risiko kesehatan bagi siswa dan tenaga pendidik selama kualitas udara belum sepenuhnya pulih.






Komentar Via Facebook :