https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Kristomei Sianturi Prioritaskan Penanganan Karhutla, Banjir dan Erupsi Gunung Api •   Pelantikan Maruli Simanjuntak Jadi Wakil Panglima TNI dan Kepala Badan Perbatasan •   Prabowo Lantik Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB, Satyawan dan Sriyanto Pimpin BPGMN •   Prabowo Lantik Empat Wakil Menteri Kabinet Merah Putih
Home › Nasional › Erupsi Anak Krakatau Mulai Menurun, Pemerintah Siapkan Modifikasi Cuaca
Nasional

Erupsi Anak Krakatau Mulai Menurun, Pemerintah Siapkan Modifikasi Cuaca

Senin, 07 September 2026 | 22:48 WIB,  
Penulis : Redaksi
Erupsi Anak Krakatau Mulai Menurun, Pemerintah Siapkan Modifikasi Cuaca

Keterangan Foto: Rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto dari Istana Merdeka, Jakarta, melalui konferensi video, Senin (7/9/2026).

JAKARTA, Tabloid Diksi — Pemerintah menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengurangi dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mengganggu aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah. Langkah ini dilakukan seiring laporan bahwa aktivitas erupsi mulai menurun.

Perkembangan tersebut disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto dan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto dari Istana Merdeka, Jakarta, melalui konferensi video, Senin (7/9/2026).

    Baca juga:
  • Kristomei Sianturi Prioritaskan Penanganan Karhutla, Banjir dan Erupsi Gunung Api

  • Komdigi Wajibkan Operator Lindungi Sisa Kuota Internet Pelanggan

  • Pelantikan Maruli Simanjuntak Jadi Wakil Panglima TNI dan Kepala Badan Perbatasan

Suharyanto mengatakan, berdasarkan pemantauan BNPB, tingkat erupsi Anak Krakatau saat ini lebih rendah dibandingkan peristiwa serupa pada 2018.

“Menurut kami BNPB per hari ini, untuk kondisi erupsinya ini sudah menurun,” ujarnya.

Meski aktivitas erupsi menurun, abu vulkanik sempat menyebar ke DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, dan Sumatera Selatan. BNPB mencatat delapan bandara terdampak penutupan akibat sebaran abu tersebut. Namun, hingga laporan disampaikan, tidak terdapat korban jiwa, kerusakan, maupun daerah yang menetapkan status kedaruratan.

Untuk mempercepat penanganan, BNPB dan BMKG menyiapkan OMC dari sejumlah lokasi, termasuk Pondok Cabe dan Kertajati, dengan Semarang sebagai alternatif apabila kondisi penerbangan di sekitar Selat Sunda belum memungkinkan.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan, arah angin di berbagai lapisan ketinggian telah bergeser ke barat, barat laut, dan barat daya. Kondisi ini berbeda dari sebelumnya ketika angin mengarah ke tenggara.

BMKG juga memperkirakan potensi awan dan hujan ringan hingga sedang pada 9–12 September 2026 di wilayah terdampak. Potensi hujan tersebut akan diperkuat melalui operasi modifikasi cuaca bersama BNPB.

“Kami sudah memantau bahwa kira-kira di tanggal 9 hingga 12 September 2026 ini akan ada potensi awan dan juga hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, khususnya di wilayah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau,” kata Faisal.

BMKG turut berkoordinasi dengan Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin, Australia, untuk memperbarui informasi meteorologi penerbangan. Hasil pemeriksaan menggunakan metode paper test di Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, dan Budiarto Curug juga menunjukkan hasil negatif terhadap debu vulkanik.

Di sisi lain, pemantauan potensi tsunami terus dilakukan. BMKG menyebut 20 perangkat pemantauan tsunami telah dipasang di sekitar Selat Sunda. Hingga laporan disampaikan, belum ditemukan anomali kenaikan muka air laut yang berkaitan dengan erupsi Anak Krakatau.

Pengawasan diperkuat melalui sensor seismograf dan radar frekuensi tinggi untuk mendeteksi perubahan kondisi laut. Sementara itu, di sektor pelayaran, pembatasan aktivitas kapal dalam radius tiga kilometer dari kawah diberlakukan melalui pemberitahuan kepada pelaut selama status gunung berada pada Level III atau Siaga.

Pemerintah menyatakan pemantauan erupsi akan terus dilakukan selama 24 jam. Koordinasi lintas lembaga dan pelaksanaan OMC diharapkan dapat menekan dampak abu vulkanik, menjaga keselamatan masyarakat, serta mendukung pemulihan aktivitas penerbangan dan pelayaran.

Editor : Munazlen Nazir

TOPIK TERKAIT

Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Nasional

    Prabowo Lantik Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB, Satyawan dan Sriyanto Pimpin BPGMN

    Kamis, 15 Okt 2026 | 21:46 WIB
  • Nasional

    Tujuh Bandara Ditutup Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau

    Senin, 07 Sep 2026 | 21:41 WIB
  • Nasional

    Prabowo Kerahkan TNI AL Cari 5 Jurnalis yang Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Anak Krakatau

    Kamis, 10 Sep 2026 | 21:37 WIB
  • Nasional

    Prabowo Lantik Empat Wakil Menteri Kabinet Merah Putih

    Kamis, 15 Okt 2026 | 21:36 WIB
  • Nasional

    Cegah Dualisme, Erick Thohir Dorong Pembenahan Federasi Olahraga 

    Jumat, 11 Sep 2026 | 21:33 WIB

Terpopuler

  • #1

    Kualitas Udara Kurang Baik, Polsek Payung Sekaki Bagikan 500 Masker ke Pengguna Jalan

    Kamis, 08 Okt 2026 - 09:47 WIB
  • #2

    HUT ke-81 TNI, Polisi Datang Bawa Tumpeng: Pesan Kapolsek Payung Sekaki soal Soliditas TNI-Polri

    Senin, 05 Okt 2026 - 17:15 WIB
  • #3

    Antar Somasi Berujung Dugaan Kekerasan, Advokat Muda Pekanbaru Lapor Polisi

    Rabu, 07 Okt 2026 - 19:36 WIB
  • #4

    HUT TNI ke-81, Polsek Payung Sekaki Sambangi Den Inteldam Bawa Kue: Sinergi Jadi Kunci Jaga Kamtibmas

    Selasa, 06 Okt 2026 - 14:58 WIB
  • #5

    HUT TNI ke-81, Kapolsek Bukit Raya Datang Bawa Kue: Pesannya Tegas, TNI-Polri Harus Solid

    Senin, 05 Okt 2026 - 13:26 WIB
  • #6

    Investasi Pekanbaru Tembus Rp7,35 Triliun, Pelayanan Perizinan Raih Predikat Sangat Baik

    Kamis, 15 Okt 2026 - 09:27 WIB
  • #7

    Dukung Gerakan 1 Juta Pohon Kapolda Riau, Polsek Bukit Raya Turun Langsung Hijaukan Sekolah

    Rabu, 14 Okt 2026 - 10:26 WIB
  • #8

    Bukan Sekadar Sosialisasi, Polisi Bangun Kedekatan dengan Pelajar SMP Madani Pekanbaru

    Rabu, 30 Sep 2026 - 10:08 WIB
  • #9

    Ayah Selebgram Pekanbaru Jadi Tersangka, Diduga Tipu Korban Modus Proyek Batu Bara

    Selasa, 06 Okt 2026 - 15:21 WIB

HUKRIM

  • Polisi Sita 18 Paket Sabu di Kepau Jaya, Terduga Pengedar Akui Jual Rp50 Ribu per Paket

    Polisi Sita 18 Paket Sabu di Kepau Jaya, Terduga Pengedar Akui Jual Rp50 Ribu per Paket

    Rabu, 14 Okt 2026 | 19:39 WIB
  • Kapolda Riau Perintahkan Jajaran Petakan Ancaman Sejak Dini, Karhutla hingga Narkoba Jadi Sorotan

    Kapolda Riau Perintahkan Jajaran Petakan Ancaman Sejak Dini, Karhutla hingga Narkoba Jadi Sorotan

    Rabu, 14 Okt 2026 | 16:59 WIB
  • Kapolri Masukkan Green Policing dalam Commander Wish, Polda Riau Perkuat Perang Melawan Karhutla

    Kapolri Masukkan Green Policing dalam Commander Wish, Polda Riau Perkuat Perang Melawan Karhutla

    Rabu, 14 Okt 2026 | 13:57 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • SF Hariyanto Turun ke Tenayan Raya, Warga Terima Beras dan Minyak Gratis

    SF Hariyanto Turun ke Tenayan Raya, Warga Terima Beras dan Minyak Gratis

    Kamis, 15 Okt 2026 | 16:11 WIB
  • Pelatihan Merajut di Pekanbaru Bidik Peserta dari 15 Kecamatan

    Pelatihan Merajut di Pekanbaru Bidik Peserta dari 15 Kecamatan

    Selasa, 13 Okt 2026 | 21:01 WIB
  • Kemenbud Apresiasi LAMR Gelar Hari Kebudayaan Nasional 2026

    Kemenbud Apresiasi LAMR Gelar Hari Kebudayaan Nasional 2026

    Selasa, 13 Okt 2026 | 18:56 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com